News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggaran BNPB Diusulkan Rp1,887 Triliun, Tapi DPR Minta Tambah untuk Antisipasi Megathrust: Gempa Besar Jogja jadi Contoh

Anggota Komisi VIII DPR RI, My Esti Wijayati mengusulkan agar anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna menghadapi potensi Megathrust ditambah.
Jumat, 23 Agustus 2024 - 18:01 WIB
Ilustrasi Peta zona gempa megathrust Mentawai-Siberut, megathrust Selat Sunda, dan 11 zona megathrust lainnya di wilayah Indonesia.
Sumber :
  • Antara/BMKG

Jakarta, tvOnenews.com - DPR RI mengusulkan agar pemerintah menambah anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna menghadapi potensi gempa Megathrust.

Menurutnya, dengan ancaman yang serius seperti Megathrust, anggaran BNPB yang saat ini hanya sekitar Rp1 triliun dinilai sangat minim dan perlu segera ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, My Esti Wijayati, dalam acara Lensa Parlemen yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen di Jakarta, Jumat (23/8/2024).

"Kami cukup menyesalkan karena anggaran untuk BNPB ini hanya sekitar Rp1 triliun. Anggaran yang sangat rendah ketika kita bicara Megathrust," ungkap Esti.

Diketahui pada Juni lalu, BNPB mengusulkan anggaran senilai Rp1,887 triliun dalam pagu anggaran tahun 2025 saat raker anggaran dengan Komisi VIII.

Esti juga menekankan, anggaran tambahan penting untuk program edukasi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan gempa besar ini.

Menurutnya, masyarakat perlu dilatih dan diberi pemahaman sejak dini agar siap menghadapi situasi darurat.

"Kalau ini terjadi, masyarakat harus dilatih apa? Itu juga perlu anggaran yang kemudian memang harus kita siapkan. Bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai sekarang siapkan misalnya surat-surat berharga yang dimiliki masyarakat, harus ditempatkan di mana," jelasnya.

Esti berharap dengan adanya peningkatan anggaran, BNPB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat bekerja sama lebih baik dalam mengedukasi masyarakat, bahkan hingga ke pelosok daerah.

Dengan demikian, ketika bencana alam terjadi, masyarakat sudah lebih siap dan tidak panik, sehingga penanganan bencana bisa berjalan lebih lancar.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati juga mengimbau pemerintah daerah untuk menyiapkan tata ruang yang aman dan dapat menampung masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi jika terjadi gempa Megathrust di Indonesia.

"Bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemerintah daerah sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang mengakibatkan tsunami. Pemerintah daerah itu sudah diajak bersama-sama menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan sistemnya, adakah jalur evakuasi, adakah tempat selter evakuasi," kata Dwikorita.

Ia juga menekankan bahwa daerah rawan seperti dekat pantai perlu diperhatikan secara khusus, dan pembangunan di sana harus sesuai dengan standar keamanan yang tinggi.

"Pemda-pemda diharapkan juga menyiapkan tata ruang di sana. Di pantai itu dibatasi, jangan dirikan bangunan. Kalau sampai dibangun hotel, hotelnya harus siap menghadapi (Megathrust), diwajibkan bangunannya mampu tahan 8,5 magnitudo," tegasnya.

Sebagai contoh, Dwikorita menyebut Pemda DIY yang telah mempersiapkan tata ruang aman untuk menghadapi potensi Megathrust, salah satunya melalui pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

"Yogyakarta International Airport itu sudah disiapkan untuk menghadapi Megathrust. Jadi dibangun Insya Allah desainnya dirancang tahan gempa magnitudo 8,5. Megathrust dan elevasinya lebih tinggi dari elevasi tsunami. Jadi kalau sedang berada di bandara YIA, kalau ada gempa, ada tsunami, jangan keluar gedung. Tempat paling aman di situ, lari ke lantai mezzanine dan lantai 2 dan ada Crisis Center untuk masyarakat mampu menampung 2.000 orang, bandaranya itu menampung 10.000 orang," ujar Dwikorita.

Penambahan anggaran untuk BNPB dan kesiapan infrastruktur yang lebih baik menjadi sangat penting untuk memastikan masyarakat siap menghadapi bencana, meminimalkan dampak, dan menghindari kepanikan saat bencana terjadi. (ant/rpi)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ai Ogura Bakal Comeback di MotoGP Austrlia 2026 Akhir Pekan Ini

Ai Ogura Bakal Comeback di MotoGP Austrlia 2026 Akhir Pekan Ini

Pembalap Trackhouse Racing, Ai Ogura dikabarkan bakal comeback di MotoGP Austria 2026 akhir pekan ini. Ia dikabarkan sudah kembali bugar setelah sempat mengalami cedera.
Hujan Alami Diprediksi Mundur hingga November, Menhut Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Dimasifkan untuk Padamkan Karhutla

Hujan Alami Diprediksi Mundur hingga November, Menhut Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Dimasifkan untuk Padamkan Karhutla

Menhut Raja Juli Antoni menyebut pemerintah akan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memadamkan karhutla di wilayah Pulau Kalimantan.
Berpisah dengan Megawati Hangestri, Vanja Bukilic Bicara Jujur soal Tandem Barunya di Red Sparks

Berpisah dengan Megawati Hangestri, Vanja Bukilic Bicara Jujur soal Tandem Barunya di Red Sparks

Vanja Bukilic bersiap menjalani musim baru bersama Red Sparks dengan tandem berbeda setelah tak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, yang kini ke Hillstate
Jelang Hadapi FC Seoul di ACL 2, Persib Dapat Bocoran Penting dari Sosok Lama yang Tiba-tiba Muncul di Hotel Tim

Jelang Hadapi FC Seoul di ACL 2, Persib Dapat Bocoran Penting dari Sosok Lama yang Tiba-tiba Muncul di Hotel Tim

Mantan pemain Persib datang ke hotel tim di Seoul dan membocorkan kekuatan FC Seoul jelang duel ACL Two, sekaligus mendoakan Maung Bandung meraih kemenangan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Tertibkan TPS Ilegal Kapuk Muara

Gubernur DKI Jakarta Pramono Tertibkan TPS Ilegal Kapuk Muara

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung siap melakukan penertiban terhadap tempat penampungan sampah (TPS) ilegal yang berada di Jalan Vikamas Tengah 10, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dua Advokat Dilaporkan Terluka Diduga Dianiaya di Jakbar, Kuasa Hukum Desak Polisi Bertindak

Dua Advokat Dilaporkan Terluka Diduga Dianiaya di Jakbar, Kuasa Hukum Desak Polisi Bertindak

Dugaan penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ketika tim kuasa hukum dan petugas keamanan Club de Arjuna

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Aksi pak guru SD di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tengah viral di media sosial. Sebab diduga menggunakan make up dan lipstik saat mengajar.
Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral di media sosial sejumlah video yang memperlihatkan seorang “Pak Guru” memakai makeup ala perempuan saat mengajar. Kini berujung diberhentikan.
Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar usai dirinya dipecat dari jabatannya. Dia akan memancing di kolam sambil memikirkan kenapa dirinya dipecat. 
KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

Erwin dan Fakhry kemudian menyetorkan uang tersebut kepada mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, yang diduga juga termasuk salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid.
Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Tiga berita jadi sorotan pembaca tvOnenews.com Selasa (15/9), mulai dari respons putra Purbaya Yudhi Sadewa usai sang ayah dicopot hingga Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT