GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lewat Perjanjian Giyanti, Paniradya Keistimewaan DIY Ajak Siswa Sinau Cikal Bakal Yogyakarta

Paniradya Keistimewaan DIY berkolaborasi dengan Sekber Keistimewaan DIY dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) belum lama ini menggelar program sinau sejarah. 
Rabu, 21 Februari 2024 - 09:01 WIB
Program sinau sejarah bertajuk 'Giyanti Cikal Bakal Yogya' diselenggarakan di SMAN 1 Godean.
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

Yogyakarta, tvOnenews.com - Paniradya Keistimewaan DIY berkolaborasi dengan Sekber Keistimewaan DIY dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) belum lama ini menggelar program sinau sejarah

Terbaru, program sinau sejarah bertajuk 'Giyanti Cikal Bakal Yogya' diselenggarakan di SMAN 1 Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejarawan UGM, Bahauddin menjelaskan, pada pertengahan 1742 terjadi peristiwa pemberontakan pacino yang terjadi di Batavia. Kala itu, orang-orang Cina memberontak terhadap VOC.

Pada awalnya, Sunan Paku Buwana (PB) II memihak kepada pemberontak pacino ini. Tapi, ketika mereka mulai terdesak oleh tentara VOC kemudian Sunan PB II beralih keberpihakan kepada VOC. 

Para pemberontak kemudian terdesak lari ke arah timur melalui Pesisir Utara Jawa. Oleh karena itu, sekarang ini kalau melihat di wilayah Tegal, Pekalongan hingga Semarang banyak sekali orang Tionghoa

"Sampai ke Semarang kemudian ke arah selatan menyerang Keraton Kartasura dan berhasil menduduki keraton itu lalu Sunan Pakubuwana II harus mengungsi ke Ponorogo," kata Bahauddin. 

Selanjutnya, Sunan PB II meminta bantuan ke VOC untuk merebut kembali Keraton Kartasura dan mengendalikan kekuasaan Mataram lagi. 

Atas bantuan Bupati Cokroningrat dari Madura dan tentara VOC berhasil diambil alih keraton itu. 

Akhirnya, setelah VOC menduduki Kartasura karena dalam pameo Jawa kalau keraton sudah diduduki pemberontak itu kramatnya sudah hilang. Kemudian akhirnya Keraton Kartasura pindah ke Surakarta atau Solo. 

Kemudian, lanjutnya, VOC minta imbal jasa bantuan itu, termasuk ketika membangun Keraton Kartasura menggunakan uang VOC atau berhutang ke VOC. 

Itulah kemudian VOC meminta pesisir Jawa disewa untuk VOC. Kemudian masalah nominal sewa dari Semarang sampai Jakarta akan disewa oleh VOC. 

Selanjutnya, perdebatan terjadi antara Adik Sunan Pakubuwana II, Pangeran Mangkubumi minta 100.000 gulden. 

Sementara patihnya, ada 2 patih Sindu rejo dan Pringgoloyo minta 20.000 guldon. Anehnya, Sunan Pakubuwana II milih 20.000 gulden yang lebih murah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disini Pangeran Mangkubumi merasa kakaknya lebih dekat kepada VOC dibanding kepada orang Mataram sendiri. 

Peristiwa kedua, ketika pada waktu itu terjadi pemberontakan antara Raden Masaid dengan Tumenggung Martapura yang ada di Sukowati, dan tidak ada yang pernah berhasil memadamkan itu. Akhirnya, Sunan PB II minta adiknya, Pangeran Mangkubumi untuk memadamkannya dan berhasil. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Hadapan Media Bulgaria, Ivan Kolev Peringatkan Mantan Anak Buahnya Jelang Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Di Hadapan Media Bulgaria, Ivan Kolev Peringatkan Mantan Anak Buahnya Jelang Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev, memperingatkan eks anak buahnya yang akan menghadapi skuad Garuda. Bulgaria akan mengikuti FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta.
Khusus di Lebaran, Keluarga dan Kerabat Tahanan KPK Dapat Bertemu Selama Tiga Jam

Khusus di Lebaran, Keluarga dan Kerabat Tahanan KPK Dapat Bertemu Selama Tiga Jam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beri keleluasaan terhadap keluarga dan kerabat untuk menemui para tahanan di Hari Raya Lebaran 2026.
Polres Jakpus Ringkus Pria Pengedar Narkoba Jaringan Medan-Jakarta, Sita Sabu 26,7 Kilogram dan 900 Catridge Etomidate

Polres Jakpus Ringkus Pria Pengedar Narkoba Jaringan Medan-Jakarta, Sita Sabu 26,7 Kilogram dan 900 Catridge Etomidate

Tim Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat meringkus pria berinisial K, usai didapati hendak mengedarkan narkotika di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Jaga Konsistensi, Amri/Nita Ungkap Rahasia Kemenangan atas Ganda Belanda di 16 Besar Orleans Masters 2026

Jaga Konsistensi, Amri/Nita Ungkap Rahasia Kemenangan atas Ganda Belanda di 16 Besar Orleans Masters 2026

Amri/Nita melangkah ke babak perempat final Orleans Masters 2026 usai mengalahkan ganda Belanda.
Bedah Kekuatan Saint Kitts and Nevis, Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 yang Jadi Kuda Hitam Zona Concacaf

Bedah Kekuatan Saint Kitts and Nevis, Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 yang Jadi Kuda Hitam Zona Concacaf

Mengenal lebih jauh tentang Saint Kitts and Nevis, lawan pertama yang akan dihadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 yang ternyata kuda hitam di CONCACAF.
Prabowo Sudah Membaca Masa Depan: Perang Modern Dimenangkan oleh Logistik, Bukan Senjata

Prabowo Sudah Membaca Masa Depan: Perang Modern Dimenangkan oleh Logistik, Bukan Senjata

Di sinilah letak inti pemikiran strategis Prabowo. Konflik di Timur Tengah saat ini bukan sesuatu yang jauh. Apa yang terjadi di Timur Tengah bisa memengaruhi nelayan di Morotai atau penjual gorengan di Cimahi. 

Trending

Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

FIFA telah resmi menetapkan tanggal penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di edisi perdana. Turnamen tersebut nyatanya digelar hanya sebulan setelah Piala AFF 2026.
4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

PSSI dikabarkan akan menaturalisasi pemain setelah FIFA Series 2026, termasuk eks kapten Belanda U-17 dan pemain Eredivisie demi memperkuat Timnas Indonesia?
Kevin Diks Syok, Keponakan Giovanni Van Bronckhorst Tertarik Bela Timnas Indonesia, Nama Besar Dicoret John Herdman

Kevin Diks Syok, Keponakan Giovanni Van Bronckhorst Tertarik Bela Timnas Indonesia, Nama Besar Dicoret John Herdman

Tiga berita bola terpopuler: Kevin Diks syok lihat FC Copenhagen, prediksi pemain yang dicoret Timnas, hingga keponakan Van Bronckhorst tertarik bela Garuda.
Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?
Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam menyoroti rumor Timnas Indonesia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, namun begini menurut regulasi FIFA. Simak selengkapnya.
Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Bung Harpa mengungkapkan bahwa saat ini pemain Timnas Indonesia di luar negeri diberikan pilihan jika ingin tampil di FIFA Series 2026, apa isi pilihannya?
Jawab Pertanyaan Olla Ramlan, UAS Jelaskan Hukum Suami Istri Bercumbu di Malam Idul Fitri, Dosa atau Halal?

Jawab Pertanyaan Olla Ramlan, UAS Jelaskan Hukum Suami Istri Bercumbu di Malam Idul Fitri, Dosa atau Halal?

Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan dari Olla Romlan terkait hukum suami istri hubungan intim atau bercumbu di malam Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT