The Quiet Miracle: Sebuah Buku Kisah Nyata Penyintas Kanker dalam Merayakan Harapan, Penerimaan, dan Kekuatan dalam Keheningan
- Istimewa
Semangat yang dilakukan drg. Sulis ini lanjut Rini, ingin dibagikan melalui buku yang dihasilkan dari sebuah percakapan mendalam. Sehingga diharapkam perubahan mindset bagi para penyitas bisa membawa perubahan yang signifikan.
"Perubahan mindset yang fundamental itu yang menjadi spirit utama dari buku ini yang harus sebaiknya di kita sharing, kita sebarkan bahwa kanker itu bukan hukuman, bukan aib yang harus disembunyikan," katanya, menambahkan.
Perjalanan selama dua tahun ini menjadi inspirasi hadirnya judul buku 'The Quiet Miracle', bahwa keajaiban atay miracle bisa diraih dengan kita memahami diri sendiri. Karena ketenangan adalah proses penyembuhan yang cepat.
"Saya menemukan judul ini berdasarkan perjalanan saya menemani dia. Selama perjalanan dua tahun itu, saya banyak mendengarkan cerita dari dia, bahwa sebenarnya keajaiban itu tidak harus dalam bentuk yang heroik, yang berisik,"
Dengan semangat dan cinta yang dibawa dalam buku yang lahir dalam pacuan waktu dan hanya selama 10 hari ini, diharapkan semakin mempercepat proses penyembuhan penyitas kanker.
"Jadi proses menulis buku ini selama 10 hari karena hari itu dia bercerita kepada saya bahwa ada lesi di heparnya gitu. Sementara sepanjang saya tahu bahwa lesi itu berarti kayak lebang, kayak luka yang ada di heparnya. Pada orang lain mungkin itu sesuatu yang tidak begitu menakutkan tapi karena ini pasien kanker bisa jadi itu adalah salah satu gejala metastasis atau penyebaran," ujarnya, menjelaskan.
Melalui peluncuran ini, Yayasan Renjana Widya Santi berharap The Quiet Miracle dapat menjadi sumber penguatan batin, inspirasi, dan harapan, bagi siapa saja yang sedang berjuang, mendampingi, atau belajar memahami kehidupan dengan lebih utuh. Kedua sahabat berupaya menyampaikan pesan bahwa penyembuhan sejati bermula dari hati yang tenang dan penerimaan yang tulus.(chm)
Load more