News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengukuhan Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

Zainal Arifin Mochtar resmi dikukuhkan sebagai guru besar hukum kelembagaan negara pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Pengukuhan berlangsung di Balai Senat UGM pada Kamis (16/1/2026).
Kamis, 15 Januari 2026 - 19:31 WIB
Zainal Arifin Mochtar resmi dikukuhkan sebagai guru besar hukum kelembagaan negara pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (15/1/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

Sleman, tvOnenews.com - Zainal Arifin Mochtar resmi dikukuhkan sebagai guru besar hukum kelembagaan negara pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Pengukuhan berlangsung di Balai Senat UGM pada Kamis (16/1/2026).

Dalam pidato pengukuhannya, salah satu ahli hukum di film Dirty Vote tersebut mengangkat judul "Konservatisme Yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara Yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pidato ini berangkat dari kegundahannya atas reformasi yang melahirkan begitu banyak lembaga negara baru, baik yang benar-benar merupakan lembaga negara independen, maupun lembaga negara yang dibuat khusus untuk menegakkan hukum di Indonesia, seperti Mahkamah Konstitusi (MK). 

Namun lebih dari satu dekade terakhir, satu demi satu mengalami kemunduran bahkan berguguran. Hal ini seiring dengan menguatnya otoritarianisme di Indonesia, atau dalam bahasa yang serupa meski tak sama digambarkan sebagai democratic backsliding, illiberal democracy, authoritarian constitusionalism, authocratic legalism dan berbagai istilah lainnya.

Dalam kasus di Indonesia, seringkali terjadi tarik menarik antara lembaga independen dengan kementerian, DPR, atau aparat penegak hukum konvensional, yang menguji batas otonomi dan fungsi kontrol mereka.

Bahkan lebih jauh, terdapat semacam gelombang perlawanan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga negara konvensional untuk mengambil alih kembali kewenangan yang dulu ia miliki.

Terkhusus pemerintah, oleh karena faktanya kewenangan lembaga negara independen tersebut dulunya merupakan kewenangan eksekutif yang kemudian disapih menjadi kewenangan di lembaga baru yang independen.

Lebih jauh lagi, dinamika politik pasca-reformasi menunjukkan bahwa independensi kelembagaan tidak pernah final. Upaya-upaya melemahkan otonomi lembaga seperti KPK atau KPU menunjukkan bahwa demokratisasi di Indonesia masih berlangsung dalam konteks kontestasi kekuasaan yang terus menerus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam artian, keberadaan lembaga negara independen tidak hanya menjadi produk dari demokratisasi, tetapi juga medan perjuangan untuk mempertahankan demokratisasi itu sendiri.

Dengan demikian, merebaknya lembaga negara independen di Indonesia mencerminkan dua wajah dari proses demokratisasi. Di satu sisi sebagai hasil dari reformasi institusional yang didorong oleh tuntutan akuntabilitas dan keterbukaan.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bijak Bermedia Sosial, Siswa SD Surabaya Dapat Edukasi Literasi Digital

Bijak Bermedia Sosial, Siswa SD Surabaya Dapat Edukasi Literasi Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan untuk memahami dan menggunakan teknologi secara aman dan bijak menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda.
Legenda Manchester United Tak Setuju Michael Carrick Jadi Pelatih Permanen MU: Harusnya Cuma Interim

Legenda Manchester United Tak Setuju Michael Carrick Jadi Pelatih Permanen MU: Harusnya Cuma Interim

Legenda Manchester United, Gary Neville, menekankan bahwa Michael Carrick tidak boleh menjadi pelatih permanen. Menurutnya, Carrick hanya perlu menjadi interim.
Timnas Indonesia Tanpa Jay Idzes dan Kevin Diks di Piala AFF 2026? Ini Kata John Herdman

Timnas Indonesia Tanpa Jay Idzes dan Kevin Diks di Piala AFF 2026? Ini Kata John Herdman

Pelatih John Herdman mengungkap Timnas Indonesia berpotensi tampil tanpa pemain utama seperti Jay Idzes dan Kevin Diks di Piala AFF 2026 karena alasan ini.
Ketum PKR Kritik Pengelolaan Energi Nasional: Masih Syarat Kepentingan hingga Ketergantungan pada Asing

Ketum PKR Kritik Pengelolaan Energi Nasional: Masih Syarat Kepentingan hingga Ketergantungan pada Asing

Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, menyampaikan kritik terhadap praktik pengelolaan energi nasional.
Real Madrid Langsung Cari Pelatih Baru usai Alvaro Arbeloa Alami Kekalahan di Laga Debutnya

Real Madrid Langsung Cari Pelatih Baru usai Alvaro Arbeloa Alami Kekalahan di Laga Debutnya

Real Madrid kabarnya sudah langsung berburu pelatih baru setelah kekalahan dari Albacete. Itu merupakan laga debut Alvaro Arbeloa yang ditunjuk menggantikan Xabi Alonso.
Awas Lupa, Dua Lokasi TransJakarta Ini Jadi 'Juara' Tempat Barang Penumpang Paling Sering Tertinggal

Awas Lupa, Dua Lokasi TransJakarta Ini Jadi 'Juara' Tempat Barang Penumpang Paling Sering Tertinggal

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat ada sebanyak 6.793 barang milik penumpang yang tertinggal di bus maupun halte Transjakarta selama tahun 2025.

Trending

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Syafiq Ali diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).
Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara Kamis (15/1/2026).
Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Medsos sempat dihebohkan dengan kabar hilangnya pendaki di gunung Slamet beberapa waktu lalu. Kini pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal.
Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan aksi Khairun Nisya yang menyamar sebagai pramugari Batik Air.
Agus Saputra Guru di Jambi Akui Lontarkan Kata "Miskin" hingga Berujung Dikeroyok oleh Puluhan Siswanya, Tapi...

Agus Saputra Guru di Jambi Akui Lontarkan Kata "Miskin" hingga Berujung Dikeroyok oleh Puluhan Siswanya, Tapi...

Viral di media sosial video pengeroyokan guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi bernama Agus Saputra oleh sejumah siswanya. Ini pengakuan sang guru..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT