News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

UGM Advokasi Hukum Mahasiswa yang jadi Korban Kekerasan dalam Ricuh Demo di Simpang Gramedia

Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan advokasi bagi mahasiswanya yang menjadi korban kekerasan dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kawasan simpang Gramedia, Kota Yogyakarta.
Rabu, 2 September 2026 - 21:08 WIB
Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna (kiri) dan Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito (kanan)
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan advokasi bagi mahasiswanya yang menjadi korban kekerasan dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kawasan simpang Gramedia, Kota Yogyakarta.

Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung hingga Selasa (1/9/2026) malam sempat memanas dan menyebabkan enam mahasiswa terluka, sesak napas hingga trauma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari enam mahasiswa tersebut, lima di antaranya mahasiswa UGM, sementara seorang lainnya merupakan mahasiswa UNY.

Atas insiden tersebut, UGM memastikan mahasiswa terdampak tidak dibiarkan menghadapi persoalan tersebut seorang diri. Kampus menyiapkan pendampingan dan advokasi untuk memastikan hak serta keselamatan mahasiswa tetap mendapatkan perhatian.

"Kemarin teman-teman mahasiswa yang bergerak (ikut demo) sudah kita minta untuk mengumpulkan data-data dari sisi bukti-bukti dan sebagainya. Nanti kita bantu untuk mengawal teman-teman mahasiswa," tutur Hempri Suyatna, Direktur Kemahasiswaan UGM kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data dari UGM, lima mahasiswanya yang terluka inisial NA (24), MMF (24), SK (25), Z (24) dan MT (24). Mereka berasal dari beragam fakultas meliputi hukum, filsafat dan fisipol.

Hempri kemudian menceritakan kronologi kericuhan dalam aksi demonstrasi tersebut. Kebetulan, ia turut membersamai para mahasiswanya saat menyampaikan aspirasi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, para mahasiswa mulai berdatangan di Simpang Empat Gramedia untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran kritisnya atas kondisi sosial, ekonomi dan politik yang terjadi di negeri ini. Saat itu, aksi penyampaian aspirasi berlangsung kondusif.

Namun sekitar pukul 19.00 WIB, situasi langsung berubah mencekam ketika datang sekelompok masyarakat tertentu yang diduga melakukan provokasi.

"Orasi-orasi terhenti dan terjadi sedikit chaos sekitar jam 7 malam. Sebenarnya jam 7.20 malam sudah kembali normal kembali. Jam 8 malam teman-teman mahasiswa nyanyi-nyanyi," ungkap Hempri.

Ia pun mengungkap, situasi kembali memanas sekitar pukul 22.00 WIB ketika aparat kepolisian memukul mundur massa di lokasi. Dalam insiden ini, enam mahasiswa dari dua kampus dilaporkan menjadi korban.

"Mereka tiba-tiba jalan terus ada yang mukul, ada yang menghantam dan lain-lain. Ada yang sempat kena spicy spray. Di awal ada yang kena kemudian di akhir juga ada yang kena," ucap Hempri.

Akibat kekerasan tersebut, enam mahasiswa terpaksa dilarikan ke RS Panti Rapih guna mendapatkan penanganan medis.

Hal ini lantaran mereka mengalami lebam, memar, sesak napas bahkan trauma. Beruntungnya sekitar pukul 00.30 WIB, seluruh mahasiswa diperbolehkan pulang.

Untuk diketahui, terdapat sejumlah tuntutan yang disorot mahasiswa dalam aksi unjuk rasa ini. Pertama, mengenai penanganan bencana alam di Aceh, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kemudian menyoroti kebijakan pemerintah terkait pemakaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih.

Kebijakan tersebut hanya dirasakan oleh masyarakat kaum-kaum elit dan tidak dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah. Hal ini lantaran anggaran untuk program politik tersebut harus mengorbankan anggaran pendidikan. 

Selanjutnya, perihal subsidi yang dijanjikan oleh Prabowo-Gibran seperti pendidikan gratis, BBM gratis hingga transportasi publik gratis, semuanya adalah kebohongan. 

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito berharap insiden ini bisa menjadi perhatian bersama dalam menciptakan Yogyakarta bebas dari tindakan kekerasan sekaligus mencerminkan kebebasan ruang berekspresi dalam melihat situasi sosial, ekonomi dan politik. 

"Kita harus berani untuk mengatakan bahwa Yogya anti teror, Yogya anti kekerasan dan biarkan masyarakat atau mahasiswa itu menyampaikan aspirasinya. Saya yakin bahwa itu bagian dari komitmen dalam merespon situasi terkini," pungkas Arie. (scp/buz)

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mentan Amran: Benih BRMP Padi Subang Hasilkan 10-13 Ton per Hektare

Mentan Amran: Benih BRMP Padi Subang Hasilkan 10-13 Ton per Hektare

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, benih hasil produksi Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Padi) di
Publik Soroti soal AirAsia Gandeng Pegasus, Rute London Jadi Perbincangan di Media Sosial

Publik Soroti soal AirAsia Gandeng Pegasus, Rute London Jadi Perbincangan di Media Sosial

Baru-baru ini publik dihebohkan kabar viral di media sosial terkait maskapai bernama AirAsia. Pasalnya, AirAsia mengambil langkah signifikan dalam memperluas
5 Fakta "Merindu" Mini Album Terbaru Ruth Sahanaya dengan Nuansa City Pop yang Modern

5 Fakta "Merindu" Mini Album Terbaru Ruth Sahanaya dengan Nuansa City Pop yang Modern

Bagi Anda yang penasaran dengan album terbaru ini, berikut deretan fakta menarik di balik peluncuran EP "Merindu" milik Ruth Sahanaya.
Upaya Penanganan, Karhutla di Riau Mulai Tunjukan Hasil Positif

Upaya Penanganan, Karhutla di Riau Mulai Tunjukan Hasil Positif

Polda Riau terus berupaya memitigasi serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hasil China Masters 2026: Sabar/Reza Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar Usai Singkirkan  Ganda Putra Korea Selatan

Hasil China Masters 2026: Sabar/Reza Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar Usai Singkirkan  Ganda Putra Korea Selatan

Hasil China Masters 2026 dari sektor ganda putra yang mempertemukan wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju
US Open 2026: Kembali Berpasangan dengan Erin Routliffe, Aldila Sutjiadi jadi Unggulan ke-9 di Sektor Ganda

US Open 2026: Kembali Berpasangan dengan Erin Routliffe, Aldila Sutjiadi jadi Unggulan ke-9 di Sektor Ganda

Petenis asal Indonesia, Aldila Sutjiadi akan memulai perjuangannya di ajang US Open 2026 pada sektor ganda putri dengan Erin Routliffe dari Selandia Baru.

Trending

Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Kim Da-in dan Megawati Hangestri jadi favorit volimania ketika akun YouTube klub upload video konten dance yang dilakukan pemain Hillstate setelah latihan.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Benarkah gaji Jordan Wilson jauh melampaui Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate meskipun ini merupakan kompetisi profesional pertama sepanjang kariernya?
Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Megawati Hangestri memang belum menjalani debut resmi bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Namun, pevoli berjuluk Megatron itu sudah memiliki rencana untuk mencoba peruntungan di kompetisi Eropa.
Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Jordan Wilson mengungkap proses adaptasinya bersama Hyundai Hillstate di Korea Selatan. Pevoli asal Amerika Serikat itu menyebut Megawati Hangestri sebagai.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Siapa dr. Muhammad Iqbal? Dokter Obgyn yang Viral Diduga Lecehkan Selebgram Lewat DM

Siapa dr. Muhammad Iqbal? Dokter Obgyn yang Viral Diduga Lecehkan Selebgram Lewat DM

Siapa dokter Muhammad Iqbal yang viral setelah diduga mengirim DM tak pantas kepada Leona Kanza? Simak profil, tempat praktik, dan kronologi kasusnya di sini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT