News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Dipaksa Mengenakan Jilbab di Sekolah, Siswa Kelas X ini Disudutkan oleh 3 Guru Hingga Depresi

Salah satu siswi kelas X SMAN 1 Banguntapan Bantul  DIY, dipaksa mengenakan jilbab ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akibatnya siswi tersebut depresi.
Sabtu, 30 Juli 2022 - 07:21 WIB
Ilustrasi Depresi.
Sumber :
  • tim tvonenews

Bantul, DIY - Salah satu siswi kelas X SMAN 1 Banguntapan Bantul  DIY, dipaksa mengenakan jilbab ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Akibat hal ini, siswi tersebut mengalami depresi.

Pemaksaan untuk mengenakan jilbab ini bahkan dilakukan oleh oknum guru SMA tersebut. Hal ini terungkap ketika Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY), membawa kasus ini ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY, Sleman, Jumat (29/7) kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut koordinator AMPPY, Yuliani selaku pendamping siswi tersebut mengisahkan peristiwa berawal saat siswi tersebut menjalani hari pertama MPLS tanggal 18 Juli 2022. 

Saat itu, siswa yang bersangkutan masuk seperti biasa tanpa mengenakan hijab. "Setelahnya, siswi berusia 16 tahun itu menerima pesan undangan panggilan ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK) via WhatsApp," kata Yuli kepada awak media.

"Tanggal 19 (Juli) menurut WA di saya ini, anak itu dipanggil di BP (BK) diinterogasi tiga guru BP. Bunyinya itu, kenapa enggak pakai hijab?," kata Yuli.

Saat itu, papar Yulis, siswi tersebut menjawab belum berkenan mengenakan hijab. Sekalipun ayahnya sebenarnya telah membelikannya jilbab yang dijual sekolah sebagai salah satu atribut wajib siswa/siswi SMAN 1 Banguntapan.

"Dia belum mau. Itu kan enggak apa-apa, hak asasi manusia," tegas Yuli.

Yuli dalam hal ini berpegangan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, tidak ada kewajiban model pakaian kekhususan agama tertentu menjadi pakaian seragam sekolah.

Sekolah juga tidak boleh melarang jika peserta mengenakan seragam sekolah dengan model pakaian kekhususan agama tertentu berdasarkan kehendak orang tua, wali, dan peserta didik yang bersangkutan.

Namun, lanjut Yuli, di ruang BK, siswi itu mengaku terus dikorek keterangannya hingga merasa tersudut. Akhirnya, oleh salah seorang guru di sana ia dipakaikan hijab.

"Lha terus kamu kalau enggak mulai pakai hijab mau kapan pakai hijab, gitu?" kata Yuli menirukan salah satu pertanyaan guru kepada sang siswi.

"Terus dari situ dia diinterogasi lama dan merasa dipojokkan. Terus yang kedua dia pakain hijab. Dia juga paham mungkin dia nyontoin pakai hijab tapi anak ini merasa tidak nyaman. Jadi merasa dipaksa," sambungnya. 

Siswi itu mengaku, di sela-sela pemeriksaan oleh BK kemudian meminta izin pergi ke toilet. Kata Yuli, siswi itu lalu menangis selama sekitar satu jam.

"Izin ke toilet kok enggak masuk-masuk kan mungkin BK ketakutan terus diketok, anaknya mau bukain pintu dalam kondisi sudah lemas terus dibawa ke UKS. Dia baru dipanggilkan orang tuanya," ungkap Yuli.

Yuli memperkirakan siswi itu mengalami trauma usai dua kali dipanggil oleh BK untuk persoalan yang sama. 

Pada tanggal 24 Juli kemarin ia disebut mengurung diri seharian di kamar rumahnya.

Yuli menambahkan, pada 25 Juli siswi itu jatuh pingsan saat mengikuti kegiatan upacara bendera, namun pihak sekolah tak melaporkan kejadian ini ke pihak wali murid.

Siswi itu sempat tak mau makan setelahnya. Bahkan, anak semata wayang ini tidak mau berbicara kepada orangtuanya.

"Jadi kemarin saya sudah dipertemukan pihak sekolah oleh dinas (Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY). Saya minta dipertemukan, yang datang dinas dan BP. Seolah-olah dia (BK) mengkambinghitamkan bahwa ini adalah ada persoalan di keluarga," urai Yuli.

Padahal, kata Yuli, sudah sejak duduk di bangku SMP, siswi itu tak berhijab. Sehingga baginya argumen masalah keluarga itu tidak valid.

Menimbang ketidaknyamanan siswi tersebut, ke depannya, AMPPY meminta Dinas Pendidikan Bantul turun tangan menangani perkara ini. 

KPAI juga turut dilibatkan untuk membantu manakala siswi tersebut akhirnya terpaksa harus dipindah dari satuan pendidikan tersebut.

"Tapi anaknya jelas sudah sangat trauma ya. Sampai sekarang aja belum masuk. Trauma dia tidak mau sekolah di situ. Okelah pasti nanti kita pindah karena KPAI saya libatkan, ORI juga terlibat karena menurut dilihat fotonya itu si anak depresi berat," imbuh Yuli.

Kini kondisi psikis siswi itu mulai membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi. 

AMPPY tetap menyayangkan kebijakan SMAN 1 Banguntapan, apalagi memungkiri soal pemaksaan pemakaian hijab kepada siswi itu dan soal adanya aturan wajib pembeliannya jilbab di sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemarin, sekolah sempat berdebat bahwa tidak ada pemaksaan. Lalu saya tunjukkan pemaksaannya. Kalau tidak pemaksaan, kenapa sekolah membikin hijab yang ada labelnya sekolah. Dari situ jelas pemaksaan," tegas dia.

"Iya wajib dibeli (di sekolah). Dari situ sudah jelas, kalau dia memaksakan kenapa bikin hijab. Dan itu kan sudah melanggar di aturan PP dan Permendikbud itu kan jelas enggak boleh kayak gitu," pungkasnya. (ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Natalius Pigai Usai Harga Pertamax Naik: Saya Belum Baca Jangan Dipaksa, I Love You

Respons Natalius Pigai Usai Harga Pertamax Naik: Saya Belum Baca Jangan Dipaksa, I Love You

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai buka suara terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. Pigai mengaku belum mengetahui informasi adanya kenaikan BBM tersebut.
Walau Bawa 3 Gelar Persib, Anak Bojan Hodak Justru Pilih Federico Barba Jadi Mentor Terbaik DIbanding Sang Ayah 

Walau Bawa 3 Gelar Persib, Anak Bojan Hodak Justru Pilih Federico Barba Jadi Mentor Terbaik DIbanding Sang Ayah 

Sayangnya, perjalanan Luka Hodak bersama Harimau Malaya hanya sebentar setelah Malaysia tersingkir dari babak penyisihan grup Piala AFF U-19. 
TNI Diduga Gusur Sekolah Demi Kopdes Merah Putih, Natalius Pigai: Tidak Boleh, Sekolah Itu Penting

TNI Diduga Gusur Sekolah Demi Kopdes Merah Putih, Natalius Pigai: Tidak Boleh, Sekolah Itu Penting

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai buka suara soal munculnya dugaan TNI menggusur sekolah demi membangun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Marcus Rashford Tidak Menarik Lagi di Mata Barcelona

Marcus Rashford Tidak Menarik Lagi di Mata Barcelona

Klub sepakbola Spanyol Barcelona memutuskan untuk tidak merekrut Marcus Rashford secara permanen dari Manchester United (MU) pada musim panas ini. Rashford baru saja menghabiskan musim ini sebagai pemain pinjaman di Barcelona, ​​di mana ia mencetak 14 gol dan memberikan 14 assist dalam 49 penampilan.
Media Vietnam Girang Bukan Main, Kemenangan Timnas Indonesia atas Mozambik Ternyata Bawa 'Hadiah' Tak Terduga

Media Vietnam Girang Bukan Main, Kemenangan Timnas Indonesia atas Mozambik Ternyata Bawa 'Hadiah' Tak Terduga

Kemenangan Timnas Indonesia atas Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 ternyata tidak hanya membawa dampak positif bagi skuad Garuda, tapi juga bagi Vietnam.
Tito Karnavian Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi: Saya Agak Kecewa!

Tito Karnavian Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi: Saya Agak Kecewa!

Kasatgas PRR Tito Karnavian meminta daerah pemberi maupun penerima hibah segera menuntaskan seluruh proses administrasi agar bisa mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Trending

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief buka suara soal beredarnya puluhan nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Diantaranya yakni Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang hingga Ibunda Seskab Teddy Indra Wijaya.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi membeberkan hasil pemeriksaan terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dalam dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha.
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Australia dan Kamboja menjadi dua tim terakhir yang bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 dan Thailand yang sudah lebih dahulu menyegel slot babak semifinal Piala AFF U-19 2026. 
Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah terancam kehilangan hak asuh Thalia dan Thania. Ketua Umum Komnas PA Agustinus Sirait, S.E. sebut gugatan Ruben Onsu sah secara hukum.
Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Kehadiran pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik di GBK saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik menjadi sorotan media Vietnam. Mereka kaget bukan main.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT