Karhutla Melanda Perbukitan Imogiri Bantul, 3 Hektare Lahan Dilalap Api
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Bantul, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perbukitan di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (28/8/2026). Sedikitnya tiga hektar lahan dilalap api dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa tersebut diketahui setelah warga melihat kepulan asap tebal membumbung dari kawasan perbukitan.
Selanjutnya, informasi itu dilaporkan kepada perangkat desa setempat kemudian diteruskan melalui grup percakapan hingga diketahui Bhabinkamtibmas Selopamioro, Polsek Imogiri serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Imogiri Kompol Wahyu Elang Elang TB bersama personelnya langsung mendatangi lokasi. Di lokasi, petugas kemudian bergabung dengan Tim Satgas Bencana Alam DIY, Damkar Imogiri, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Selopamioro dan masyarakat untuk melakukan pemadaman.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kondisi medan yang sulit membuat proses pemadaman dilakukan secara manual.
Meski demikian, petugas bersama warga terus berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke area lain.
"Begitu menerima laporan dari warga mengenai titik api di perbukitan Selopamioro, personel Polsek Imogiri langsung turun ke lokasi untuk bergabung dengan tim gabungan dan masyarakat melakukan pemadaman secara manual, serta melokalisasi rambatan api," kata Rita.
Berdasarkan pendataan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektar. Area yang terdampak meliputi perbukitan Lemahrubuh dan Jetis.
Menurut Rita, kondisi vegetasi di kawasan tersebut turut mempercepat perambatan api. Sebab, area perbukitan banyak dipenuhi ranting, dedaunan kering serta pepohonan keras seperti jati dan sonokeling.
"Vegetasi kering berupa ranting dan dedaunan yang menumpuk serta kondisi pepohonan di kawasan tersebut membuat api berpotensi cepat merambat, terlebih jika disertai hembusan angin," ucap Rita.
Meski demikian, kepolisian memastikan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga.
Jarak titik api dengan kawasan permukiman diperkirakan mencapai sekitar 900 meter sehingga tidak ada laporan mengenai warga yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.
Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, tumpukan daun kering dan kondisi lahan yang mudah terbakar masih berpotensi memunculkan kembali titik api.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat kembali kepulan asap atau potensi kebakaran agar dapat segera ditangani oleh petugas," ujar Rita.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan bersama personel Polsek Imogiri juga masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan kondisi kembali aman. (scp/buz)
Load more