News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Operasional Tersendat, 97 Dapur SPPG di DIY Tutup Imbas Dana Belum Cair Hingga Proses Penyelesaian SLHS

Operasional puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersendat. 
Kamis, 11 Juni 2026 - 20:34 WIB
Kondisi dapur SPPG Mantrijeron di Kota Yogyakarta tampak sepi pada Kamis (11/6/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Operasional puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersendat. 

Sebanyak 97 unit dapur yang dipersiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa tutup karena terkendala pencairan dana operasional hingga proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG DIY, Ni Made Dwipanti menyebutkan, setidaknya ada hampir 400 dapur SPPG yang berdiri di 5 kabupaten/kota se-DIY. Sekarang ini, total ada 97 unit dapur yang ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. 

"(Terkait penutupan dapur SPPG) total ada 97 SPPG yang tutup se-DIY. Itu (tutup) per awal Juni ini," kata dia saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (11/6/2026). 

Dari jumlah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY menuturkan bahwa sebanyak 42 SPPG terhenti akibat dana virtual account (VA) belum cair. Serta, 55 SPPG akibat permasalahan lain, termasuk suspend dan kendala administratif atau operasional lainnya. 

Lebih lanjut, Kabupaten Sleman disebut-sebut menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terhenti paling tinggi, yakni 36 SPPG atau sekitar 37,1 persen dari total se-DIY. Disusul Kabupaten Gunungkidul yang menempati urutan kedua dengan jumlah 28 SPPG. 

Penutupan dapur penyedia MBG imbas permasalahan dana VA belum cair terkonsentrasi di Gunungkidul sebanyak 22 unit, Bantul 10 unit dan Sleman. 

"Untuk sisa angka dari total sebaran SPPG masih operasional dan menunggu info pencairan hari ini," ucap Ni Made. 

Sekarang ini, pemerintah daerah setempat terus mengevaluasi dapur SPPG yang sudah ada, seperti dari segi kemampuan dalam penyediaan jumlah porsi hingga kendala lainnya. 

"Kemarin kita juga target untuk pemenuhan SLHS karena itu penting. Jadi, SLHS itu di dalamnya termasuk pengolahan limbah yang memicu misalnya keracunan dan lain-lain," ucap Ni Made. 

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo tersebut membeberkan penghentian dapur SPPG yang dinilai secara sepihak ini menimbulkan masalah baru bagi sekolah yang mendistribusikan kepada siswanya sebagai sasaran penerima program strategis Presiden RI ini. 

"Mereka (sekolah) tidak dikasih tahu, sehingga kemudian ada siswa mungkin sudah tidak sarapan kemudian masuk ke sekolah ternyata SPPG-nya tidak melayani. 

Jadi diputus sepihak. Ini akan jadi bagian kami monitoring dengan koordinator SPPG wilayah ada tindak lanjut. Kalau mau berhenti ya mungkin ada info dulu sehari atau dua hari sebelumnya," tuturnya. 

Operasional yang tersendat ini salah satunya terjadi di SPPG Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Diketahui, dapur tersebut sebagai penyedia MBG, salah satunya SMP Stella Duce 2 Yogyakarta. 

Kepala SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, R.V. Banu Hastha Kunjana menyampaikan sekolahnya pertama kali menerima MBG pada Mei 2025. 

Namun pada 28 Mei 2026, pihaknya mendapatkan informasi dari SPPG di wilayahnya yang menghentikan pelayanannya dalam mendistribusikan MBG ke sekolahnya lantaran adanya pemeriksaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 

Hingga kini, sekolahnya belum menerima MBG lagi dari SPPG tersebut. 

"Sampai hari ini, belum ada info itu (kapan MBG dibagikan lagi)," katanya. 

Disebutkan, total ada 293 siswa sebagai penerima MBG tersebut yang disalurkan lima kali dalam sepekan. 

Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 6 Yogyakarta. SPPG Sleman Depok Caturtunggal 4 sebagai dapur penyedia MBG di sekolahnya diketahui tidak beroperasional sejak awal Mei 2026 lalu. 

"Sejak 5 Mei dan sampai hari ini masih belum beredar lagi MBG-nya," kata Sri Moerni, Kepala SMAN 6 Yogyakarta. 

Dia mengungkap, awalnya SPPG tersebut menyampaikan terhentinya pendistribusian MBG di sekolahnya lantaran dana yang belum cair, disusul penyelesaian fasilitas sanitasi dapur yang belum memenuhi standar. 

"(Penyaluran MBG) Itu kan macetnya beberapa kali. Tanggal 5 Mei itu infonya anggaran belum turun, terus nyambung ada penyelesaian fasilitas dapur sehingga layanan MBG belum bisa dilanjutkan," ungkap Sri. 

Imbas dari penghentian distribusi MBG secara sepihak ini, para siswa di sekolah tersebut akhirnya membawa bekal makanan sendiri, meski ada juga yang jajan di kantin. 

"Karena usia anak SMA ini kan makannya banyak ya akhirnya anak membawa bekal, ada juga yang beli di kantin. Jadi, sarapan itu untuk menjaga stamina hingga istirahat pertama. Selanjutnya, dia membeli di kantin sekolah," ucap Sri. 

Dengan adanya persoalan ini, ia berharap pendistribusian MBG ke sekolahnya bisa lancar kembali dengan kondisi menu yang lebih bervariasi dan disukai siswa.

Terkait persoalan ini, wartawan tvOnenews.com telah menghubungi Gagat Widyatmoko selaku Kepala Regional BGN DIY untuk melakukan konfirmasi terkait hal tersebut.

Akan tetapi, Gagat mengarahkan untuk menghubungi Humas Pimpinan KPPG Sleman yang berwenang untuk wilayah DIY-Jateng. Namun saat dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi hingga berita ini ditulis. (scp/buz) 

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Peluang Jafar/Felisha Perkuat Tim Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Peluang Jafar/Felisha Perkuat Tim Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

PBSI mengungkapkan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta masih berpeluang membela Indonesia di Asian Games 2026 meski dipastikan absen dari Kejuaraan Dunia 2026.
Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok Kenal Lewat Media Sosial, Bertemu di Kontrakan hingga Berujung Cekcok

Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok Kenal Lewat Media Sosial, Bertemu di Kontrakan hingga Berujung Cekcok

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pelaku dan korban mutilasi di Depok ternyata kenal lewat media sosial.
Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Rusak Mimpi Timnas Indonesia

Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Rusak Mimpi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia wajib menang atas Singapura pada pertandingan penentu Grup A Piala AFF 2026. Garuda harus mewaspadai pertahanan solid dan serangan balik lawan.
Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas korban mutilasi di Depok akhirnya terungkap. Ternyata dia sempat dilaporkan hilang oleh istrinya pada 25 Juli 2026.
Heboh Bigmo Ajak Anak-anak Promosikan Vape, Ternyata BNN Sudah Melarang Penggunaannya

Heboh Bigmo Ajak Anak-anak Promosikan Vape, Ternyata BNN Sudah Melarang Penggunaannya

Live Bigmo yang dikecam karena melibatkan anak-anak dalam mempromosikan Vape atau rokok elektrik.
Gempa Terkini: Pulau Karatung Sulut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Kedalaman 10 Kilometer

Gempa Terkini: Pulau Karatung Sulut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Kedalaman 10 Kilometer

Inilah gempa terkini yang terjadi pada Rabu (5/8/2026). Gempa Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pulau Karatung, Sulut.

Trending

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Penyanyi dangdut Wika Salim kembali menjadi perhatian publik setelah membagikan kisah masa lalunya yang penuh perjuangan.
KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang untuk memeriksa pihak lain dalam pengembangan kasus yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari.
Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Kawasan Tanah Merah, Jalan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok digegerkan dengan adanya penemuan karung misterius berisi jasad pria. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT