GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sadis! Remaja di OKU Timur Bunuh dan Bakar Teman Satu Kampusnya

Polres Oku Timur berhasil mengungkap kasus mayat hangus terbakar di kebun milik Kepala Desa Belitang Jaya. Mayat tersebut ternyata seorang mahasiswa yang tewas.
Kamis, 24 November 2022 - 15:11 WIB
Polres Oku Timur lakukan olah TKP mayat dibakar di Desa Belitang Jaya.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Herman

Oku Timur, Sumatera Selatan - Polres Oku Timur berhasil mengungkap kasus mayat hangus terbakar di kebun milik Kepala Desa Belitang Jaya. Mayat tersebut ternyata seorang mahasiswa yang tewas dibunuh teman kuliahnya sendiri. Korban tewas dengan luka tusukan di bagian leher dan perut yang kemudian mayatnya dibakar.

Adalah Febri Setiawan, warga asal Kabupaten Banyuasin yang menjadi korban pembunuhan sadis dan dibakar oleh M Haidar yang ternyata teman satu kampusnya di Palembang. Modus pelaku ternyata ingin menguasai mobil korban untuk dijual dan uangnya dipakai untuk pesta organ tunggal di kawasan Tulung Selapan Kabupaten OKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Oku Timur, AKBP Nuryono mengatakan, terungkapnya identitas korban bermula saat beredarnya pencarian orang di medsos termasuk mobil warna kuning milik korban. Kemudian Polres Oku Timur melakukan pelacakan kendaraan korban melalui rekaman CCTV yang dipasang di jalan. Dan benar saja, saat kendaraan tersebut terlacak di depan Markas Yon Armed karena pecah ban, polisi langsung melakukan penangkapan serta mendapati pelaku yang mengemudikan mobil tersebut.

“Pelaku kita tangkap beserta mobil saat sedang pecah ban dan ingin mengarah ke kawasan Baturaja. Saat kita lakukan penangkapan, ternyata pelaku melakukan perlawanan sehinga petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki sebelah kanan pelaku,” kata Kapolres.

Kata Kapolres, menurut keteranga pelaku, dirinya pertama kali membunuh korban di kawasan Ogan Ilir, di mana saat itu, pelaku dan korban sempat berkelahi hingga akhirnya korban kalah lantaran ditusuk oleh pelaku. “Kemudian mayat korban dimasukkan pelaku ke mobil dan dibawa ke rumah pelaku. Yang lebih parahnya, pelaku saat itu istirahat di rumah sementara korban tetap di dalam mobil dalam keadaan tewas bersimbah darah,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, pagi harinya, pelaku membawa korban ke kebun di Desa Belitang Jaya yang sebelumnya pelaku membeli 2 liter bensin untuk kemudian membakar korban. Setelah membakar korban, pelaku langsung meninggalkan korban dengan santai dan sempat makan di sebuah warung makan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rencananya pelaku akan menjual mobil korban di daerah Jawa. Lalu uangnya akan dipakai pelaku untuk hepi-hepi pada pesta organ tunggal di Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Kapolres.

Atas kejadian tersebut, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP Juncto 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. “Dari penangkapan pelaku, kita mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil Honda Brio warna kuning, 2 untuk HP milik korban, serta pisau jenis sangkur alat untuk menghabisi nayawa korban,” (hsn/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT