News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tapera Justru akan Membuat Pekerja Sulit Memiliki Rumah, Sarbumusi: Rumah adalah Kebutuhan Saat Ini, Bukan 30 Tahun Lagi

Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Konfederasi Sarbumusi) menilai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menjauhkan mimpi buruh untuk mempunyai rumah.
Jumat, 31 Mei 2024 - 16:10 WIB
Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menolak kebijakan Tapera yang dinilai berpotensi merugikan.
Sumber :
  • Sarikat Buruh Muslim Indonesia

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera terus terus menuai penolakan dari berbagai kalangan.

Baru-baru ini, Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Konfederasi Sarbumusi) menilai Tapera dapat semakin menjauhkan mimpi buruh untuk mempunyai rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beban pengeluaran buruh yang besar dan tidak sebanding dengan kenaikan upah tahunan, akan semakin bertambah berat dengan iuran program Tapera.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu pemerintah mengeluarkan PP No. 21 tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

PP ini mengatur agar pekerja membayar iuran untuk perumahan dengan ketentuan iuran  sebesar  0,5% ditanggung oleh pemberi kerja dan 2,5% ditanggung oleh pekerja. Sementara untuk Pekerja Mandiri mengiur sebesar 3% dan ditanggung sendiri. 

Presiden Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, melihat adanya perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah seperti buruh untuk memiliki hunian, tetapi langkah yang diambil tidak tepat dan justru akan berpotensi semakin membebani buruh.

“Program Tapera ini baik dari sisi normatif, tetapi membebani buruh dalam praktik pelaksanaannya nanti.  Kenaikan upah minimum tidak sebanding dengan kebutuhan hidup layak buruh saat ini. Selain itu, kebutuhan buruh akan rumah adalah kebutuhan saat ini, bukan kebutuhan untuk 20 atau 30 tahun mendatang ketika iuran Tapera mereka bisa diambil,” kata Irham, Jumat (31/5/2024).

Irham juga menjelaskan bahwa dalam PP No. 21 tahun 2024 ini juga belum mengatur penghitungan nominal yang akan didapatkan buruh nantinya. 

“PP baru tentang Tapera ini tidak menjelaskan entitlements apa saja yang akan didapatkan buruh nantinya.”

“Apakah hanya akumulasi 3% dari kontribusi buruh dan pemberi kerja, atau ada penyertaan dan dari pemerintah dan atau dana tambahan dari pengelolaan BP Tapera. Hal ini tentu dapat berpotensi adanya misconduct dalam pelaksanaan program ini,” lanjut Irham.

Penghitungan yang ada di peraturan pemerintah tentang Tapera juga tidak jelas dasar penghitungannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara nominal, tidak dijelaskan secara rinci rumah seperti apa yang akan didapatkan pekerja nantinya.

Skema menyediakan rumah melalui skenario hipotek konvensional atau penyediaan rumah bersubsidi jauh lebih baik dan masuk akal karena bisa langsung dinikmati oleh pekerja. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anjlok pada 2026, Penjualan Mobil Domestik China Diprediksi Alami Peningkatan Tahun 2027

Anjlok pada 2026, Penjualan Mobil Domestik China Diprediksi Alami Peningkatan Tahun 2027

Penjualan mobil domestik China diperkirakan bakal mengalami peningkatan pada 2027 mendatang. Padahal, itu sempat mengalami penurunan pada tahun 2026 ini.
Pengakuan Jujur Rizky Ridho usai Diminta Shin Tae-yong Main sebagai Gelandang di Persija Jakarta

Pengakuan Jujur Rizky Ridho usai Diminta Shin Tae-yong Main sebagai Gelandang di Persija Jakarta

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengaku sampai mempelajari cara bermain para gelandang di Eropa demi menjalankan peran baru yang diberikan Shin Tae-yong.
Jorge Martin Disebut Lakukan Kesalahan Fatal, Bos Ducati Buka Suara soal Persaingan Gelar MotoGP 2026

Jorge Martin Disebut Lakukan Kesalahan Fatal, Bos Ducati Buka Suara soal Persaingan Gelar MotoGP 2026

Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai kecelakaan Jorge Martin dalam Sprint Race MotoGP Australia 2026 menjadi kesalahan yang merugikan pembalap Aprilia Racing tersebut. Ia pun turut mengomentari soal persaingan perebutan gelar juara MotoGP 2026.
Pernyataan Kopassus soal Letda Jihad Ahmad Tewas Tertembak di Gudang Senjata, Tegaskan Faktor Pistol Meledak

Pernyataan Kopassus soal Letda Jihad Ahmad Tewas Tertembak di Gudang Senjata, Tegaskan Faktor Pistol Meledak

Kepala Penerangan Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Kolonel Indra Mardianto membantah Letda Jihad Ahmad Al Rasyid meninggal ditembak temannya.
Dari Ruang Belajar hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Dari Ruang Belajar hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Dari ruang belajar hingga potensi lokal, PNM dukung perempuan Pontianak kembangkan usaha.
Radio Show Banjar Patroman 2026 Pecah! Lebih dari 9 Ribu Penonton Nyanyi Bareng NDX AKA

Radio Show Banjar Patroman 2026 Pecah! Lebih dari 9 Ribu Penonton Nyanyi Bareng NDX AKA

Kembali digelar pada Jumat, 16 Oktober 2026, Radio Show Banjar Patroman menampilkan beragam musisi, salah satunya NDX AKA. Ada 9 ribu penonton hadir memeriahkan

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Kasus pembunuhan istri siri di madiun menuai perhatian publik. Sejauh ini, kepolisian Jawa Timur masih mendalami motif tersangka yang kini telah diamankan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT