Kategori 77 Relay Jadi Magnet Baru UGM Trail Run 2026, Ribuan Pelari Taklukkan Medan Lereng Merapi
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Ribuan pelari dari berbagai daerah siap meramaikan gelaran UGM Trail Run 2026 yang kembali digelar di kawasan Lereng Merapi.
Dengan mengambil start di Gelora Hargobinangun Kaliurang, ajang lari yang menargetkan 4.000 peserta tersebut akan dilaksanakan pada 27-29 September mendatang.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kategori 77K relay cukup menyedot perhatian pelari karena menghadirkan pengalaman berbeda dalam menalukkan lintasan alam.
Berbeda dengan konsep individu, 77 relay mengusung format estafet terbuka yang mewajibkan setiap tim memiliki satu pelari perempuan. Meski ada inovasi baru, ajang lari ikonik yang diinisiasi oleh UGM bersama komunitas Kagama Lari untuk Berbagi (KLUB) juga tetap mempertahankan empat kategori utama yang menjadi favorit peserta, antara lain 7K, 15K, 30K, dan 50K.
Ketua Panitia UGM Trail Run 2026, Budi Susila menyampaikan bahwa penyelenggaraan UGM Trail Run di tahun ke-6 ini mengusung tiga konsep utama yaitu run, edu, dan care.
Dijelaskan, konsep run tentunya memfasilitasi masyarakat pegiat olahraga lari, khususnya trail run lintas alam. Terlebih saat ini, jenis lari ini peminatnya cukup banyak.
Sementara itu, konsep edukasi yang telah berjalan adalah kolaborasi dengan RSUP dr Sardjito melalui serangkaian acara yang membahas mengenai emergency rescue demi menjaga keamanan para pelari.
"Kemarin, mulai dari pra event sampai hari ini sudah membuat event-event kecil bagaimana mengedukasi penghobi lari agar larinya tetap aman dan nyaman. Kita bekerja sama dengan RSUP dr Sardjito dan para dokter mengadakan talkshow dan praktik yang sifatnya penanganan emergency secara bertahap," jelas Budi dalam konferensi pers di Gelanggang Inovasi Kreatif (GIK) UGM, Sabtu (6/6/2026).
Untuk memfasilitasi pelari, lanjutnya, panitia juga mendatangkan coach bersertifikasi untuk mengadakan edukasi terkait bagaimana berlari dengan nyaman melalui strength training dan core training. Mengingat lokasinya di Lereng Merapi, panitia turut melibatkan beberapa instansi seperti Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengedukasi masyarakat melalui booth-booth expo yang disiapkan.
Adapun melalui konsep care, sebagian uang dari registrasi para peserta disumbangkan untuk beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Pada awal 2026, KLUB telah menyerahkan donasi beasiswa sejumlah Rp 500.202.576 kepada UGM.
"Nanti akan kita gabung perolehannya dengan event internal yang namanya UGM Charity Run pada Desember sehingga bisa bermanfaat bagi mahasiswa dalam menuntaskan perkuliahannya," ucap Budi.
Dari sisi pelaksanaan, Roostian Gamananda selaku Race Director menjelaskan bahwa rute tahun ini dirancang lebih aman dan nyaman dengan mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta yang signifikan.
Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, panitia merekayasa jalur sebelum pelari memasuki rute sempit demi mengurai kepadatan dan mengakomodasi jam-jam kritis.
"Kami memperpanjang jalur awal untuk mengurasi kepadatan peserta sebelum masuk ke rute utama. Jalur-jalur di area rawan juga telah diperlebar dan ditingkatkan keamanannya. Diharapkan peserta pulang dengan pengalaman aman dan berkesan, serta mendapatkan pengetahuan baru mengenai Merapi," jelasnya.
Pasalnya, waktu start berbeda-beda. Untuk kategori trail utama, start dimulai pada Sabtu sore pukul 15.30 WIB. Sehingga, semua Cut-Off Time (COT) jatuh pada Minggu pagi.
Dengan demikian, pelepasan pelari akan dilakukan secara bertahap, yakni kategori 50K start pada malam hari, kategori 30K start pada dini hari, serta kategori 15K dan 7K start pada pagi hari.
Demi keamanan peserta, panitia menyiagakan pos kesehatan dan tim emergency rescue dari RSUP dr Sardjito dan RSA UGM, baik dalam bentuk posko menetap maupun tim bergerak atau mobile.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito menekankan bahwa UGM Trail Run 2026 tidak sekadar event lari pada umumnya, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang membawa misi sosial dan edukatif.
"Saya berharap, UGM Trail Run tahun ini bisa menjadi alternatif untuk kita hidup sehat, otak kita sehat dan peduli, serta bisa menjadi alternatif membangkitkan sebuah bangsa di tengah situasi krisis," ucap Arie. (Scp/Ard)
Load more