Lebih dari 1.200 Orang Mahasiswa UAD Diwisuda, Haedar Nashir: Wisuda Harus Menjadi Perekat Relasi
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com – Sebanyak 1.282 wisudawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi dikukuhkan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Pengukuhan ini menjadi tanda kesiapan mereka menginspirasi dan memajukan umat, bangsa, dan negara.
Pengukuhan dilakukan melalui acara Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 UAD. Prosesi wisuda dibuka dengan sidang terbuka senat yang dipimpin oleh Ketua Senat UAD Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T.
Pesan inspiratif disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si pada wisuda tersebut. Menurutnya, wisuda harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi alumni bagi persyarikatan dan bangsa.
“Jadikan wisuda ini sebagai parameter kemajuan UAD sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang membawa prestasi dan kemajuan. Wisuda ini harus menjadi perekat relasi dan menghasilkan lulusan yang berarti memperbanyak kader penggerak Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salamah Orbayinah, M.Kes. menegaskan bahwa wisuda merupakan awal dari perjalanan baru.
“Wisuda bukanlah akhir dari menuntut ilmu, tetapi menjadi awal untuk hidup lebih nyata di dunia yang sesungguhnya. Di UAD telah mengoleksi ilmu, sekarang saatnya menebarkan pengetahuan dengan penuh keberkahan dan terus berdiaspora,” tuturnya.
Senada, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A. mengajak para lulusan untuk menjadi generasi yang membawa perubahan.
“Mudah-mudahan para wisudawan dan wisudawati menjadi Dahlan Muda yang menginspirasi, memajukan kehidupan, serta membawa pencerahan dan kebaikan bagi masyarakat, umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, UAD memberi kesempatan kepada dua wisudawan berprestasi untuk menyampaikan testimoni. Salah satunya adalah Dhita Pratama Putra, Wisudawan Berprestasi Program Studi Fisika yang telah mengoleksi lebih dari 130 penghargaan dan gelar kehormatan.
“Saya berhasil di titik ini sebagai sarjana pertama di keluarga. Saya menyadari bahwa proses kuliah tidak pernah berjalan mudah. Banyak sekali tantangan yang saya hadapi, tetapi dari situ saya belajar arti bertahan, berjuang, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya. (Scp/Ard)
Load more