Viral Simbol Warna Dikaitkan Rencana Demo di Yogyakarta Besok, Gubernur DIY hingga TNI-Polri Beri Pesan Tegas
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Simbol warna yang ramai diperbincangkan di media sosial menjelang rencana aksi demonstrasi di Yogyakarta pada Rabu (28/10/2026) menjadi perhatian publik.
Di tengah dinamika tersebut, Gubernur DIY hingga aparat keamanan mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak berujung pada tindakan anarkis, terlebih sampai merusak kawasan cagar budaya.
Imbauan terhadap rencana aksi tersebut muncul setelah demonstrasi di kawasan Gedung DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026) lalu. Peristiwa itu diwarnai pelemparan botol hingga perusakan fasilitas publik, termasuk bangunan legislatif yang berstatus cagar budaya.
Kejadian tersebut menimbulkan gerakan perlawanan yang disimbolkan dalam tiga warna yakni merah, biru dan hijau.
"Sejumlah simbol warna kembali beredar di media sosial menjelang rencana aksi demonstrasi pada 28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda," tulis akun Instagram @socialfeed_id.
Kabar yang beredar menyebut elemen suporter sepak bola di wilayah DIY. Kelompok hijau dari Sleman, Biru dari Kota Yogyakarta dan Merah dari Bantul akan bergerak bersama mahasiswa dan masyarakat dalam aksi 28 Oktober.
Mereka disebut akan bersolidaritas untuk menghadapi kelompok yang dituding terlibat dalam aksi kekerasan terhadap mahasiswa di Gedung DPRD DIY pekan kemarin.
Menurut informasi yang beredar, kelompok yang melakukan dugaan kekerasan itu disebut menggunakan identitas 'jaga warga' dan dituding melakukan pemukulan terhadap massa aksi.
Atas kabar tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa.
"Demo itu kan tidak dilarang. Kalau saya membatasi kan enggak bisa," ujar Sultan kepada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (27/10/2026).
Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga juga menyampaikan hal senada dengan Sultan. Jajaran TNI bersama aparat kepolisian siap mengawal jalannya aksi demonstrasi agar berjalan damai.
"Kami dengan pihak kepolisian tentunya akan mengawal itu. Nanti kalau memang benar ada demo, kita berharap ya demo dilaksanakan secara damai. Jangan sampai ada yang merusak, jangan sampai ada yang anarkis. Saya kira ini satu hal yang baik dalam demokrasi," ucap Drajad.
Dalam pengamanan aksi, Polda DIY berkomitmen mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan berbasis pelayanan. Mengingat, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi oleh undang-undang.
Oleh karena itu, aparat kepolisian hadir di lapangan untuk memastikan agar hak tersebut dapat tersalurkan dengan aman, tertib, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat umum lainnya tidak terganggu.
"Kami dari Polda DIY siap memberikan pelayanan secara humanis agar aksi esok hari dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi para peserta aksi maupun masyarakat Yogyakarta secara luas," ujar Kombes Pol Ihsan, Kabid Humas Polda DIY.
Mantan Kapolres Bantul itu menyampaikan beberapa poin imbauan penting kepada seluruh elemen masyarakat dan peserta aksi.
Pertama, mengutamakan Ketertiban Publik. Kedua, menjaga kawasan cagar budaya. Mengingat jalur aksi melintasi kawasan cagar budaya dan destinasi wisata utama Yogyakarta, peserta aksi diharapkan bersama-sama menjaga fasilitas publik dan berkomitmen tidak melakukan tindakan vandalisme demi menjaga marwah Yogyakarta.
Ketiga, memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sejumlah titik yang menjadi rute pergerakan massa.
Pengalihan ini bersifat dinamis agar aktivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas warga agar tetap berjalan lancar. Peserta aksi juga diharapkan tetap memberikan prioritas jalan bagi kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran.
Di akhir keterangannya, Kabidhumas menegaskan bahwa seluruh personel Polda DIY yang diterjunkan tidak dibekali dengan senjata api maupun peluru tajam. Langkah ini menegaskan komitmen institusi terhadap prinsip kepolisian yang Humanis.
"Mari kita tunjukkan bahwa pemuda dan mahasiswa di Yogyakarta adalah kaum intelektual yang mampu menyampaikan kritik secara tajam namun tetap menjaga sopan santun, ketertiban, dan kearifan lokal. Bersama kita jaga Jogja yang tetap aman, kondusif, dan istimewa," ucapnya.
Polda DIY juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan memantau akun media sosial resmi @poldadiy untuk mendapatkan pembaruan informasi terkini mengenai situasi arus lalu lintas di wilayah DIY. (Scp)
Load more