News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Parah! Angka PHK Indonesia Ternyata Tiga Kali Lipat dari Data Pemerintah, Cari Kerja Makin Susah: Harus Good Looking dan Syarat Agama?

Aktivis Buruh Mirah Sumirat mengungkapkan, gelombang PHK yang terjadi diperparah dengan situasi semakin memburuk akibat berbagai faktor eksternal dan internal.
Kamis, 8 Agustus 2024 - 10:41 WIB
Aktivis Buruh Mirah Sumirat dalam acara Indonesia Business Forum tvOne yang bertajuk 'Ekonomi Melemah, Daya Beli Semakin Payah'.
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi manufaktur di Indonesia yang belakangan ini mengalami penurunan yang signifikan, membawa dampak buruk berupa gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang semakin meluas.

Aktivis Buruh Mirah Sumirat mengungkapkan, gelombang PHK yang sudah mulai terjadi sejak akhir 2019 diperparah dengan situasi semakin memburuk akibat berbagai faktor eksternal dan internal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu sebagaimana disampaikan dalam Indonesia Business Forum tvOne yang bertajuk 'Ekonomi Melemah, Daya Beli Semakin Payah'.

"Di akhir 2019, PHK sudah mulai terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan ini, mulai dari kerugian perusahaan hingga Covid-19 di tahun 2020. Munculnya Undang-Undang Cipta Kerja membuat situasi semakin tidak terkendali dan banyak sekali kawan-kawan yang kesulitan mencari pekerjaan," ujar Mirah, dikutip Kamis (8/8/2024).

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) itu mengatakan, kondisi tersebut diperparah dengan sulitnya lapangan pekerjaan yang tersedia.

Ia pun menyoroti berbagai persyaratan yang tidak relevan dalam banyak tawaran pekerjaan. 

"Ada persyaratan-persyaratan aneh seperti batas usia dan penampilan fisik yang membuat pencarian pekerjaan menjadi lebih sulit. Bahkan, ada syarat agama yang menambah kesulitan bagi pencari kerja," tambahnya.

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja, hingga pertengahan tahun 2024, tercatat sebanyak 32.064 pekerja terkena PHK. Angka naik naik 21,4% dari periode yang sama tahun 2023 yang sebanyak 26.400 orang.

Namun, data dari pihak buruh menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi tiga kali lipat, mencapai sekitar 80.000 orang lebih.

Ketidaksesuaian data ini disebabkan karena banyak perusahaan yang tidak melaporkan kondisi sebenarnya kepada pemerintah.

"Pemerintah, melalui Kementerian Tenaga Kerja, mendapatkan datanya dari BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, banyak pengusaha yang tidak melaporkan perjanjian PHK ke dinas terkait, dan ada banyak perusahaan yang tidak terdaftar di BPS Ketenagakerjaan. Jadi saat data pemerintah menunjukkan 26.000, sementara data kami sekitar 80.000 dan itu valid," tegas Mirah.

Permendag No. 8 Tahun 2024 Semakin Memperburuk Keadaan Ekonomi?

Selain masalah internal, kebijakan pemerintah juga dirasa semakin memperburuk kondisi industri manufaktur. 
Mirah menyoroti Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  yang mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024. Kebijakan yang membuka keran impor secara bebas ini berdampak besar pada sektor tekstil dalam negeri.

"Ya, tentu saja. Kebijakan ini membuat pabrik tekstil tutup karena barang impor sejenis lebih murah. Sebagai contoh, cek saja di pusat perbelanjaan, bahkan baju harganya Rp15.000, sementara produksi lokal jauh lebih mahal," ujar Mirah Sumirat. 

Ia menambahkan, dengan adanya peraturan tersebut membuat banyak pabrik tekstil yang tidak mampu bersaing dengan harga barang impor yang jauh lebih rendah, sehingga terpaksa menutup operasinya.

Aktivis buruh berusia 50 tahun itu lantas menekankan pentingnya keterlibatan rakyat dan stakeholder dalam pembuatan regulasi. Menurutnya, pemerintah seringkali absen dalam mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap rakyat.

"Pemerintah harus hadir untuk rakyat, bukan hanya hadir saat peresmian jembatan atau ke sawah-sawah. Ketika membuat regulasi, pemerintah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap rakyat," tegasnya.

Ia juga mengkritik proses pembuatan Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja yang disahkan tanpa melibatkan pekerja dan pengusaha. Menurutnya, regulasi seperti ini hanya akan semakin memperburuk kondisi tenaga kerja di Indonesia. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengamat Desak Kejagung Ungkap Sosok Penyelenggara Negara yang Terlibat dalam Korupsi Sang Konglomerat Samin Tan

Pengamat Desak Kejagung Ungkap Sosok Penyelenggara Negara yang Terlibat dalam Korupsi Sang Konglomerat Samin Tan

Pengamat desak Kejagung mengungkap sosok penyelenggara negara yang terlibat dalam kasus korupsi penambangan batu bara ilegal di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ribuan Warga Gelar Aksi Depan Kedubes AS, Doakan 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Ribuan Warga Gelar Aksi Depan Kedubes AS, Doakan 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Sejumlah peserta datang bersama keluarga. Di tengah kerumunan tampak beberapa warga membawa bayi dan anak-anak kecil
Inter Milan Wajib Waspada! Mesin Serang AS Roma Pulih Tepat Waktu dan Siap Menebar Ancaman di Giuseppe Meazza

Inter Milan Wajib Waspada! Mesin Serang AS Roma Pulih Tepat Waktu dan Siap Menebar Ancaman di Giuseppe Meazza

Matias Soule diperkirakan akan tampil sejak menit awal saat AS Roma menghadapi Inter Milan di Giuseppe Meazza. Kabar ini memberi warna baru bagi Giallorossi.
Pemakaman Kopral Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni Berjalan Kidmat

Pemakaman Kopral Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni Berjalan Kidmat

Upacara pemakaman Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon, di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketar-ketir, Lawan Garuda di FIFA Matchday, hingga Nasib Dean James

Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketar-ketir, Lawan Garuda di FIFA Matchday, hingga Nasib Dean James

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: media Vietnam takut satu grup di Piala Asia 2027, spekulasi lawan FIFA Matchday, hingga Dean James diparkir.
Inter Milan Full Senyum Jelang Hadapi AS Roma! Lautaro Martinez hingga Henrikh Mkhitaryan Comeback di Laga Krusial Penentu Scudetto

Inter Milan Full Senyum Jelang Hadapi AS Roma! Lautaro Martinez hingga Henrikh Mkhitaryan Comeback di Laga Krusial Penentu Scudetto

Henrikh Mkhitaryan dipastikan masuk dalam skuad Inter Milan untuk menghadapi AS Roma di San Siro. Kabar ini menjadi angin segar bagi Nerazzurri.

Trending

Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Satu pemain abroad Timnas Indonesia mendadak menghilang setelah gelaran FIFA Series 2026. Sebelumnya, Justin Hubner juga telah menghilang karena skandal yang tengah terjadi di Liga Belanda.
Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut. Para orang tua siswa datangi Ombudsman.
Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Penampilan gemilang Megawati Hangestri menjadi sorotan usai Jakarta Pertamina Enduro menaklukkan Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Catatan Penting Bulent Karslioglu untuk Megawati Hangestri Dkk Usai Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Catatan Penting Bulent Karslioglu untuk Megawati Hangestri Dkk Usai Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro berhasil bangkit saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Belum Juga Dinaturalisasi, Calon Striker Timnas Indonesia Ini Sudah Mimpi ke Piala Dunia 2030

Belum Juga Dinaturalisasi, Calon Striker Timnas Indonesia Ini Sudah Mimpi ke Piala Dunia 2030

Striker muda Luke Vickery yang belum dinaturalisasi sudah berani bermimpi bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030. Begini katanya.
Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Sebanyak tiga pemain Timnas Indonesia resmi dicoret dari daftar susunan pemain klub mereka di Liga Belanda setelah polemik administrasi Paspoortgate mencuat.
Pelatih Popsivo Polwan Ungkap Biang Kerok Bisa 'Dipermalukan' Megawati Hangestri Cs di Final Four Proliga 2026

Pelatih Popsivo Polwan Ungkap Biang Kerok Bisa 'Dipermalukan' Megawati Hangestri Cs di Final Four Proliga 2026

Pelatih Jakarta Popsivo Polwan, Darko Dobriskov mengungkapkan biang kerok timnya bisa kalah dari Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro di laga lanjutan final four Proliga 2026 seri Surabaya
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT