GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Sebut Pelaku Mutilasi Sleman Bergabung dalam Sebuah 'Komunitas Tak Wajar' di Facebook

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY terus melakukan pendalaman terkait motif pelaku W (29) dan RD (38) memutilasi korban R (20).
Rabu, 19 Juli 2023 - 10:35 WIB
Pelaku W dan RD saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda DIY (16/7/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, tvOnenews.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY terus melakukan pendalaman terkait motif pelaku W (29) dan RD (38) memutilasi korban R (20). Sebab kedua pelaku masuk dalam komunitas tidak wajar di sebuah grup media sosial.

Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendalaman dengan pemeriksaan psikologi terhadap kedua pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pendalaman selanjutnya sedang melaksanakan pemeriksaan psikologi forensik maupun klinis supaya nanti dari hasil itu bisa didapat terkait dengan bagaimana karakter si pelaku, perilaku si pelaku. Kami tidak mau berspekulasi," kata Tri Panungko, Selasa (18/7/2023).

Seperti diketahui, pelaku W dan RD memutilasi tubuh korban menjadi beberapa bagian. Potongan tubuh korban selanjutnya dibungkus kantong plastik dan dibuang ke sejumlah lokasi di wilayah Kapanewon Turi dan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Bahkan, sejumlah potongan tubuh seperti pergelangan tangan dan kaki direbus terlebih dahulu sebelum dibuang. Aksi keji mereka dilakukan di rumah kos pelaku W di wilayah Triharjo, Sleman.

Hal ini diketahui polisi dari pengakuan tersangka dan temuan barang bukti berupa alat masak seperti kompor dan wajan di indekos pelaku.

"Kompor itu kan pasangannya wajan, itu tadi sudah disampaikan ada potongan tangan dan kaki yang direbus pelaku tujuannya untuk menghilangkan sidik jari," ujar Tri Panungko.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi menyebut, antara korban dan kedua pelaku sudah saling kenal. Mereka berkenalan di sebuah grup media sosial Facebook yang memiliki aktivitas tidak wajar.

"Jadi pelaku dan korban saling kenal, mereka kenal di grup yang ada di medsos. Hasil pemeriksaan kita sudah 3-4 bulan (kenal). Ketemu pertama," ungkapnya.

Dari perkenalan itu, lanjut Endriadi, ketiganya sepakat untuk janjian bertemu di rumah kos pelaku W. Pelaku RD datang dari wilayah Jakarta, dan korban R dijemput pelaku dari sekitar kosnya di wilayah Kasihan, Bantul.

Ketiganya akhirnya bertemu di indekos pelaku W dan melakukan kegiatan yang disebutnya tidak wajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian mereka berkumpul dan melakukan aktivitas yang tidak wajar berupa kekerasan ataupun aktivitas kekerasan berlebihan. Kemudian dari kekerasan berlebihan itu korban meninggal dunia," terangnya.

"Melihat korban meninggal dunia, para pelaku panik lalu melakukan mutilasi, potongan kepala, tangan, kaki, dibungkus, membuang, menyebarkan. Kemudian pelaku kembali," pungkasnya. (apo/buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, 28 September 2026. Duel panas ini jadi sorotan utama.
Transfer Pemain Berdarah Indonesia ke AS Roma Batal, Hasil Medis Bikin Giallorossi Ubah Kesepakatan

Transfer Pemain Berdarah Indonesia ke AS Roma Batal, Hasil Medis Bikin Giallorossi Ubah Kesepakatan

Transfer Jayden Oosterwolde ke AS Roma batal setelah pemeriksaan medis menemukan cedera lebih serius. Giallorossi kini memburu bek baru untuk pertahanan.
Viral Link Video 7 Menit Lylia Kasir Minimarket Pakai Sound Dora-Dora, Pakar Peringatkan Risiko Pembobolan OTP dan Rekening

Viral Link Video 7 Menit Lylia Kasir Minimarket Pakai Sound Dora-Dora, Pakar Peringatkan Risiko Pembobolan OTP dan Rekening

Jagat media sosial TikTok dan X tengah digemparkan maraknya perbincangan narasi video berdurasi 7 menit yang mengaitkan sosok kasir minimarket bernama Lylia ...
POV Korban Dugaan Penipuan Ruben Onsu, Ungkap Kronologi hingga Alasan Tempuh Jalur Hukum

POV Korban Dugaan Penipuan Ruben Onsu, Ungkap Kronologi hingga Alasan Tempuh Jalur Hukum

Begini POV korban dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret Ruben Onsu, ungkap kronologi hingga alasan tempuh jalur hukum.
Bukan Carlos Prates, Petarung Ini Disebut Bisa Jadi Ujian Berat Islam Makhachev Selanjutnya

Bukan Carlos Prates, Petarung Ini Disebut Bisa Jadi Ujian Berat Islam Makhachev Selanjutnya

Carlos Prates memang menjadi salah satu kandidat penantang Islam Makhachev. Namun, Sean Brady justru menilai Michael Morales bisa memberikan ujian yang lebih.
Proyek Golden Generation AC Milan, Kini Incar Bek 18 Tahun Italia yang Bersinar di Borussia Dortmund

Proyek Golden Generation AC Milan, Kini Incar Bek 18 Tahun Italia yang Bersinar di Borussia Dortmund

AC Milan kembali dapat tawaran pemain untuk memperkuat lini belakang. Kali ini, bek muda Borussia Dortmund, Luca Reggiani, disebut masuk dalam radar Rossoneri.

Trending

Kerusuhan di Pejompongan, Wali Kota Jakpus Bongkar Fakta Bahwa Massa Ternyata Bukan Warga Setempat

Kerusuhan di Pejompongan, Wali Kota Jakpus Bongkar Fakta Bahwa Massa Ternyata Bukan Warga Setempat

Arifin mengatakan dirinya sempat berbincang dengan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Dari pembicaraan tersebut, diketahui ada massa yang berasal dari daerah lain
Siap Garuda Calling, Pemain yang Buat Heboh Kasta Teratas Eropa Tak Sabar Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Siap Garuda Calling, Pemain yang Buat Heboh Kasta Teratas Eropa Tak Sabar Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpotensi mendapat amunisi berharga dari salah satu pemain keturunan yang bersinar di kasta teratas Eropa. Adalah Joseph Simatupang Ferguson.
Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif

Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif

Pemerintah berencana menaikkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada APBN 2027 menjadi berkisar Rp1 triliun.
Ternyata Ini Alasan Ruben Onsu Belum Ditahan, Artis yang Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Ternyata Ini Alasan Ruben Onsu Belum Ditahan, Artis yang Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Kasus Ruben Onsu menjadi sorotan, yang dilaporkan pada 2025. Polisi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada 25 April 2026.
Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam

Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konsentrasi massa sempat berada di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, khususnya kawasan Halte Petamburan hingga jalan layang Slipi.
Viral, Walikota Jakpus Turun ke Lokasi Demo, Ajak Warga Menjaga Jakarta Tetap Aman

Viral, Walikota Jakpus Turun ke Lokasi Demo, Ajak Warga Menjaga Jakarta Tetap Aman

Dalam video tersebut, Arifin menyematkan pesan bijak setelah demo agar warga bisa menjaga bersama.
Hingga Jumat Dini Hari, Massa Masih Berkerumun di Sekitar Slipi

Hingga Jumat Dini Hari, Massa Masih Berkerumun di Sekitar Slipi

Hingga Jumat,  pukul 03.00 WIB, massa masih berkerumun di sejumlah titik sekitar Slipi dan Petamburan, Jakarta, setelah aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT