News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Strategi Industri Minuman Kemasan Bertahan dan Tumbuh di 2026

Industri minuman kemasan menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah dan kenaikan biaya impor bahan baku. Penguatan bahan baku domestik, hilirisasi, dan kebijakan adaptif dinilai
Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:41 WIB
Strategi Industri Minuman Kemasan Bertahan dan Tumbuh di 2026
Sumber :
  • ANTARA/HO-ASRIM

tvOnenews.com - Tekanan terhadap industri makanan dan minuman nasional semakin terasa sepanjang 2026. Selain menghadapi pelemahan daya beli masyarakat, pelaku usaha kini dibayangi kenaikan biaya produksi yang terus meningkat akibat tingginya ketergantungan pada bahan baku dan kemasan impor. 

Ketika nilai tukar rupiah berfluktuasi, biaya pengadaan bahan produksi otomatis ikut terkerek, sehingga margin usaha semakin tertekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi ini menjadi tantangan serius bagi industri minuman kemasan yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak sektor manufaktur nasional. 

Banyak perusahaan harus mencari cara agar tetap kompetitif tanpa membebani konsumen dengan kenaikan harga yang terlalu tinggi. Di sisi lain, kebutuhan untuk menjaga investasi dan mempertahankan tenaga kerja juga menjadi prioritas.

Sejumlah pengamat menilai solusi jangka panjang yang perlu ditempuh adalah memperkuat rantai pasok domestik. 

Pengembangan industri bahan baku lokal, percepatan hilirisasi, hingga peningkatan penggunaan kemasan produksi dalam negeri dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Langkah tersebut sekaligus membuat industri lebih tahan menghadapi gejolak kurs dan ketidakpastian ekonomi global.

Industri Minuman Kemasan Tetap Jadi Penopang Manufaktur

Di tengah berbagai tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, industri makanan dan minuman, khususnya sektor minuman kemasan, masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Sektor ini tetap menjadi salah satu pilar utama manufaktur sekaligus penopang konsumsi domestik Indonesia.

Data Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I-2026. 

Industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi 19,07 persen.

Dari angka tersebut, subsektor makanan dan minuman memberikan kontribusi sekitar 7,31 persen terhadap PDB nasional, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama aktivitas manufaktur di Tanah Air.

Meski demikian, Peneliti Senior CORE Indonesia Muhammad Ishak Razak mengingatkan bahwa kualitas pertumbuhan industri masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama terkait kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

"Momentum Ramadan, Lebaran, mobilitas masyarakat, serta konsumsi domestik masih menjadi penggerak utama permintaan industri minuman ringan. Namun demikian, pertumbuhan tersebut masih dibayangi oleh sejumlah tantangan struktural antara lain; pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp17.900 per dolar AS, kenaikan biaya produksi, tekanan inflasi, serta lemahnya daya beli masyarakat yang menjadi tantangan nyata bagi pelaku industri," ujarnya, melansir dari Antara, Sabtu (06/06/26).

Ketergantungan Impor Jadi Tantangan Besar

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Minuman Dalam Kemasan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo, menilai industri belum sepenuhnya kembali ke kondisi ideal meskipun masih mencatat pertumbuhan positif.

Menurutnya, industri makanan dan minuman sepanjang 2025 tumbuh sebesar 6,38 persen. Namun angka tersebut masih berada di bawah capaian sebelum pandemi yang dapat mencapai kisaran 7 hingga 9 persen.

"ASRIM menilai bahwa meskipun industri makanan dan minuman masih mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025 sebesar 6,38 persen. Pertumbuhan tersebut masih berada di bawah level pra-pandemi yang sebelumnya dapat mencapai kisaran 7–9 persen. Sejumlah ekonom juga menilai pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah dan faktor musiman Ramadan-Lebaran, sementara pemulihan daya beli masyarakat belum sepenuhnya kuat," terang Triyono.

Di sisi lain, kenaikan biaya produksi menjadi persoalan yang semakin kompleks. Ketergantungan pada bahan baku dan kemasan impor membuat pelaku usaha sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar. Ketika rupiah melemah, biaya produksi langsung meningkat dan berpotensi menekan profitabilitas perusahaan.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh data inflasi April 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 3,06 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,42 persen.

Penguatan Bahan Baku Lokal Jadi Solusi Jangka Panjang

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim usaha manufaktur tetap kondusif.

Perwakilan Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, mengatakan sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama terhadap perekonomian nasional dengan porsi sekitar 19 persen terhadap PDB pada triwulan I-2026.

"Kami memahami bahwa tekanan ekonomi global juga memberikan tantangan kepada industri makanan dan minuman untuk terus tumbuh. Untuk itu, pemerintah terus berkomitmen mendorong penguatan struktur industri, pengembangan hilirisasi, serta peningkatan daya saing sektor mamin. Kami juga akan terus memperkuat sinergi bersama pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan industri dan penciptaan lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global," ungkapnya.

ASRIM menyambut positif langkah pemerintah tersebut. Organisasi ini berharap kebijakan yang diterapkan ke depan mampu mendukung daya saing industri tanpa menambah beban baru bagi pelaku usaha.

Triyono menegaskan bahwa peluang pertumbuhan industri minuman kemasan masih terbuka lebar. Namun, dibutuhkan penguatan yang berkelanjutan melalui pengembangan bahan baku domestik, kepastian regulasi, dan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dengan keberlangsungan usaha.

"Kami mendorong kebijakan yang adaptif dan konsisten, termasuk penguatan bahan baku domestik, kepastian regulasi, serta keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan usaha. ASRIM mengedepankan dialog konstruktif bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi berbagai kebijakan industri, termasuk cukai dan bea masuk, demi menjaga stabilitas industri, keberlanjutan investasi, dan perlindungan tenaga kerja nasional," pungkasnya.

Dengan penguatan rantai pasok dalam negeri, hilirisasi yang berkelanjutan, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, industri minuman kemasan dinilai memiliki peluang besar untuk tetap tumbuh sekaligus meningkatkan ketahanannya menghadapi tekanan ekonomi global pada masa mendatang. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Betrand Peto Beri Saran Menohok untuk Giorgio Antonio, Singgung Polemik Rumah Sarwendah

Betrand Peto Beri Saran Menohok untuk Giorgio Antonio, Singgung Polemik Rumah Sarwendah

Di tengah memanasnya perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand Peto alias Onyo akhirnya memutuskan untuk menyampaikan isi hatinya kepada publik.
Gempa Cianjur, KAI Sempat Hentikan Perjalanan KA Siliwangi Demi Keamanan

Gempa Cianjur, KAI Sempat Hentikan Perjalanan KA Siliwangi Demi Keamanan

Perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi akhirnya kembali dilanjutkan setelah sempat tertahan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 yang mengguncang wilayah Cianjur pada Sabtu (6/6) malam. 
KDM Sudah Curiga Sejak Awal! Pengendara Motor yang Tak Hafal Plat Nomor Ternyata Residivis Curanmor

KDM Sudah Curiga Sejak Awal! Pengendara Motor yang Tak Hafal Plat Nomor Ternyata Residivis Curanmor

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM ternyata sempat mencurigai pengendara motor berknalpot brong yang ditemuinya di Sumedang. Kecurigaan itu terbukti setelah polisi mengungkap pelaku
Ungkapan Mengejutkan Ruben Onsu Mengaku Pernah Diteror Sihir, Dikirim Kepala Babi hingga Kucuran Darah

Ungkapan Mengejutkan Ruben Onsu Mengaku Pernah Diteror Sihir, Dikirim Kepala Babi hingga Kucuran Darah

Ruben Onsu pernah menceritakan fenomena mistis yang dialaminya di depan Ustaz Muhammad Faizar. Ia mengaku diteror sihir, dikirim kepala babi dan kucuran darah.
Kok Bisa, Nyaris Dibayari Pajak oleh Dedi Mulyadi, Pengendara Motor yang Ditegur di Sumedang Ternyata Residivis Curanmor

Kok Bisa, Nyaris Dibayari Pajak oleh Dedi Mulyadi, Pengendara Motor yang Ditegur di Sumedang Ternyata Residivis Curanmor

Pengendara motor yang sempat ditegur Dedi Mulyadi di Sumedang dan hampir dibayari pajaknya ternyata merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor
Tim Sancang Polres Garut Gulung Sindikat Curanmor, 17 Unit Motor Hasil Curian Disita

Tim Sancang Polres Garut Gulung Sindikat Curanmor, 17 Unit Motor Hasil Curian Disita

Pengejaran terhadap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh Polres Garut membuahkan hasil signifikan. 

Trending

Betrand Peto Beri Saran Menohok untuk Giorgio Antonio, Singgung Polemik Rumah Sarwendah

Betrand Peto Beri Saran Menohok untuk Giorgio Antonio, Singgung Polemik Rumah Sarwendah

Di tengah memanasnya perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand Peto alias Onyo akhirnya memutuskan untuk menyampaikan isi hatinya kepada publik.
Gempa Cianjur, KAI Sempat Hentikan Perjalanan KA Siliwangi Demi Keamanan

Gempa Cianjur, KAI Sempat Hentikan Perjalanan KA Siliwangi Demi Keamanan

Perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi akhirnya kembali dilanjutkan setelah sempat tertahan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 yang mengguncang wilayah Cianjur pada Sabtu (6/6) malam. 
KDM Sudah Curiga Sejak Awal! Pengendara Motor yang Tak Hafal Plat Nomor Ternyata Residivis Curanmor

KDM Sudah Curiga Sejak Awal! Pengendara Motor yang Tak Hafal Plat Nomor Ternyata Residivis Curanmor

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM ternyata sempat mencurigai pengendara motor berknalpot brong yang ditemuinya di Sumedang. Kecurigaan itu terbukti setelah polisi mengungkap pelaku
Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya melalui pengacaranya Elza Syarief, bocorkan data puluhan orang yang terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.
Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Setelah dibekuk Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya bocorkan fakta
Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT