News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Kebencanaan UGM Tekankan Aspek Keselamatan dalam Pembangunan Huntara di Sumatra

Pakar kebencanaan yang juga Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dwikorita Karnawati menilai pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana di Sumatra merupakan langkah penting dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,
Senin, 5 Januari 2026 - 20:08 WIB
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025).
Sumber :
  • Antara

Yogyakarta, tvOnenews,com - Pakar kebencanaan yang juga Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dwikorita Karnawati, menilai pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana di Sumatra merupakan langkah penting dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk memastikan pengungsi dapat segera menempati hunian yang lebih layak.

Ia mengapresiasi progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Dwikorita menegaskan bahwa capaian pembangunan fisik tersebut harus diiringi dengan perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan keamanan, terutama di tengah masih tingginya potensi bencana susulan.

“Progres Huntara patut diapresiasi. Tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh penduduk, pengungsi, serta para pekerja yang terlibat dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berada dalam kondisi aman dan mendapatkan suplai logistik yang memadai,” ujar Dwikorita di Yogyakarta, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan pascabencana. Ketersediaan logistik yang cukup dan akses yang lancar sangat menentukan keberlangsungan proses pemulihan serta mencegah munculnya kerentanan baru.

Dwikorita juga menekankan pentingnya memastikan bahwa rumah dan infrastruktur yang telah dibangun benar-benar berada pada lokasi yang aman.

Hal ini menjadi krusial mengingat potensi longsor, banjir bandang, dan banjir susulan masih tinggi, terutama karena musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret–April 2026.

“Rumah dan infrastruktur yang sudah dibangun harus dipastikan aman dari ancaman longsor dan banjir bandang. Jika aspek ini diabaikan, risiko bertambahnya korban jiwa tetap terbuka, sekaligus berpotensi memutus jaringan transportasi, distribusi logistik, serta merusak kembali infrastruktur yang sudah dibangun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menegaskan bahwa untuk menjamin keamanan tersebut, upaya pencegahan dan mitigasi bencana secara permanen sangat penting dilakukan secara paralel bersamaan dengan pelaksanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tanpa mitigasi yang berjalan seiring, upaya pemulihan dinilai tidak akan efektif dalam jangka panjang.

Ia menekankan bahwa langkah pertama yang bersifat mutlak adalah pemulihan kerusakan lingkungan, yang harus segera dilakukan sebagai prioritas karena membutuhkan waktu yang panjang hingga bertahun-tahun.

Kegagalan dalam pemulihan lingkungan, menurutnya, telah terbukti mempercepat periode ulang bencana dengan daya rusak yang semakin besar.

“Apabila pemulihan lingkungan tidak berhasil, maka periode ulang bencana bisa menjadi semakin cepat dengan magnitude yang jauh lebih dahsyat. Dalam kondisi seperti itu, seluruh langkah mitigasi yang disiapkan dapat ‘kalah’ oleh daya rusak bencana,” jelasnya.

Selain itu, Dwikorita menekankan pentingnya melakukan inspeksi menyeluruh di wilayah hulu sungai sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir bandang. Inspeksi tersebut perlu didukung dengan metode penginderaan jauh, seperti penggunaan drone, pesawat, maupun citra satelit, untuk mengidentifikasi titik-titik atau zona rawan berupa tumpukan sedimen longsoran maupun rontokan batuan yang berpotensi menyumbat aliran sungai dari arah hulu.

Menurutnya, titik-titik atau zona rawan tersebut merupakan “embrio banjir bandang” yang dapat secara cepat berkembang menjadi bencana besar apabila dipicu oleh akumulasi curah hujan tinggi yang mampu menjebol sumbatan atau bendungan alami tersebut.

“Tanpa pemantauan yang memadai di wilayah hulu, ancaman banjir bandang sering kali datang secara tiba-tiba dan sulit terdeteksi dari wilayah hilir. Padahal, tanda-tanda awalnya dapat dikenali lebih dini melalui inspeksi berbasis teknologi,” jelas Dwikorita.

Dwikorita juga menekankan perlunya pemetaan ulang zona-zona rentan, zona bahaya, dan zona risiko terhadap ancaman multi-bencana geo-hidrometeorologi, seperti longsor, banjir bandang, dan banjir, maupun ancaman geologi seperti gempa bumi dan tsunami.

Peta-peta tersebut dinilai sangat vital sebagai dasar penetapan tata ruang pascabencana yang aman dan berkelanjutan.

Penetapan tata ruang pascabencana yang berkelanjutan, lanjutnya, harus menjadi rujukan utama dalam pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) secara ketat.

Selain itu, diperlukan standar bangunan yang disesuaikan dengan tingkat kerentanan lahan dan kondisi lingkungan di lokasi pembangunan.

Dwikorita juga menegaskan pentingnya segera membangun dan mengoperasikan Sistem Peringatan Dini Multi Bencana, khususnya untuk longsor, banjir bandang, dan banjir.

Sistem tersebut perlu tersebar secara memadai di setiap wilayah daerah aliran sungai (DAS) yang rawan, guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Selain aspek teknis dan infrastruktur, Dwikorita menegaskan bahwa edukasi dan literasi kebencanaan kepada masyarakat harus dilakukan secara sistematis, rutin, dan berkelanjutan.

Edukasi kebencanaan tidak boleh bersifat insidental atau hanya dilakukan pada saat tanggap darurat, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembangunan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Pembangunan fisik dan sistem peringatan dini tidak akan efektif tanpa masyarakat yang memahami risiko dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika peringatan disampaikan. Literasi kebencanaan adalah fondasi utama agar upaya mitigasi benar-benar mampu menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Terkait hunian jangka panjang, Dwikorita mengingatkan bahwa perhatian terhadap aspek keamanan tidak hanya berlaku untuk Huntara, tetapi juga harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan dan pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

“Hunian Tetap harus dipastikan aman dari longsor, banjir bandang, dan banjir yang berpotensi terjadi kembali dengan periode ulang kurang lebih 20 tahun. Bahkan, periode ulang ini dapat menjadi lebih singkat, sekitar 10 tahun atau kurang, tergantung pada tingkat kerusakan lingkungan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa tanpa perencanaan berbasis risiko bencana dan kondisi lingkungan, pembangunan hunian permanen justru berpotensi menciptakan siklus bencana berulang di masa depan.

“Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bukan sekadar membangun kembali secara cepat, tetapi membangun dengan lebih baik (build back better), yakni membangun secara lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan dibandingkan kondisi sebelum bencana. Prinsip ini menuntut agar setiap pembangunan pascabencana didasarkan pada pembelajaran dari kejadian sebelumnya, analisis risiko yang matang, serta pemulihan lingkungan yang menyeluruh, sehingga masyarakat tidak kembali menjadi korban pada bencana berikutnya,” pungkas Dwikorita. (buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Fakta Seputar Kontroversi Pandji Pragiwaksono yang Dilaporkan ke Polisi

7 Fakta Seputar Kontroversi Pandji Pragiwaksono yang Dilaporkan ke Polisi

​​​​​​​7 fakta seputar kasus Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
PB HMI: Putusan MK soal Perpol Bersifat Final dan Mengikat

PB HMI: Putusan MK soal Perpol Bersifat Final dan Mengikat

PB HMI menegaskan Putusan MK soal larangan Polri aktif duduki jabatan sipil bersifat final dan mengikat, serta menolak Perpol 10/2025.
BULOG Pecahkan Rekor Penyerapan Gabah hingga Kawal Keberhasilan Swasembada Pangan Nasional 2026

BULOG Pecahkan Rekor Penyerapan Gabah hingga Kawal Keberhasilan Swasembada Pangan Nasional 2026

Perum BULOG menegaskan peran strategisnya sebagai instrumen negara dalam mengawal keberhasilan swasembada pangan nasional tahun 2025. 
Link Live Streaming Proliga 2026: Main Sore Ini, Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN di Pekan Pembuka

Link Live Streaming Proliga 2026: Main Sore Ini, Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN di Pekan Pembuka

Berikut link live streaming Proliga 2026 hari ini, Jumat (9/1/2026) sore WIB.
Persib vs Persija: Teja Paku Alam Tak Mau Kecolongan di El Clasico Indonesia

Persib vs Persija: Teja Paku Alam Tak Mau Kecolongan di El Clasico Indonesia

Teja Paku Alam menegaskan fokus penuh untuk menghadapi Persija Jakarta dalam El Clasico Indonesia, dengan target menjaga Persib Bandung tetap bersaing di atas.
Wardatina Mawa Ogah Damai, Kasus Perzinaan Inara Rusli Memasuki Babak Baru

Wardatina Mawa Ogah Damai, Kasus Perzinaan Inara Rusli Memasuki Babak Baru

Wardatina Mawa tolak damai kasus perselingkuhan dan perzinaan Inara Rusli dengan Insanul Fahmi. Polisi sudah jadwalkan gelar perkara. Simak selengkapnya di sini

Trending

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Berikut bahan rekomendasi teks khutbah Jumat singkat terbaru dengan judul "Mengenal Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj".
Ramalan Keuangan Zodiak Sabtu, 10 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Sabtu, 10 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan keuangan zodiak 10 Januari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces, berisi peluang rezeki dan nasihat finansial.
Polisi Bantah Ammar Zoni Diintimidasi Hingga Diperas Rp3 Miliar: Silahkan Cek Rekening Anggota

Polisi Bantah Ammar Zoni Diintimidasi Hingga Diperas Rp3 Miliar: Silahkan Cek Rekening Anggota

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Cempaka Putih, Komisaris Polisi Pengky Sukmawan, menegaskan tudingan itu tidak benar.
4 Pemain Timnas Indonesia yang Diisukan Masuk Daftar Belanja Persija Jakarta, Nomor Tiga Kasih Kode Keras

4 Pemain Timnas Indonesia yang Diisukan Masuk Daftar Belanja Persija Jakarta, Nomor Tiga Kasih Kode Keras

Kontestan Super League Persija Jakarta dirumorkan tengah membidik beberapa pemain langganan Timnas Indonesia jelang dibukanya bursa transfer bulan Januari ini.
Jadwal Perempat Final Malaysia Open 2026, Jumat 9 Januari: Sabar/Reza Hadapi Ganda Andalan Tuan Rumah

Jadwal Perempat Final Malaysia Open 2026, Jumat 9 Januari: Sabar/Reza Hadapi Ganda Andalan Tuan Rumah

Berikut jadwal perempatfinal Malaysia Open 2026, Jumat (9/1/2026)
Pontang-panting Emil Audero Bantu Cremonese Raih Poin Lawan Cagliari, Media Italia Puji Kiper Timnas Indonesia

Pontang-panting Emil Audero Bantu Cremonese Raih Poin Lawan Cagliari, Media Italia Puji Kiper Timnas Indonesia

Jatuh bangun amankan gawang, Emil Audero sukses bantu Cremonese raih poin kontra Cagliari. Media Italia memuji performa heroik kiper Timnas Indonesia ini.
Nahkoda dan 1 ABK Jadi Tersangka Tenggelamnya Kapal Putri Sakinah

Nahkoda dan 1 ABK Jadi Tersangka Tenggelamnya Kapal Putri Sakinah

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menetapkan dua orang tersangka dalam perkara kecelakaan kapal KLM Putri Sakinah yang terjadi di perairan Manggarai Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT