News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Kekerasan Keluarga Pasien Terhadap Dokter Residen RSUP Dr Sardjito, DPRD DIY dan Dinkes Siapkan Evaluasi

DPRD DI Yogyakarta mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap seorang dokter residen di RSUP Dr Sardjito.
Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:58 WIB
RSUP Dr Sardjito di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - DPRD DI Yogyakarta mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap seorang dokter residen di RSUP Dr Sardjito.

Meski insiden itu terjadi di rumah sakit vertikal di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), namun hal ini menjadi keprihatinan bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkaca kejadian tersebut, kalangan legislatif khususnya Komisi D DPRD DI Yogyakarta segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk melakukan evaluasi pelayanan rumah sakit agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sejumlah rumah sakit yang ada di provinsi ini.

"Kalau ini (kekerasan) terjadi di Sardjito, kita tidak punya kewenangan karena RSUP Dr Sardjito adalah rumah sakit vertikal punya Kemenkes. Namun karena rumah sakitnya berada di DIY pasti akan menjadi perhatian komisi D. Saya akan segera koordinasi dengan Dinkes untuk mengevaluasi pelayanan publik pasien di rumah sakit yang ada di DIY," tutur RB Dwi Wahyu, Ketua Komisi D DPRD DIY kepada awak media, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, bicara soal pelayanan rumah sakit, harus disamakan antara sistem dengan kelembagaan pendidikannya.

Hal ini supaya lembaga pendidikan cocok dengan kebutuhan sistem yang berlaku di rumah sakit. Selanjutnya, bagaimana sistem pelayanan itu tersosialisasi ke keluarga pasien maupun pasien itu sendiri.

"Karena yang terjadi, bicara tentang pasien dan keluarga pasien di rumah sakit itu bicara trust. Ketika trust tidak terjadi, maka akan terjadi kecurigaan. Karena tidak ada kesepahaman aturan-aturan yang berlaku di rumah sakit tentang pelayanan pasien," ucap Dwi Wahyu.

Sebab, setengah persen dari kesembuhan pasien adalah kepercayaan terhadap rumah sakit. Maka dari itu, kepercayaan harus dibangun oleh tiga belah pihak yakni rumah sakit, medis dan keluarga pasien. 

Diberitakan sebelumnya, kasus kekerasan terhadap dokter residen di RSUP Dr Sardjito inisial Dr.EN mencuat setelah diunggah oleh akun Instagram @drg.mirza.

Manager Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan menceritakan bahwa peristiwa ini bermula pada Jumat (22/8/2025) yang mana RSUP Dr Sardjito menerima seorang pasien rujukan dari rumah sakit di Magelang dalam kondisi kritis.

Saat itu, pasien terindikasi pendarahan lambung sehingga membutuhkan salah satunya penanganan endoskopi. Selain itu, pasien juga diinformasikan sempat henti jantung sebelum akhirnya dirujuk.

Setelah dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, pasien itu ditangani oleh tim anestesi dengan kolaborasi beberapa subspesialis.

"Setelah dirujuk ke Sardjito, pasien dilakukan perbaikan kondisi sebelum  dilakukan tindakan medis lain. Jadi tidak langsung di endoskopi," terang Banu saat konferensi pers, Senin (25/8/2025).

Namun pada Sabtu (23/8/2025) dini hari, lanjut Banu, residen anestesi yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) menyatakan pasien tidak tertolong. Kabar duka itu memicu rasa emosional sesaat dari keluarga pasien.

"Secara spontan, terjadilah kontak fisik yang dialami residen kami yang berjenis kelamin pria inisial Dr. EN. Kontak fisik itu mengenai tangannya. Saat itu, dia sudah menolong pasien dengan melakukan RJP secara maksimal," kata Banu.

Menurutnya, penanganan yang dilakukan oleh residennya juga sudah sesuai prosedur layanan medis dan saat itu dalam supervisi para senior atau Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang menangani pasien.

Diketahui, pasien itu memiliki enam orang anak. Salah satunya adalah seorang dokter subspesialis dari RS lain. Sementara, pelaku kekerasan terhadap residen RSUP Dr Sardjito merupakan saudara perempuan dari dokter tersebut.

Pada Minggu (24/8/2025) pagi, pihak RSUP Dr Sardjito meminta residennya untuk visum. Ini sebagai bukti jika yang bersangkutan ingin membawa kasus ini ke proses secara hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun dalam perkembangannya, ada permintaan maaf dari keluarga pasien. Kemudian, RSUP Dr Sardjito menyampaikan permintaan maaf itu kepada residennya.

"Yang bersangkutan menerima permintaan maaf dari keluarga pasien untuk berdamai dengan membuat surat permintaan maaf yang ditandatangani di atas materai," ungkap Banu. (scp/buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KTM Banyak Lakukan Perubahan di Tes Pramusim, Enea Bastianini Berhasil Pangkas Catatan Waktu di Sirkuit Sepang

KTM Banyak Lakukan Perubahan di Tes Pramusim, Enea Bastianini Berhasil Pangkas Catatan Waktu di Sirkuit Sepang

Meski belum maksimal, Enea Bastianin akui cukup puas dengan catatan waktunya pada tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Legenda Manchester United Beri Peringatan Keras kepada Michael Carrick Setelah Raih 4 Kemenangan Beruntun di Liga Inggris

Legenda Manchester United Beri Peringatan Keras kepada Michael Carrick Setelah Raih 4 Kemenangan Beruntun di Liga Inggris

Legenda Manchester United, Gary Neville, memberi peringatan kepada Michael Carrick soal mewujudkan targetnya. Mereka bertekad untuk finis di empat besar klasemen akhir Liga Inggris 2025-2026.
Bandung bjb Tandamata Resmi Umumkan Perpisahan dengan Sonaly Cidrao Jelang Proliga 2026 Seri Bojonegoro

Bandung bjb Tandamata Resmi Umumkan Perpisahan dengan Sonaly Cidrao Jelang Proliga 2026 Seri Bojonegoro

Bandung bjb Tandamata resmi mengumumkan bahwa mereka telah sepakat mengakhiri kerjasamanya dengan pemain asingnya yakni Sonaly Cidrao di Proliga 2026.
Panduan Lengkap Daftar BSU Rp600 Ribu Februari 2026, Ini Langkah dan Syaratnya

Panduan Lengkap Daftar BSU Rp600 Ribu Februari 2026, Ini Langkah dan Syaratnya

Cara daftar BSU Rp600 ribu Februari 2026 untuk karyawan bergaji di bawah Rp3,5 juta. Cek syarat, alur pendaftaran, dan status kepesertaan BPJS.
Ibunda Mendiang Tika Ungkap Sikap Pesulap Merah saat Umrah, Masalah Rumah Tangga Baru Terbongkar

Ibunda Mendiang Tika Ungkap Sikap Pesulap Merah saat Umrah, Masalah Rumah Tangga Baru Terbongkar

​​​​​​​Ibunda mendiang Tika ungkap sikap Pesulap Merah saat umrah, bongkar fakta nikah siri dan masalah rumah tangga yang baru terkuak jelang sang putri wafat.
Drama Panas Mohan Hazian: dari Panggung Fashion ke Pusaran Kontroversi, Fakta demi Fakta Mulai Terbuka

Drama Panas Mohan Hazian: dari Panggung Fashion ke Pusaran Kontroversi, Fakta demi Fakta Mulai Terbuka

Ia membagikan pengalaman pahitnya saat bekerja sebagai model untuk sesi foto sebuah brand lokal, yang diketahui merujuk pada brand streetwear populer Thanksinsomnia yang didirikan Mohan Hazian

Trending

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Begini deretan kesaksian korban kekerasan seksual yang menyeret nama pemilik Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satunya ternyata kejadian 8 tahun yang lalu.
5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

Berikut 5 fakta baru soal perkembangan kasus Mohan Hazian, sosok di balik merek streetwear lokal kenamaan Thanksinsomnia, yang diduga lakukan pelecehan seksual.
Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Berikut profil lengkap dan perjalanan hidup Mohan Hazian, penulis sekaligus owner brand lokal streetwear Thanksinsomnia terlibat dugaan kasus pelecehan seksual.
Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Owner brand Thanksinsomnia Mohan Hazian terseret kasus dugaan pelecehan seksual. Dugaan tersebut menjadi viral di media sosial. Ini duduk perkaranya.
Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Kali ini datang dari sosok striker muda berdarah Jawa yang mencuri perhatian di Liga Belanda.
AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas pelanggaran keamanan dan ketertiban selama gelaran Kejuaraan Futsal Asia 2026.
Dugaan Oknum TNI Aniaya Ojol di Kembangan, Ini Jawaban Paspampres

Dugaan Oknum TNI Aniaya Ojol di Kembangan, Ini Jawaban Paspampres

Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf. Mulyo Junaidi beri keterangan terkait dugaan penganiayaan pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kembangan, Jakarta Barat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT