News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memilukan, Emperan Jalan Nibung Raya Medan Jadi Tempat Tinggal, Begini Nasib Amat dan Teman-temanya

Memilukan, Emperan Jalan Nibung Raya Medan Jadi Tempat Tinggal, Begini Nasib Amat dan Teman-temanya
Kamis, 29 September 2022 - 10:59 WIB
Memilukan, Emperan Jalan Nibung Raya Medan Jadi Tempat Tinggal, Begini Nasib Amat dan Teman-temanya
Sumber :
  • tim tvone/Yoga Syaputra

Medan, Sumatera Utara - Kawasan Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara merupakan satu daerah ekonomi strategis yang terletak di inti kota. Di sini tumbuh subur beragam bisnis yang menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi pendapatan Pemerintah Kota Medan

Namun, sangat disayangkan, karena realitanya di saat malam hari, kawasan emperan jalan tersebut menjadi tempat tinggal beberapa warga Kota Medan. Bahkan, kondisi seperti itu setiap malamnya membuat warga Medan berkomentar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 "Ya Tuhan, ternyata sedih kali derita dan beban saudara kita yang kurang beruntung hidup miskin di Medan ini ya. Seperti ini rupanya, ada jadi penghuni emperan sejumlah ruko showroom mobil raksasa, tempat mereka beristirahat bersama keluarga dan balitanya,  ada pula lagi wanita di pinggir jalan yang tiap malam berdiri menjajakan diri  demi  bertahan hidup. Kapanlah ini berakhir, cemanalah mereka ya dapat bertahan hidup. Apa pejabat pemerintah kota medan kita saat ini, Muhammad Bobby Afif Nasution tau ya," beber seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya, Rabu (28/9/2022) malam.

Ternyata, rutintas yang dilakukan bebera warga medan yang tinggal di emperan tersebut sudah menjadi rutinitas berkepanjangan. Dari pantauan tvonenews.com medan, pemandangan orang-orang yang tinggal di tempat itu dapat terlihat pada sekitar  pukul 20.00 WIB, tepatnya di emperan sejumlah ruko showroom mobil, Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah. 

Bahkan ironinya, yang tinggal di emperan kawasan itu tak hanya orang dewasa saja melainkan balita juga tampak tinggal di kawasan emperan tersebut. Mereka menjadikan emperan sebagai tempat berisitirahat melepaskan lelah dengan hanya beralaskan kain dan terpal plastik seadanya.

Kemudian, saat disambangi satu di antara penghuni emperan tersebut, bernama Amat. Ia mengaku memiliki KTP sebagai warga Helvetia Medan. Hanya saja tidak memiliki tempat tinggal sehingga menetap di emperan ruko bersama istrinya dan anak balitanya, serta teman-temannya. 

Amat akui, dirinya jalani kehidupan ini karena tidak mampu, tidak memilki tempat tinggal setelah menikah dan memilki anak. 

"Saya warga Helvetia, ada keluarga disana. Tapi keluarga juga tidak mampu dan saya harus begini karena saya sudah menikah dan punya anak. Saya tidak mau membebani keluarga yang juga kekurangan. Saya bekerja mencari barang bekas untuk dijual ke botot. Hasilnya ya cukup buat dua kali makan sama anak istri," ujar Amat.

Amat pun berharap kepada pemerintah, terkhusus kepada Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dapat melihat dan memberikan solusi membantu. Di mana hal utama yang ia harapkan bersama rekannya sesama penghuni emperan kepada Bobby adalah memberikan tempat tinggal yang layak dari emperan jalanan.

"Inilah kondisi kami. Abang liat kalau setiap malam ramai disini. Semoga lah bang, pak walikota medan, Pak Bobby pilihan kami bisa tau dan mau meninjau kami dan memberi solusi tempat tinggal layak. Kalau kami orang dewasa harus sanggul, terkadang yang sedinya anak anak balita kami. Anak anak usia 8 bulan manalah tahan tiap malam tidur di luar dingin dan digiti nyamuk, terpal  plastik harus kami bungkus ke badan anak lah. Sisanya kami pakai alas," ujarnya.

"Kalau di emperan ini sistemya kami berpindah pindah lapak bang. Siapa cepat dia bisa memilih tempat untuk beristirahat menghabiskan malam. Dan pagi hari jam enam kurang kami harus pergi takut dimarahi. Lagian kami juga harus bekerja mencari makan. Dan hanya dapat pas buat dua kali makan aja," sambungnya menjelaskan.

Terkadang untuk memenuhi kebutuhan makan, ia akui mereka berharap ada warga yang datang membagi bagikan makanan gratis kepada mereka. Namun kalau tidak ada pembagian makanan gratis, Amat dan rekannya sesama penghuni emperan harua dapat menahan lapar.

"Kalau makan gratis ada kadang dibagi bagi. Pas itulah bisa makan malam. Kalau gak ada ya terpaksa uang yang ada dibeli air panas buat minuman teh. Dan kalau kami buang air besar kami harus mencari tempat," bebernya.

Sejumlah pedagang malam yang memiliki konsumen tetap hingga juga ada perkumpulan oknum wartawan beragam media yang menjadi saksi, menilai miris melihat perjalanan hidup mereka sehari hari sebagai warga kota medan yang kurang beruntung hidupnya.

Bahkan, kisah sedih serupa juga dialami sejumlah wanita yang menjajakan diri di pinggiran jalan Kecamatan Medan Petisah. Dari pengakuan mereka terungkap, hidup miskin hanya menjadi sampah dan cibiran di mata orang lain yang beruntung dalam hidup. Itu lah pengakuan NS, satu di antara perempuan yang hidup di pinggir jalan.

Hidup puluhan tahun di Kota Medan, akui NS, dengan belas kasihan orang lain dan banyaknya  penderitaan, juga seakan menjadi hal biasa bagi mereka. NS yang berharap bantuan dari pemerintah, ia katakan, mungkin suatu hal yang mustahil.  Namun, ia akui, mendapat makanan dan minum dari belas kasihan orang lain itulah yang selalu mereka harapkan setiap hari.

Bahkan, NS tegaskan, memiliki cita-cita setinggi langit, seakan hanya impian mereka semata dan harus dikubur dalam-dalam. 

"Pertanyaan kita, siapa bilang hidup di Kota Besar seperti Kota Medan akan mendapat perhatian dari pemerintah," NS katakan.  

“Apakah Mereka Tau Atau apakah mereka pura-pura tidak tau, Atau apa mereka tidak mau tau?” sambung NS mengungkapkan. 

NS menyebut, kondisi yang ia alami beraama sesama rekannya adalah ketidakberuntungan. 

"Siapa yang dapat memilih terlahir kedunia dengan kondisi miskin atau kaya. Kalau kami sekarang dan sampai ada kemungkinan perubahan nasib dari bantuan pemerintah harus bertahan hidup. Kerja apapun selagi bisa," akuinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia katakan, semogalah Pak Bobby kita tau kondisi yang dialami warganya yang miskin. Semoga beliau turun memberi solusi, tak hanga mengutamakan pembangunan keindahan tata kota yang akan terlihat kumuh dan kotor jika masih ada masyarakat miskin seperti kami kami ini.

"Karena masih banyak rakyat kecil yang sangat perlu diperhatikan, mulai dari kehidupan, tempat tinggal, pendidikan hingga massa depan" ujar NS. (Ysa/Aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.
Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Masalah nyeri lutut dan sendi tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, jika terjadi nyeri lutut dan sendi, dr Zaidul Akbar menganjurkan ikuti langkah berikut

Trending

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT