News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Pembangunan Huntap Bagi Korban Bencana Sumatera, Pakar Kebencanaan UGM Ingatkan Hal Berikut Ini

Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati menekankan pentingnya pembangunan hunian tetap (huntap) pasca bencana dilakukan di zona aman, jauh dari wilayah rawan banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya. 
Selasa, 16 Desember 2025 - 19:39 WIB
Banjir bandang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Sumber :
  • ANTARA

Yogyakarta, tvOnenews.com - Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menekankan pentingnya pembangunan hunian tetap (huntap) pasca bencana dilakukan di zona aman, jauh dari wilayah rawan banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya. 

Menurutnya, kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi sebaiknya tidak lagi dijadikan area permukiman, melainkan dialihkan untuk konservasi dan rehabilitasi lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, ia menegaskan bahwa kebijakan huntap harus berpijak pada ilmu kebencanaan, mitigasi risiko, pemulihan lingkungan dan tanggung-jawab antar generasi agar pemulihan tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

"Wilayah yang pernah dilanda banjir bandang tidak layak dijadikan lokasi huntap, terutama untuk hunian jangka panjang. Kawasan tersebut seharusnya ditetapkan sebagai zona merah yang difungsikan untuk konservasi dan rehabilitasi," tandas Dwikorita dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).

Mantan Rektor UGM tersebut menuturkan, pembangunan huntap harus diarahkan ke zona aman yaitu memiliki jarak aman dari lereng curam, di luar dari bantaran sungai aktif, serta tetap mempertimbangkan akses air baku dan layanan dasar lainnya.

Sementara, pemanfaatan kawasan rawan hanya dimungkinkan untuk hunian sementara (huntara) dengan batas waktu maksimal tiga tahun dan disertai persyaratan ketat, antara lain tersedianya sistem peringatan dini yang andal, penyusunan dan pengujian rencana kedaruratan, penguatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, pembersihan material rombakan di wilayah hulu, penetapan zona penyangga berupa jalur hijau, serta pembangunan tanggul sungai yang memadai dan berkelanjutan.

"Kawasan rawan masih dapat dimanfaatkan sebagai huntara dengan batas waktu ketat dan sifatnya transisional, bukan sebagai hunian permanen," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dwikorita melihat, rangkaian banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menunjukkan tingginya kerentanan geologi wilayah yang diperparah oleh kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global. Kondisi ini menjadikan bencana geo-hidrometeorologi di Sumatera semakin sering dan berdampak luas.

Disebutkan, banyak wilayah terdampak berada di kawasan kipas aluvial, yaitu bentang alam hasil endapan banjir bandang di masa lalu. Secara geologi, kawasan ini merupakan zona aktif yang menyimpan memori bencana dan tetap berpotensi terlanda kembali dalam rentang waktu puluhan tahun.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apa Itu Voucher Gift Card Digital dan Mengapa Makin Populer Saat Musim Liburan?

Apa Itu Voucher Gift Card Digital dan Mengapa Makin Populer Saat Musim Liburan?

Gift card tidak lagi identik dengan kartu fisik semata, melainkan telah berevolusi menjadi produk digital yang terintegrasi dengan sistem pembayaran ritel modern
Michael Carrick Cuma Butuh Tiga Hari dan Satu Derbi: MU Baru Saja Menyia-nyiakan 14 Bulan Usai Tekuk Manchester City 2-0

Michael Carrick Cuma Butuh Tiga Hari dan Satu Derbi: MU Baru Saja Menyia-nyiakan 14 Bulan Usai Tekuk Manchester City 2-0

Kemenangan atas Manchester City bukan sekadar tiga poin. Di bawah arahan Carrick, Manchester United tampil dengan intensitas, organisasi, dan kepercayaan diri
Jamal Musiala Kembali, Bayern Muenchen Makin Perkasa di Puncak Klasemen

Jamal Musiala Kembali, Bayern Muenchen Makin Perkasa di Puncak Klasemen

Kabar baik datang dari Bayern Muenchen jelang laga lanjutan Liga Jerman 2025/2026. Pelatih Die Roten, Vincent Kompany, memastikan gelandang serang andalannya, Jamal Musiala, berpeluang besar tampil saat menghadapi tuan rumah RB Leipzig.
Ribut Usai Derby Manchester! Gary Neville Disorot, Fans Minta Stasiun Televisi Boikot

Ribut Usai Derby Manchester! Gary Neville Disorot, Fans Minta Stasiun Televisi Boikot

Komentar Gary Neville saat Manchester United mengalahkan Man City memicu amarah fans. Banyak yang menilai sang legenda terlalu bias dan meminta Sky Sports bertindak.
Bernardo Silva Pasrah, Peluang Juara Liga Inggris Disebut Menipis usai Man City Kalah dari MU

Bernardo Silva Pasrah, Peluang Juara Liga Inggris Disebut Menipis usai Man City Kalah dari MU

Manchester City tumbang 0-2 dari Manchester United (MU) di Old Trafford, Bernardo Silva akui peluang juara Liga Inggris kian berat usai performa City dinilai kalah energi.
Rating Pemain MU di Derbi Manchester Kontra Man City, Siapa Paling Tinggi?

Rating Pemain MU di Derbi Manchester Kontra Man City, Siapa Paling Tinggi?

Rating pemain Manchester United (MU) di derbi Manchester kontra Man City.

Trending

Penyebab Meninggalnya Rylan Henry Pribadi Saat Meluncur di Lintasan Ski, Cucu Konglomerat Henry Pribadi Alami Ini

Penyebab Meninggalnya Rylan Henry Pribadi Saat Meluncur di Lintasan Ski, Cucu Konglomerat Henry Pribadi Alami Ini

Kepolisian Jepang ungkap dugaan penyebab Rylan Henry Pribadi (17) cucu dari konglomerat tanah air Henry Pribadi meninggal dunia. Ternyata Rylan terlilit tali...
Kronologi Kecelakaan Rylan Henry Pribadi Saat Meluncur dari Ketinggian, Ditemukan Tergeletak di Lintasan Ski

Kronologi Kecelakaan Rylan Henry Pribadi Saat Meluncur dari Ketinggian, Ditemukan Tergeletak di Lintasan Ski

Kepolisian Jepang ungkap kronologi meninggalnya Rylan Henry Pribadi, cucu dari pendiri Napan Group, Henry Pribadi. Ternyata Rylan alami kecelakaan saat ski..
Profil Henry Pribadi, Keluarga Konglomerat Napan Group Berduka Usai Cucu Kesayangannya Meninggal Dunia

Profil Henry Pribadi, Keluarga Konglomerat Napan Group Berduka Usai Cucu Kesayangannya Meninggal Dunia

Keluarga konglomerat Henry Pribadi tengah berduka. Sang cucu Rylan Henry Pribadi meninggal dunia dalam kecelakaan ski di Jepang. Ini profil Henry Pribadi..
Twitter X Down Massal Jumat Malam, Ribuan Keluhan Pengguna Trending di Media Sosial

Twitter X Down Massal Jumat Malam, Ribuan Keluhan Pengguna Trending di Media Sosial

Twitter X down Jumat malam bikin ribuan pengguna mengeluh tak bisa login. Keluhan soal X error dan Twitter down langsung trending di media sosial.
6 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 18 Januari 2026: Peluang Keberuntungan dan Angka Hoki Aries hingga Virgo

6 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 18 Januari 2026: Peluang Keberuntungan dan Angka Hoki Aries hingga Virgo

​​​​​​​Simak ramalan keuangan zodiak 18 Januari 2026 untuk aries, taurus, gemini, cancer, leo, virgo lengkap peluang rezeki dan angka hoki paling update!
Terungkap, Posisi Terakhir Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang Kontak

Terungkap, Posisi Terakhir Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang Kontak

Kabar buruk datang dari dunia penerbangan. Pasalnya, pesawat Indonesia Air Transport hilang kontak. Pesawat berjenis ATR milik maskapai Indonesia Air Transport
Cucu Keluarga Konglomerat Henry Pribadi Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Ski di Jepang

Cucu Keluarga Konglomerat Henry Pribadi Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Ski di Jepang

Rylan Henry Pribadi (17) cucu dari pendiri Napan Group, Henry Pribadi meninggal dunia. Rylan Henry Pribadi meninggal dunia dalam kecelakaan ski di Jepang..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT