GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kuras Saldo Rekening Lebih dari Rp 400 Juta, Dua Pelaku Gendam Diringkus Polresta Yogyakarta

Dua pelaku gendam dengan modus menawarkan bantuan di Kota Yogyakarta telah diamankan. Mereka dibekuk usai menguras saldo rekening ATM milik seorang nenek bernama Arahmiani (63)
Kamis, 18 Juli 2024 - 16:11 WIB
Dua pelaku gendam dengan modus menawarkan bantuan dihadirkan saat rilis kasus di Polresta Yogyakarta, Kamis (18/7/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Dua pelaku gendam dengan modus menawarkan bantuan di Kota Yogyakarta telah diamankan. Mereka dibekuk usai menguras saldo rekening ATM milik seorang nenek bernama Arahmiani (63). Alhasil uang lebih dari Rp 400 juta raib.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, AKP MP Probo Satrio mengatakan, peristiwa gendam terjadi Lapangan Minggiran, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu (15/6/2024) lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejadian bermula ketika dua pelaku inisial LUU (60) warga Kemayoran, Jakarta dan NY (63) warga Parepare, Sulawesi Selatan mendatangi korban yang tengah berjalan-jalan pagi sendirian di lapangan.

Kedua pria itu seolah-olah sebagai dermawan yang akan memberikan bantuan. Mereka menawarkan kepada korban untuk membantu mencairkan bantuan di rekeningnya dan dijanjikan mendapatkan keuntungan 20 persen dari nilai bantuan.

"Jadi dua pelaku seolah-olah memberikan bantuan dan menawarkan kepada korban dengan janji akan mendapatkan keuntungan 20 persen dari nilai bantuan," tutur Probo saat rilis kasus di Polresta Yogyakarta, Kamis (18/7/2024).

Selanjutnya, pelaku mengajak korban masuk ke dalam mobilnya. Kemudian, korban diajak jalan-jalan dan diberhentikan di ATM BNI Drive Thru, Jalan Magelang untuk mengecek apakah ATM BNI dan BCA yang dipegang korban masih aktif atau tidak.

Setelah itu, mereka kembali ke lapangan Minggiran. Sore harinya, korban datang ke ATM untuk transaksi namun ternyata kartu ATM Mandiri miliknya tidak bisa digunakan. Setelah dicek, kartu ATM Mandiri itu sudah kedaluwarsa.

Pada Rabu (19/6/2024), korban datang ke bank Mandiri Jalan Katamso untuk melakukan pengecekan ATM. Namun diketahui, ATM bukan lagi atas nama korban.

Selanjutnya, korban minta dibuatkan print out ternyata ada banyak transaksi yang tidak dilakukannya.

"Mulai Sabtu (kartu ATM) sudah dikuasai oleh pelaku. Lalu Rabu dilakukan pengecekan sudah berkurang Rp 448 juta di ATM Mandiri. Serta ATM BCA berkurang Rp 4 juta," kata Probo.

Kemudian, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Probo menuturkan kasus ini terungkap usai tim opsnal satreskrim Polresta Yogyakarta melakukan olah tempat kejadian perkara dan menganalisa keterangan korban, saksi serta rekaman CCTV ketika melakukan pengecekan ATM.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi kedua pelaku dan diketahui keberadaannya. Akhirnya pada Sabtu (13/7/2024), mereka ditangkap di sebuah hotel di wilayah Semarang, Jawa Tengah. 

Polisi juga menyita barang bukti di antaranya dua buah kartu ATM sarana, dua buah kartu ATM para pelaku, sebuah ATM korban, empat buah handphone, satu unit mobil warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 14 juta.

Hingga saat ini, polisi terus mendalami aliran uang yang berhasil dikuras pelaku yang sekarang ini hanya tersisa Rp 14 juta.

"Masih kita didalami aliran uang-uang tersebut. Apakah untuk biaya hidup atau lainnya masih didalami," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 378 atau Pasal 363 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (scp/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.
Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi umumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo menyoroti perubahan besar gaya balap Marc Marquez jelang MotoGP 2026. Legenda asal Spanyol itu menilai gaya balap The Baby Alien kini lebih halus.
Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Agen Jurgen Klopp ungkap kliennya menolak tawaran Manchester United (MU) dan Chelsea. Peluang latih Timnas Inggris sempat terbuka sebelum ia gabung Red Bull.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT