News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bawa Surat Damai, Tersangka Kasus Atap SD Runtuh di Gunungkidul Datangi Keluarga Korban

Keluarga FA, korban siswa SD Muhammadiyah di Gunungkidul, Yogyakarta, yang meninggal akibat atap ruang kelas runtuh mengaku didatangi tersangka berinisial K 
Rabu, 16 November 2022 - 11:13 WIB
Tersangka runtuhnya atap SD Muhamadiyah di Gunungkidul, datangi keluarga korban membawa surat damai.
Sumber :
  • Tim tvOne - Lucas Didit

Gunungkidul, DIY - Keluarga almarhum FA, korban siswa SD Muhammadiyah, Bogor, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, yang meninggal akibat terkena runtuhan atap ruang kelas beberapa waktu lalu, mengaku didatangi oleh salah satu tersangka berinisial K, pada hari Minggu, (13/11/2022) lalu. 

Kedatangan K bersama tiga orang yang lain membawa tiga lembar surat bermaterai, dimana masing-masing berisi Surat Pernyataan Damai, dan satu lembar lagi adalah surat yang berisi agar keluarga almarhum FA tidak mengajukan tuntutan kepada pihak manapun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paman ibu korban, Gunadi, menyebutkan, K datang bersama 3 orang ke rumah orang tua almarhum. 

"Ia datang bersama istri serta salah satu warga yang dekat dengan sekolah. Kedatangannya membawa surat pernyataan bermaterai, dimana disitu ibu korban diminta untuk menandatangani surta pernyataan damai dan tidak akan menuntut pihak manapun," kata Gunadi, Selasa (15/11/2022).

Meski mengaku tidak ada intimidasi atau tekanan, namun menurut Gunadi, hal tersebut membuat ibu almarhum FA tertekan, dan sekarang menjadi bingung. 

"Keluarga ini kan masih berduka dan trauma, lha kok tersangka malah tahu-tahu datang meminta tanda tangan surat seperti itu," keluhnya. 

Hal senada juga diungkapkan saudara ibunda FA, Bambang Guntawan. Waktu itu pihak keluarga tidak mau menandatangani surat tersebut, dengan alasan keluarga masih berduka dan belum bisa berpikir apa-apa.

"Meski surat ditinggal di rumah ibunda FA, tapi masih kami abaikan. Dan yang pasti kami tidak akan menandatangani surat tersebut. Kami akan mengikuti proses hukum terhadap para tersangka yang sedang berjalan," kata Bambang.

Kendati tanpa disertai ancaman maupun intimidasi, namun niat tersangka dianggap semakin memberikan tekanan pada psikis ibu korban.

Terpisah, Kapolres Gunungkidul,AKBP Edy Bagus Sumantri, menyatakan, penanganan kasus hukum terhadap tragedi atap kelas yang runtuh masih terus berjalan.

"Dua orang yang kami tetapkan sebagai tersangka sudah kami tahan," kata Edy. 

Menurutnya, penahanan terhadap dua tersangka dilakukan sejak Senin (14/11/2022) kemarin. Ia juga menegaskan bahwa kedatangan ke rumah korban ini tidak ada kaitannya dengan surat damai yang diajukan salah satu tersangka ke keluarga korban.

"Kedatangan kami hanya sebatas silaturahmi, sebagai bentuk empati kami terhadap keluarga korban," ungkapnya. 

Sebelumnya dikabarkan, dua tersangka masing-masing berinisial B dan K, dimana keduanya merupakan pelaksana pembangunan gedung SD Muhammadiyah Bogor, yang atapnya runtuh pekan lalu.

Selain mengamankan sejumlah barang bukti, 12 saksi sudah diperiksa, termasuk hasil laboratorium dari tim ahli tehnik sipil UGM terkait kondisi bangunan tersebut.

B dan K disebut sudah mengakui ada kelalaian dalam proses pembangunannya. Keduanya dikenakan pasal 360 dan 359 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk kemungkinan penambahan tersangka, kami masih belum bisa menentukan, proses hukum dan penyidikan masih terus berlanjut," pungkasnya. (Ldhp/Buz) 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lagi Asik Live TikTok Sambil Tantang Tawuran, Ketua Geng Motor Sadis di Makassar Mendadak Ciut Saat Diciduk Polisi

Lagi Asik Live TikTok Sambil Tantang Tawuran, Ketua Geng Motor Sadis di Makassar Mendadak Ciut Saat Diciduk Polisi

Ketua geng motor Waser di Makassar, Al Kaisar (19), ditangkap polisi saat live TikTok untuk janjian tawuran. Ia diduga terlibat penganiayaan dan penculikan
Megawati Hangestri Diakui Beda Level oleh Pemain Termuda Hyundai Hillstate, Begini Pesannya untuk Megatron

Megawati Hangestri Diakui Beda Level oleh Pemain Termuda Hyundai Hillstate, Begini Pesannya untuk Megatron

Megawati Hangestri diakui beda level oleh pemain termuda Hyundai Hillstate, begini pesannya untuk pevoli superstar Indonesia itu.
Buntut Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Kemenimipas Periksa 52 Warga Binaan

Buntut Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Kemenimipas Periksa 52 Warga Binaan

Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan mengatakan, pejabat yang dinonaktifkan merupakan yang memiliki tanggung jawab dalam lapas tersebut.
3 Fakta Terbaru dari Viralnya Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diduga Punya "Fasilitas Mewah"

3 Fakta Terbaru dari Viralnya Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diduga Punya "Fasilitas Mewah"

Ombudsman melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Hasil temuannya jadi viral dimedia sosial hingga mendapatkan respons tegas.dari Menimipas, berikut penjelasannya.
PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Penghormatan Mendiang Guruh Soekarnoputra

PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Penghormatan Mendiang Guruh Soekarnoputra

Rano Karno menyampaikan bahwa masa berkabung ini harus menjadi momentum bersama untuk terus menjaga api semangat dan kepedulian mendiang Guruh Soekarnoputra terhadap rakyat kecil.
Skandal Mesum Pegawai Dapur MBG, Operasional SPPG Surabayan Lamongan Ditutup Total

Skandal Mesum Pegawai Dapur MBG, Operasional SPPG Surabayan Lamongan Ditutup Total

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabayan-Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dipastikan bakal dihentikan secara permanen terhitung mulai Senin, ..

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT