Heboh Dua Gelas Es Jerus Dihargai Rp40 Ribu di Malioboro, Wali Kota Yogyakarta: Satpol PP Kami Tugaskan untuk Sweeping
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Harga dua gelas es jeruk yang mencapai Rp40 ribu di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta menjadi sorotan setelah ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).
Sebelumnya, seorang wisatawan curhat di akun Threads @endahree bila yang bersangkutan saat itu membeli makanan siomay seharga Rp10.000 dan ketoprak Rp15.000 di kawasan Malioboro.
Namun saat itu, penjual kuliner tersebut tidak menjual minuman. Sehingga, dia membeli dua gelas es jeruk ke pedagang sekitar.
"Udah tanya, mas mau beli es jeruk 2 berapa ya ? Masnya: 20K. Aku: oke mas. Pas bayar aku kasih 20 ribu. Ternyata masnya bilang lagi 20 ribu satunya, 2 gelas 40 ribu," tulis wisatawan tersebut.
Dugaan praktik nuthuk atau mematok harga yang dinilai terlalu tinggi tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.
Merespon persoalan itu, Walikota Yogyakarta menyatakan telah menugaskan Satpol PP untuk melacak pedagang yang nekat nuthuk di tempat wisata ikonik Yogyakarta tersebut.
"Saya sudah tugaskan pada Pak Kasatpol PP untuk sweeping pedagang-pedagang yang nakal dan saya minta untuk dicari," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (27/10/2026).
Penugasan itu menjadi perhatian di tengah upaya menjaga Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta. Dugaan praktik nuthuk harga dapat menimbulkan kesan negatif bagi wisatawan.
Hasto menduga, dugaan praktik nuthuk dua gelas es jeruk seharga Rp40.000 dilakukan oleh pedagang kaki lima (PKL).
"Saya tengarai dan kemarin saya selidiki bukan yang di warungan, tetapi yang cenderung kaki lima. Maka, hari ini saya suruh Pak Kasatpol PP untuk mencari," kata dia.
Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi setengah tahun lalu. Saat itu, Pemkot Yogyakarta telah mengambil tindakan dengan menempel daftar harga kuliner disertai nomor aduan di tiap warung makan ataupun restoran. Langkah tersebut akan kembali diterapkan untuk mencegah kejadian nuthuk harga tersebut.
"Ke depan, kita perlakukan seperti yang dulu. Kalau warung-warung yang di rumahan kan kita kasih daftar tarif, terus ada nomor WA untuk mengadu seandainya ada yang merasa ditutuk supaya mengadu pada saat itu juga secara real time, supaya kita bisa ke lapangan," tutur Hasto.
Load more