News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mafia Tambang Emas Ilegal Masih Beroperasi di 4 Kabupaten Walhi SUMBAR Mengutuk Keras Akibat Rusaknya Hutan

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan beberapa kabupaten terdampak buruk oleh aktivitas tambang emas ilegal di Sumbar
Rabu, 9 November 2022 - 17:28 WIB
Mafia Tambang Emas Ilegal Masih Beroperasi di 4 Kabupaten Walhi SUMBAR Mengutuk Keras Akibat Rusaknya Hutan
Sumber :
  • Tim Tvone/Beni Roska

Sijunjung, Sumbar - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan beberapa kabupaten terdampak buruk oleh aktivitas tambang emas ilegal di Sumbar, antara lain terdapat di  Solok Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman dan Pasaman Barat.

Menurut Direktur WALHI Sumbar Wengki Purwanto, lokasi tambang emas ilegal yang ditemukan berada di Ranah Batahan, Pasaman Barat, Sanggir Solok Selatan, Sungai Abu, Kimbahan Nagari Abai Siak, Batang Sakiah Padang Aro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4 kabupaten  itu adalah wilayah penambangan emas ilegal yang mana setiap hari aktivitasnya mengunakan excavator yang merusak kawasan Hutan Lindung dan mencemari aliran sungai sampai ke Kabupaten Dharmasraya perbatasan dengan Provinsi Jambi.

Walaupun baru 2 minggu lalu Polda Sumbar menertibkan tambang ilegal di wilayah Pasaman dan Solok Selatan dengan tangkapan 7 unit excavator namun mafia tambang ilegal tidak pernah jera dan kembali melakukan aktivitas sembunyi- sembunyi di wilayah hutan di kawasan tersebut.

Menurut Wengki ke tvOnenews.com Rabu (9/11/2022) mengatakan keberadaan tambang emas ilegal pakai excavator  tidak menguntungkan masyarakat lokal yang menjadi pekerja tambang atau pendulang emas melainkan mafia dan bos excavator.

Kalau untuk tambang tradisional di wilayah Sumatera Barat memang sudah berjalan beratus -ratus tahun.  Yang menyolok itu aktivitas mengunakan excavator yang sering kali menjadi perdebatan dan polemik di Ranah Minang ini.

Pasalnya, sebelum tambang emas ilegal dibuka, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut nyatanya memiliki sumber penghidupan bertani atau berkebun. Namun kini banyak yang menjadi buruh tambang ilegal.

Masih kata Wengki di wilayah 4 kabupaten ini sering kali aktivitas tambang ilegal memakan korban pekerja tertimbun lubang tambang yang longsor. Diduga mafia tambang emas ini di belakangnya kuat dan pasti ada oknum yang membekingi tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu BBM Jenis Solar bersubsidi diuntukkan untuk masyarakat miskin namun belakangan nyatanya sering ditimbun oleh mafia- mafia tambang ilegal ini. Pihak kepolisian Polda Sumatera barat dan Bareskrim  harus melihat faktanya dan kroscek di lapangan, seperti di Solok Selatan, Solok, Pasaman Barat dan Timur serta lintas Sumatera kelangkaan BBM Solar sering terjadi akibat penimbunan untuk tambang emas tersebut.

Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang emas kalau ada oknum yang terlibat baik TNI maupun Polri harus ditindak sesuai hukum yang berlaku di negara ini tambah Wengki.(BRA/LNO)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tolak Autopsi, Pihak Keluarga Minta Kasus Kematian Fajar Sahrudin Tidak Diperpanjang

Tolak Autopsi, Pihak Keluarga Minta Kasus Kematian Fajar Sahrudin Tidak Diperpanjang

Pihak keluarga yang diwakili oleh kakak menolak pengajuan proses autopsi dari kepolisian kepada jasad Fajar Sahrudin lantaran tak ingin kasus ini diperpanjang.
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
FS Dikenal Rajin Berdonasi, Organisasi yang Menerima Bantuan Mengucapkan Turut Berduka ke Keluarga Fajar Sahrudin

FS Dikenal Rajin Berdonasi, Organisasi yang Menerima Bantuan Mengucapkan Turut Berduka ke Keluarga Fajar Sahrudin

Kapolsek Metro Tanah Abang menyampaikan kalau kabar meninggalnya Fajar Sahrudin (FS) benar adanya. Berikut respons keluarga terdekat dan salah satu organisasi.
Langkah Tegas Presiden Prabowo Tertibkan Hutan, Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci

Langkah Tegas Presiden Prabowo Tertibkan Hutan, Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci

Komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan kawasan hutan serta memberantas mafia lingkungan dinilai mendapatkan momentum kuat lewat pengawalan ketat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Operasi SAR Hari Ketiga, Tim Gabungan Perluas Pencarian Speedboat Rombongan Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi SAR Hari Ketiga, Tim Gabungan Perluas Pencarian Speedboat Rombongan Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

Tim gabungan memperluas pencarian speedboat rombongan wartawan yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada operasi SAR hari ketiga.
Rodri Tiba-Tiba Minta Maaf usai Barcelona Menang di Liga Champions, Ternyata Gara-Gara Ini

Rodri Tiba-Tiba Minta Maaf usai Barcelona Menang di Liga Champions, Ternyata Gara-Gara Ini

Gelandang Barcelona, Rodri, mendadak menyampaikan permintaan maafnya setelah kemenangan atas Feyenoord di Liga Champions 2026-2027. Hal ini berkaitan dengan peristiwa di pertandingan sebelumnya.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Pemerintah menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) untuk mengoptimalkan pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk dalam penyaluran barang bersubsidi dan mendukung sistem logistik nasional.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT