News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Solusi, Tapera Justru Dianggap Sangat Menakutkan Bagi Serikat Buruh Muslimin: Tidak Ada Jaminan Inflasi, Masyarakat Trauma Dikorupsi

Sarbumusi merasa bahwa beban pengeluaran buruh yang semakin besar akibat berbagai potongan termasuk iuran Tapera tidak sebanding dengan kenaikan upah tahunan.
Jumat, 31 Mei 2024 - 17:36 WIB
Presiden Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, mewakili suara para buruh menyatakan penolakan terhadap kebijakan Tapera.
Sumber :
  • Sarikat Buruh Muslimin Indonesia

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera terus menuai penolakan dari berbagai pihak.

Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Konfederasi Sarbumusi) menilai bahwa Tapera justru menakutkan untuk pekerja dan buruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Presiden Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, beban pengeluaran buruh yang semakin besar akibat berbagai potongan termasuk iuran Tapera tidak sebanding dengan kenaikan upah tahunan.

tvonenews

Belum lagi, tidak dijelaskan dalam PP No. 21 tahun 2024 mengenai jaminan yang akan diberikan kepada peserta Tapera jika terjadi inflasi.

Pasalnya, Tapera akan menerapkan skema tabungan jangka panjang untuk para pekerja agar dapat membeli rumah di masa depan.

"Apa yang menjadi jaminan nilai uang yang terakumulasi nantinya masih senilai sekarang? Karena kalau melihat secara konservatif, inflasi di Indonesia itu 2-3%, jika diakumulasikan selama 20 tahun, artinya inflasinya bisa sampai 50% bahkan 80%, ini sangat berpotensi merugikan buruh. Itu sangat menakutkan sekali," kata Irham kepada tvOnenews.com, Jumat (31/5/2024).

Selain itu, kebijakan Tapera yang diteken oleh Presiden Jokowi juga tidak memuat mengenai benefit atau keuntungan dari kepesertaan Tapera.

Oleh karena itu, Tapera masih dianggap tidak bisa memberikan kepastian bahwa kepada peserta bahwa program ini nantinya baik untuk mereka.

"Belum lagi, PP 21 Tahun 2024 itu tidak mengatur mengenai benefit atau hal-hal apa saja yang akan didapatkan buruh, termasuk apakah ketika setelah 20 tahun itu dana yang diiurkan itu bisa diambil lagi atau ada dana penyertaan dari pemerintah, apakah ada penyertaan dari swakelola BP Tapera dan seterusnya? Itu tidak ada kejelasan, ini berpotensi merugikan buruh,"

Bila Pemerintah nekat memberlakukan PP Tapera ini, Konfederasi Sarbumusi juga mengingatkan adanya risiko instabilitas ekonomi di masa depan dan adanya public distrust terhadap pengelolaan dana publik.

“Kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian dan fragile. Globalisasi, perubahan iklim, postur demografi dan situasi geopolitik serta keamanan global akan membuat dana yang diiur buruh ini akan berada dalam situasi ketidakpastian dan rentan.”

“Belum lagi masyarakat masih trauma terhadap isu korupsi dan hilangnya dana publik yang dikelola oleh beberapa lembaga publik seperti ASABRI beberapa tahun lalu,” Irham menambahkan.

Penghitungan yang ada di peraturan pemerintah tentang Tapera juga tidak jelas dasar penghitungannya. 

Secara nominal, juga tidak dijelaskan secara rinci rumah seperti apa yang akan didapatkan pekerja nantinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Skema menyediakan rumah melalui skenario hipotek konvensional atau penyediaan rumah bersubsidi jauh lebih baik dan masuk akal karena bisa langsung dinikmati oleh pekerja. 

Oleh karena itu, salah satu saran kepada pemerintah untuk program pemenuhan kebutuhan hunian untuk buruh melalui dua strategi, yakni melalui optimalisasi fungsi manfaat layanan tambahan BPJS Ketenagakerjaan dan program perumahan rakyat dengan skema pembiayaan khusus. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Duka! Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia di Yogyakarta, Sempat Alami Demam

Kabar Duka! Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia di Yogyakarta, Sempat Alami Demam

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil DIY, Gandung Pardiman meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta pada Selasa (27/10/2026) pagi hari.
Pemilu Israel Digelar Hari Ini, Apakah Warga Palestina Bisa Berpartisipasi?

Pemilu Israel Digelar Hari Ini, Apakah Warga Palestina Bisa Berpartisipasi?

Muncul sejumlah pertanyaan terkait bagaimana partisipasi warga Palestina dalam Pemilu Israel 2026 yang akan digelar pada hari ini, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ternyata Ini yang Buat Keluarga Korban Percaya Ibu-Anak di Madiun Hilang, Terduga Pelaku Lakukan Hal Tak Terduga

Ternyata Ini yang Buat Keluarga Korban Percaya Ibu-Anak di Madiun Hilang, Terduga Pelaku Lakukan Hal Tak Terduga

Ternyata hal inilah yang membuat keluarga korban percaya bahwa ibu dan anak di Madiun menghilang, bukan dibunuh. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan terduga pelaku, yakni DBM ternyata ikut membuat laporan.
Diejek Thierry Henry usai Dapat Kopa Trophy 2026, Lamine Yamal: Saya Harap Pau Cubarsi yang Menang

Diejek Thierry Henry usai Dapat Kopa Trophy 2026, Lamine Yamal: Saya Harap Pau Cubarsi yang Menang

Lamine Yamal mendapatkan ejekan dari Thierry Henry setelah mendapatkan Kopa Trophy 2026. Itu menjadi gelar ketiganya di kategori ini dalam kariernya.
Kemenhaj Buka Suara Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik Arab Saudi-Houthi

Kemenhaj Buka Suara Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik Arab Saudi-Houthi

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan 48.969 jemaah umrah Indonesia masih beribadah secara khusyuk di tengah perang Arab Saudi dan Houthi Yaman.
Terungkap! Siasat Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak di Madiun, Sempat Buat Laporan Orang Hilang

Terungkap! Siasat Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak di Madiun, Sempat Buat Laporan Orang Hilang

Sebelum diamankan kepolisian, pelaku pembunuhan terhadap istri dan anak di Madiun, Jawa Timur ternyata sempat dampingi keluarga korban buat laporan orang hilang

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT