Sidang Lanjutan Kasus Daycare Little Aresha, Hakim PN Yogyakarta Datangi Langsung Lokasi Dugaan Kekerasa
- Tim tvOne - Nuryanto
Yogyakarta, tvOnenews.com - Sidang lanjutan kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Kota Yogyakarta, kembali digelar dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS) pada Senin siang.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta turun langsung meninjau lokasi kejadian untuk memperkuat pembuktian dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh para terdakwa.
Sidang lapangan ini dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Sunaryanto, didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), penasihat hukum terdakwa, serta menghadirkan tiga orang terdakwa yang merupakan pengasuh daycare, yakni berinisial Heni, Listiarini, dan Zikrul.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung meninjau satu per satu ruangan di dalam bangunan daycare tersebut untuk mencocokkan fakta persidangan dengan kondisi riil di tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam peninjauan ini, para terdakwa juga dimintai keterangan terkait peristiwa kekerasan dan penelantaran anak di bawah umur yang terjadi.
Sebelum agenda pemeriksaan setempat ini, dalam sidang pemeriksaan saksi-saksi sebelumnya telah terungkap sejumlah fakta mengejutkan mengenai tindakan kekerasan yang dialami oleh anak-anak di daycare tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di persidangan diantaranya Tindakan Kekerasan Fisik dimaba Pakaian anak-anak dilepas, lalu tubuh mereka dibedong, bahkan kaki anak-anak tersebut diikat menggunakan tali kain.
Pengikatan ini tetap dilakukan meskipun anak-anak menangis histeris. Kemudian Adanya temuan pemberian makanan yang dinilai tidak higienis bagi anak-anak. Serta Kondisi Ruangan yang Tidak Layak dimana setiap kelas yang berukuran kecil—mulai dari 2x3 meter hingga 4x6 meter—dipaksakan untuk menampung 15 hingga 35 anak.
Kondisi ini semakin diperparah dengan ventilasi udara yang minim dan hanya ditunjang oleh satu unit kipas angin.
Kehadiran majelis hakim ke lokasi disambut baik oleh para orang tua korban yang turut hadir.
Salah satu perwakilan orang tua korban, Dee Anjani, mengungkapkan harapannya agar majelis hakim dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi daycare yang sebenarnya.
"Para orang tua korban berharap majelis hakim bisa melihat fakta secara langsung bagaimana kondisi daycare yang dinilai tidak layak, terutama terkait fasilitas yang ternyata tidak sesuai seperti yang dijanjikan," ujar Dee Anjani.
Load more