News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pandemi Berkepanjangan, Berkah Rejeki Usaha Jamu Rumahan di Pati

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membawa berkah bagi pelaku usaha jamu tradisional skala rumahan di Pati, Jawa Tengah, pesanan jamu meningkat hingga 50 persen
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:30 WIB
Paguyuban Seger Waras di Desa Pohgading, Kec. Gembong, Pati, Jateng, memproduksi jamu tradisional, Sabtu (23/10/2021)
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat masyarakat semakin giat mencari minuman ramuan tradisional untuk menangkal virus corona. Salah satu minuman yang banyak dicari masyarakat adalah jamu tradisional berbahan rempah rempah, yang selama ini dikenal mempunyai banyak khasiat untuk imun tubuh.

Kondisi ini menjadi peluang manis bagi sejumlah pelaku usaha produksi jamu tradisional. Seperti yang dialami produsen jamu skala rumahan yang tergabung dalam kelompok paguyuban seger waras Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Banyaknya permintaan membuat mereka kewalahan memenuhi pesanan yang melonjak hingga lima puluh persen dibanding sebelum pandemi.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ketua Paguyuban Seger Waras, suhartini, sejak pandemi Covid-19, permintaan jamu rempah-rempah mengalami peningkatan yang lumayan tinggi dibanding sebelum pandemi. Banyaknya pesanan membuat produksi jamu harus digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.


“kenaikannya lumayan tinggi mencapai lima puluh persen. jika biasanya hanya produksi seminggu dua kali, kini dengan adanya permintaan yang tinggi, di masa pandemi ini setiap hari kami harus memproduksi jamu,” kata Suhartini, Sabtu (23/10/2021).
 

Untuk produksi jamu tradisional tersebut, Suhartini melibatkan seluruh anggotanya yang berjumlah 20 orang. Mereka berasal dari Desa Pohgading dan sekitarnya.Namun, dengan adanya permintaan yang tinggi tersebut, Suhartini mengaku mengalami kendala bahan baku, khususnya jahe merah yang kini sulit didapat. Sehingga, pihaknya terpaksa harus mendatangkan dari luar pulau Jawa.

“Untuk memenuhi banyaknya pesanan kami sering kekurangan bahan baku, terutama jahe merah. Ya terpaksa kami harus membeli bahan baku dari Jawa Timur hingga Kalimantan,” ujarnya.

Produk jamu tradisional yang dibuat oleh Paguyuban Seger Waras di antaranya adalah beras kencur, kunyit, kunir putih maupun jamu empon-empon Jawa. Dalam pemasarannya, selain menjual produk jamunya berupa serbuk jamu secara online lewat media sosial, mereka juga menjualnya di toko-toko.

Untuk harga, jamu tradisional buatan Paguyuban Seger Waras ini dibandrol cukup terjangkau, yakni mulai dari sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah per bungkus.

Untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan, produsen jamu skala rumahan di Desa Pohgading yang tergabung dalam paguyuban Seger Waras ini mendapat pembinaan dan pengawasan dari petugas Puskesmas Gembong.

Pembina Paguyuban Seger Waras dari Puskesmas Gembong, Slamet Kurniawan, mengatakan paguyuban tersebut berdiri sejak sebelum pandemi, tepatnya awal 2019 yang merupakan binaan dari Puskesmas Gembong.

“Awal berdiri, paguyuban ini bergerak di bidang sosial. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan produk jamu digunakan untuk kegiatan bantuan kemanusiaan,” ujar Slamet Kurniawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini usaha paguyuban Seger Waras ini tidak hanya bergerak di bidang sosial saja, namun sudah mengarah ke bisnis untuk kesejahteraan anggotanya yang berjumlah 20 orang.

“Kami dari Puskesma Gembong melakukan pembinaan hingga pengurusan izin produksi dan berbadan hukum. Hal ini, untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan, serta dapat menjadi ladang mencari nafkah bagi anggota paguyuban,” pungkasnya.(Abdul Rohim/Buz)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Siaran Langsung MotoGP Spanyol 2026: Bisakah Ducati Rebut Kembali Dominasi dari Tangan Aprilia di Awal Musim?

Jadwal Siaran Langsung MotoGP Spanyol 2026: Bisakah Ducati Rebut Kembali Dominasi dari Tangan Aprilia di Awal Musim?

Jadwal Siaran Langsung MotoGP Spanyol 2026 yang kini mulai memasuki seri Eropa yang akan dibuka dengan rangkaian balapan di Sirkuit Jerez pada akhir pekan ini.
5 Alasan Taisei Marukawa Layak Dinaturalisasi ke Timnas Indonesia, Nomor 3 Sesuai Kriteria John Herdman?

5 Alasan Taisei Marukawa Layak Dinaturalisasi ke Timnas Indonesia, Nomor 3 Sesuai Kriteria John Herdman?

Jika proses naturalisasi Taisei Marukawa benar-benar terjadi, pemain lincah ini bisa menjadi bagian penting revolusi taktik Timnas Indonesia, bahkan berpeluang debut
Surabaya Samator Amankan Juara Ketiga Proliga 2026, Taklukkan Garuda Jaya Straight Game di Leg Ketiga

Surabaya Samator Amankan Juara Ketiga Proliga 2026, Taklukkan Garuda Jaya Straight Game di Leg Ketiga

Atas pencapaian tersebut, Surabaya Samator berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp150 juta, sementara Garuda Jaya sebagai peringkat keempat memperoleh Rp100 juta.
Minta Perencanaan Lebih Efektif, Kemendagri Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dalam Musrenbang RKPD 2027 DIY

Minta Perencanaan Lebih Efektif, Kemendagri Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dalam Musrenbang RKPD 2027 DIY

Sebelum penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan penyusunan APBD Tahun 2027, Kemendagri minta daerah melakukan menajaman dan sinkronisasi dengan pusat.
Ramalan Shio Besok, 24 April 2026: peluang cinta tak terduga menghampiri, naga siap melangkah lebih serius

Ramalan Shio Besok, 24 April 2026: peluang cinta tak terduga menghampiri, naga siap melangkah lebih serius

​​​​​​​Ramalan shio besok 24 April 2026 ungkap peruntungan cinta tiap shio, Kerbau dan Naga paling bersinar dengan peluang asmara terbaik dan hubungan makin harmonis.
Selesaikan Musim di Barcelona Lebih Cepat, Lamine Yamal Tetap Bisa Perkuat Spanyol di Piala Dunia 2026

Selesaikan Musim di Barcelona Lebih Cepat, Lamine Yamal Tetap Bisa Perkuat Spanyol di Piala Dunia 2026

Lamine Yamal terpaksa menepi dari Barcelona sampai akhir musim karena cedera hamstring yang dideritanya. 

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal siaran langsung grand final Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan kembali berjuang untuk terakhir kalinya demi bawa Jakarta Pertamina Enduro pertahankan gelar juara.
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia akan Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa di FIFA Matchday?

Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia akan Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa di FIFA Matchday?

Timnas Indonesia berpotensi diperkuat raja assist asal Jepang yang pernah memperkuat tim kasta teratas Eropa pada FIFA Matchday mendatang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT