News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akui Tujuan Tapera Baik, Anggota DPR RI Soroti Kekurangan Pemerintah: Masyarakat Tidak Ikhlas Uangnya Dipotong

Anggota Komisi IX DPR RI mengatakan bahwa ide dasar Tapera yang diteken Presiden Jokowi sebenarnya mulia karena sesuai amanat konstitusi, tetapi ada kekurangan.
Sabtu, 1 Juni 2024 - 08:33 WIB
Anggota Komisi IX DPR Darul Siska soroti kekurangan pemerintah dalam kebijakan Tapera yang menuai penolakan dari masyarakat.
Sumber :
  • Tagkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska merespons kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang menuai banyak penolakan dari masyarakat.

Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa ide dasar Tapera yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya mulia karena sesuai amanat konstitusi, yang mana negara akan membantu masyarakat mendapatkan rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Darul, rumah yang layak membantu masyarakat untuk hidup yang layak pula serta akan dapat mengurangi risiko stunting bagi keluarga tertentu.

tvonenews

“Misalnya dalam rumah yang sehat mencegah lahirnya anak yang berisiko stunting," ujar Darul dikutip dari Antara, Sabtu (1/6/2024).

Sayangnya, kebijakan Tapera nyatanya menuai berbagai protes baik dari kalangan pekerja atau pengusaha.

Darul menilai, adanya penolakan dari masyarakat tersebut bisa jadi karena berbagai hal seperti pembuatan peraturan pemerintah yang kurang memperhatikan aspirasi pemangku kepentingan.

Selain itu, kurang sosialisasi ke masyarakat, dinilai tidak tepat waktu, hingga adanya kecurigaan berulangnya kasus di lembaga yang mengelola uang masyarakat.

"Masyarakat tidak mengetahui program dan manfaatnya, masyarakat tidak mau atau tidak Ikhlas uangnya dipotong," ujar Darul.

Oleh karena itu, di tengah tingginya penolakan, Darul menyarankan kepada pemerintah agar bisa duduk bersama dengan semua pihak terkait untuk kembali menyerap aspirasi terkait kebijakan tersebut.

“Selain itu, kebijakan ini juga perlu disosialisasikan secara masif,” tutur Darul.

Regulasi mengenai Tapera diteken oleh Presiden Jokowi pada Senin (20/5) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 21/2024 yang merupakan perubahan dari PP 25/2020.

Klasifikasi kelompok yang wajib mengikuti program ini yakni ASN, TNI, Polri, pekerja BUMN/BUMD, serta pekerja swasta.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa pemberi kerja wajib membayar simpanan peserta yang menjadi kewajibannya, dan memungut simpanan peserta dari pekerja.

Adapun besaran iuran ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan penghasilan untuk peserta pekerja mandiri.

Untuk peserta pekerja ditanggung bersama antara perusahaan dengan karyawan masing-masing sebesar 0,5 persen dan 2,5 persen, sedangkan peserta pekerja mandiri menanggung simpanan secara keseluruhan.

Peserta yang yang termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memperoleh manfaat berupa kredit pemilikan rumah (KPR), kredit bangun rumah (KBR), dan kredit renovasi rumah (KRR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun dan suku bunga tetap di bawah suku bunga pasar.

Dana yang dihimpun dari peserta akan dikelola oleh Badan Pengelola Tapera sebagai simpanan yang akan dikembalikan kepada peserta.

Menparekraf Sebut Iuaran Tapera Harus Tebang Pilih

Sebelumnya, Menparekraf RI Sandiaga Uno skema iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan dipungut melalui pemotongan gaji tidak seharusnya dipukul rata berlaku bagi semua pekerja dan perusahaan.

Sandiaga menilai,setiap pekerja dan perusahaan memiliki kemampuan finansial yang berbeda apalagi di tengah situasi ekonomi yang menantang dan biaya hidup yang tinggi saat ini, khususnya bagi masyarakat kelas bawah.

Sandiaga yang merupakan founder perusahaan investasi Saratoga Investama Sedaya itu menekankan pentingnya mencari solusi tepat agar beban iuran tidak hanya ditanggung pekerja atau pemerintah semata.

“Ada beberapa perusahaan yang sudah siap karena bisnisnya menghasilkan cash yang banyak. Namun, ada juga yang mengalami tantangan terutama padat karya. Ini harus dicari sebuah equilibrium-nya,” kata Sandiaga Uno dilansir dari Antara, Jumat (31/5/2024).

“Mungkin tidak bisa suatu kebijakan dipukul rata ke semua industri, tetapi harus dipilih mana industri yang bisa dan mana yang enggak,” sambung dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Sandiaga juga mengakui bahwa kebutuhan perumahan rakyat merupakan keniscayaan. Apabila kebijakan ini terus ditunda maka Gen Z menurutnya tidak akan pernah bisa memiliki rumah.

“Memang ini pil pahit yang harus kita ambil, tapi kita semua harus sama-sama. Pemotongannya tidak bisa dibebankan ke seluruh pihak," tegasnya. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali Histeris, Hotman Paris Siap Biayai Sekolahnya

Viral Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali Histeris, Hotman Paris Siap Biayai Sekolahnya

Viral anak dari pria terduga pencuri ayam tewas direkoyok massa di Bali Histeris, Hotman Paris akui siap untuk membiayai sekolahnya.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 28 Juli 2026: Aries hingga Scorpio Raih Keberuntungan Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 28 Juli 2026: Aries hingga Scorpio Raih Keberuntungan Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 28 Juli 2026: Ada Aries hingga Scorpio yang berpeluang merain keberuntungan tak terduga.
Anak Korban Alami Trauma, Komnas HAM Lindungi Keluarga Terduga Pencurian Ayam

Anak Korban Alami Trauma, Komnas HAM Lindungi Keluarga Terduga Pencurian Ayam

Keluarga terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok massa di Baturiti, Kabupaten Tabanan mendapatkan pendampingan dari Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Wilayah Kerja Provinsi Bali.
Kota Madiun Juara Umum MMA Wali Kota Cup 2026, Bidik Porprov dan Kejurnas

Kota Madiun Juara Umum MMA Wali Kota Cup 2026, Bidik Porprov dan Kejurnas

Kejuaraan Mixed Martial Arts (MMA) bertajuk Adu Wani Piala Wali Kota Cup 2026 resmi berakhir dengan sukses.
Tangisan Pilu Anak Perempuan Iringi Jasad  Sang Ayah yang Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam

Tangisan Pilu Anak Perempuan Iringi Jasad Sang Ayah yang Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam

Potongan video tangisan bocah perempuan yang menangisi kepergian ayahnya yang tewas dihakimi massa usai kepergok maling ayam viral di media sosial (medsos).
Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Warga yang mengetahui aksi KD langsung mengamankannya. Kabar adanya maling ayam yang tertangkap basah langsung tersebar hingga warga terus berdatangan.....

Trending

Imbas Bentrokan di Jalan Tambak, Massa dari Kelompok Korban Tewas Mendatangi Polsek Menteng Malam-malam

Imbas Bentrokan di Jalan Tambak, Massa dari Kelompok Korban Tewas Mendatangi Polsek Menteng Malam-malam

Sekelompok massa mendatangi Polsek Metro Menteng pada Minggu malam usai terjadinya bentrokan di Jalan Tambak. Polisi memastikan bahwa kondisi dapat dikendalikan.
Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Warga yang mengetahui aksi KD langsung mengamankannya. Kabar adanya maling ayam yang tertangkap basah langsung tersebar hingga warga terus berdatangan.....
Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, angkat bicara terkait tewasnya pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Bali.
Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Polisi mengungkap kronologi bentrokan di Menteng yang diduga dipicu aksi geber motor di dekat gerobak nasi uduk. Tiga orang diamankan, satu korban meninggal dunia diamuk massa.
Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ada laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Polres Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas. 
Tangisan Pilu Anak Perempuan Iringi Jasad  Sang Ayah yang Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam

Tangisan Pilu Anak Perempuan Iringi Jasad Sang Ayah yang Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam

Potongan video tangisan bocah perempuan yang menangisi kepergian ayahnya yang tewas dihakimi massa usai kepergok maling ayam viral di media sosial (medsos).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT