News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Gunung Erupsi Bersamaan Bukan Konspirasi, Pakar Vulkanologi UGM: Proses Alami Geologi

Aktivitas enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan sempat memunculkan dugaan adanya teori konspirasi.
Rabu, 9 September 2026 - 22:46 WIB
Pakar Vulkanologi UGM, Agung Harijoko.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Aktivitas enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan sempat memunculkan dugaan adanya teori konspirasi.

Namun, pakar vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menegaskan fenomena tersebut merupakan bagian dari proses alami geologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar Vulkanologi UGM, Agung Harijoko menilai fenomena sejumlah gunung api mengalami erupsi pada waktu berdekatan tidak cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya konspirasi.

Aktivitas tersebut dapat dijelaskan sebagai bagian dari proses alami geologi yang berlangsung di wilayah Indonesia.

Sebelumnya, pernyataan dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia Nababan menuai sorotan publik lantaran mengaitkan ada faktor lain di balik aktivitas erupsi enam gunung api di sejumlah wilayah Indonesia.

Ulta menyinggung fenomena itu berkaitan dengan proyek penelitian High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

"Kalau saya, sampai saat ini, masih percaya bahwa proses erupsi gunung api itu adalah proses geologi. Jadi tidak ada kaitannya dengan ada teknologi frekuensi atau apa itu," kata Agung kepada awak media dalam acara bertajuk Pojok Bulaksumur, Rabu (9/9/2026).

Dosen Fakultas Geografi UGM menerangkan proses geologi merupakan proses alam di mana dapur magma membangun tekanan, dan tekanannya kemudian menjadi cukup tinggi sehingga bisa menerobos keluar. 

Secara alamiah, aktivitas enam gunung api yang aktif bersamaan sangat mungkin sekali terjadi. Salah satunya terjadi di Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan fenomena yang terjadi di tahun 1883 silam. Agung menilai bahwa tipe erupsi biasanya sangat dipengaruhi oleh jenis magmanya.

Adapun, jenis magma untuk erupsi Gunung Anak Krakatau di tahun 1883 sangat berbeda dengan magma yang dierupsikan di 30 tahun terakhir ini. 

"Magma di tahun 1883 itu mempunyai gas sulfur dioksida (SO2) 70% kandungan. Sedangkan, magma yang dierupsikan di 30 tahun terakhir masih cukup rendah 55%," ungkap Agung.

Secara potensi, tipe erupsinya tentu akan berbeda dan itu bisa dilihat juga dari erupsinya. Selama 30 tahun terakhir ini, erupsinya mempunyai Indeks Eksplosivitas Vulkanik (VEI) 1 sampai 3 sehingga tergolong relatif rendah. Serta, biasanya memang berasosiasi atau disebabkan jika magmanya mempunyai SO2 rendah sekitar 55%. 

Disinggung terkait aktivitas erupsi yang terjadi akan membangun tubuh baru Anak Krakatau, Agung menyebut karena VEI direntang 1-3 sehingga lontarannya juga lokal. Dengan demikian, menumpuk di sekitar pusat erupsinya sehingga morfologinya akan terbangun. 

Namun, yang menjadi permasalahan adalah di mana tubuh gunung api itu berdiri. Menurut studi yang sudah dilakukan, Gunung Anak Krakatau berdiri di atas tepi kaldera dari erupsi 1883, sehingga di bawah itu bukan suatu dataran yang stabil, tapi mungkin karena kaldera mesti ada tebing yang cukup terjal. 

"Kemungkinan itu yang juga menyebabkan mudahnya longsor seperti di 2018. Itu sudah terbukti longsorannya cukup besar bisa menimbulkan ikutan, yaitu tsunami," ucap Agung.

Repotnya, BMKG dalam membangun peringatan tsunami berdasarkan gempa, karena yang dipantau adalah tsunami ikutan dari gempa bumi. Sedangkan, fenomena yang terjadi pada 2018 adalah tsunami ikutan dari longsoran gunung api. 

Disini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga tidak mempunyai data akan ada erupsi besar, karena memang erupsinya hanya berupa longsor.

Maka, harapannya ke depan bahwa perubahan morfologi dari gunung api yang harus dipantau juga untuk menghitung potensi adanya longsoran. 

Terkait dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengarah ke Samudra Hindia ketimbang Pulau Jawa dan Sumatera, Agung menjelaskan bahwa partikel abu vulkanik yang berukuran halus kemudian terbang karena pengaruh arah angin. 

"Kalau bisa dicek juga di situsnya BMKG yang memantau arah anginnya itu ternyata tidak seragam. Di satu titik itu di ketinggian tertentu juga akan berbeda. Ketika abu vulkanik itu erupsinya ke atas sudah mencapai zona tertentu, maka arah anginlah yang akan mempengaruhi ke mana abu itu akan terbang," pungkas Agung. (scp/buz)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT