News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Praktik Bidan di Sleman Diduga Tampung Bayi di Luar Nikah, Pemilik Kontrakan Kira Masih Dititip Orang Tua Biologis

Sebuah tempat praktik bidan di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menjadi sorotan setelah diduga juga melayani tempat penampungan bayi. 
Selasa, 12 Mei 2026 - 20:24 WIB
Penampakan tempat praktik bidan ORP di Gamping, Kabupaten Sleman.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Sebuah tempat praktik bidan di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menjadi sorotan setelah diduga juga melayani tempat penampungan bayi. 

Hal ini mencuat setelah polisi mengevakuasi 11 bayi dari rumah orang tua bidan ORP di wilayah Hargobinangun, Pakem pada Jumat (8/5/2026) lalu. Bayi-bayi tersebut diketahui dilahirkan oleh orang tua biologis mereka dengan bantuan bidan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, rumah yang digunakan sebagai tempat praktik disewanya dari warga sekitar bernama Marwoto (60). 

Pemilik kontrakan mengaku awalnya tidak menaruh rasa curiga terhadap aktivitas di rumah yang disewa untuk praktik kebidanan tersebut.

Ia mengira bayi yang berada di lokasi tempat praktik memang masih menunggu diambil oleh orang tua biologisnya. 

"Saya tahu sebatas, belum diambil dari (orang tua biologis) yang melahirkan itu saja. Tapi yang jelas juga gak tahu, yang penting ada penitipan sebelum diambil katanya seperti itu," kata dia saat ditemui di Gamping, Selasa (12/5/2026). 

Pasalnya, tidak ada suara bising dari tangisan bayi selama berada di tempat praktik bidan tersebut. 

Dikatakan Marwoto bahwa bidan ORP mengontrak rumahnya untuk dijadikan tempat praktik sekitar setahun lamanya. 

"Kurang lebih setahun ini (mengontraknya)," ucapnya.

Pantauan tvOnenews.com di lokasi, tempat praktik bidan itu berada di tengah permukiman warga.

Di bagian teras rumah, terpasang papan nama sekaligus izin resmi. Juga terdapat spanduk besar yang merinci layanan medis, seperti persalinan 24 jam, pelayanan ibu hamil, KB hingga imunisasi. 

Sepengetahuan Marwoto, tempat praktik bidan tersebut buka setiap hari bahkan melayani hingga malam hari bila pasien banyak. 

"(Buka) Setiap hari. (pasien) Ya lumayan banyak," ungkapnya. 

Pasca temuan 11 bayi di Pakem, Marwoto menyatakan tetap mengontrakkan rumahnya di Gamping untuk dijadikan tempat praktik. Sebab menurut sepengetahuannya, tempat praktik bidan tersebut memiliki izin resmi. 

"Nggak masalah. Katanya kan ini (tempat praktik) beda dengan yang di Pakem (penitipan anak). Ini kan masih prakteknya. Katanya aman prakteknya, seperti itu," tuturnya.

Apalagi beberapa hari lalu, aparat kepolisian disebutnya telah mendatangi lokasi rumah kontrakan tersebut untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. 

 

Sosok Bidan

Menurut Marwoto, sosok bidan ORP selama ini dikenal baik. 

"Keluarganya bagus-bagus kok, sering ada apa Jumat berkah dan sebagainya. Bagus secara pribadi," ujarnya. 

Sementara ditanya soal ada pasien yang merupakan pasangan di luar nikah, ia mengaku tidak mengetahui lebih jauh. 

"Wah gak tahu masalah itu," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polresta Sleman mengevakuasi 11 bayi dari sebuah rumah penampungan di wilayah Pakem. 

Dari jumlah tersebut, tiga bayi di antaranya dilaporkan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat sejumlah masalah kesehatan, seperti kelainan jantung, hernia hingga sakit kuning. Sedangkan, bayi-bayi lainnya dalam kondisi sehat. 

Dari pemeriksaan awal polisi, mayoritas bayi tersebut diduga lahir dari hubungan di luar pernikahan.

Sejumlah ibu biologis disebut menitipkan anak mereka disana karena kesibukan. Diketahui, sebagian orang tuanya ada yang masih berstatus mahasiswi. 

"(Asal usul orang tua) ada yang kerja, ada yang masih mahasiswi. Dari informasi yang kami dapat, dari 11 bayi itu, mayoritas memang (lahir) di luar pernikahan," ucap AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Kasatreskrim Polresta Sleman. 

Polisi juga mengungkap bila praktik bidan ORP mengantongi izin resmi. Akan tetapi, mengenai kepemilikan izin tempat penampungan bayi masih didalami lebih lanjut. 

Hingga kini, polisi juga belum melakukan penetapan tersangka lantaran proses penyelidikan terhadap peristiwa ini masih berlangsung. Namun, polisi telah memeriksa 11 orang saksi mulai dari bidan, pengasuh, pemangku wilayah serta orang tua biologis bayi. 

"Jadi kami masih melakukan penyelidikan, pendalaman apakah ada aturan hukum yang dilanggar atau tidak," ujarnya. (scp/buz) 

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Delapan Stasiun Workout Menanti! Bank Mandiri Dukung Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026

Delapan Stasiun Workout Menanti! Bank Mandiri Dukung Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026

ari lintasan lari, peserta beralih ke latihan kekuatan sebelum kembali berlari menuju tantangan berikutnya. Perpaduan itu menjadi inti Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026, ajang yang digelar 20FIT dengan dukungan Bank Mandiri dan Visa pada 7-8 November 2026 di 20FIT Arena, Menteng Prada, Jakarta Pusat.
Veteran Hyundai Hillstate Ini Ungkap Harapan untuk Megawati Hangestri: Tetap Pertahankan Gaya Menyerangmu

Veteran Hyundai Hillstate Ini Ungkap Harapan untuk Megawati Hangestri: Tetap Pertahankan Gaya Menyerangmu

Veteran Hyundai Hillstate ini ungkap harapan untuk Megawati Hangestri: Tetap pertahankan gaya menyerangmu.
Resmi! Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun Jelang Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Resmi! Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun Jelang Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Ranking FIFA Timnas Indonesia turun satu tingkat ke posisi 119 dunia jelang melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, setelah Namibia naik lima posisi. Terkini
Masyarakat Pulau Borang Apresiasi Layanan Kesehatan dan Bansos Bhayangkari Peduli

Masyarakat Pulau Borang Apresiasi Layanan Kesehatan dan Bansos Bhayangkari Peduli

Masyarakat Dusun 4 Pulau Borang, Kabupaten Banyuasin, menyambut antusias program pelayanan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan sosial yang dihadirkan dalam kunjungan kerja Ketua Umum Bhayangkari di Sumatera Selatan.
Masih Ingat Mas Bechi Pemerkosa Santri di Jombang? DPR Desak Penjelasan Imipas Soal Pembebasan Bersyaratnya

Masih Ingat Mas Bechi Pemerkosa Santri di Jombang? DPR Desak Penjelasan Imipas Soal Pembebasan Bersyaratnya

Ketua Komisi XIII DPR desak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk mengkaji atau memeriksa ulang secara mendalam pembebasan bersyarat Mas Bechi.
Polda Metro Jaya Atur Skema Lalu Lintas dan Kantong Parkir Jelang Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

Polda Metro Jaya Atur Skema Lalu Lintas dan Kantong Parkir Jelang Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

Polda Metro Jaya telah merancang skema manajemen lalu lintas di sekeliling kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. 

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Kekuatan Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia menilai skuad Garuda kini menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di GBK.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ditjenpas Jawa Barat menyebut tidak ada temuan atau informasi bahwa eks Kadiv Propam Polri menikmati fasilitas “khusus” di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.
Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Berikut 9 narapidana (napi) perkara besar yang disebut menghuni Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, yang disidak Ombudsman RI, salah satunya Ferdy Sambo.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT