News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PPLI Mulai Operasikan Insenirator Raksasa 50 Ton Untuk Pengolahan Limbah B3

PT Prasada Pamunah Limbah Industri atau PPLI hari ini, mulai mengoperasikan insenirator raksasa berkapasitas 50 ton sebagai fasilitas pemusnah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Selasa, 25 Januari 2022 - 20:51 WIB
PPLI Mulai Operasikan Insenirator Raksasa 50 Ton Untuk Pengolahan Limbah B3
Sumber :
  • antara

Jakarta - PT Prasada Pamunah Limbah Industri atau PPLI hari ini, mulai mengoperasikan insenirator raksasa berkapasitas 50 ton sebagai fasilitas pemusnah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Presiden Direktur PPLI Yoshiaki Chida mengatakan, insenirator berukuran raksasa ini telah meningkatkan layanan pengolahan limbah B3 perusahaan dari 500 ton kini menjadi 550 ton per hari.

"Adanya insinerator berkapasitas besar ini akan memperkaya teknologi pengelolaan limbah yang dapat ditawarkan, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi PPLI sebagai one stop service pengelolaan limbah untuk seluruh industri di Indonesia," kata Yoshiaki dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/01/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Yoshiki mengatakan insinerator ini menjadi solusi penanganan limbah B3 dengan metode penggunaan panas untuk menghancurkan limbah dan polutan yang terkandung di dalamnya.

"Kami menggunakan lahan seluas kurang lebih 53 hektare. Untuk nilai investasi pembangunan insinerator ini mencapai sekitar Rp300 miliar," ujarnya.

Jenis-jenis limbah yang dapat dikelola oleh insinerator PPLI, di antaranya limbah organik yang dapat terbakar, seperti oil sludge, paint sludge, used rags; limbah berbahan plastik; bahan dan produk kedaluwarsa; lumpur bekas pengeboran; sludge IPAL industri.

Perusahaan itu juga bisa mengolah limbah bahan kimia kedaluwarsa dan sisa sampel lembaga riset; limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan; serta limbah-limbah yang pemusnahannya disarankan dengan pembakaran seperti limbah pestisida.

Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sayid Muhadhar berharap PPLI dapat membangun fasilitas serupa di lokasi-lokasi lain di Indonesia.

"Semakin dekat fasilitas dengan sumber penghasil limbah dapat menekan biaya pengangkutan, sehingga biaya penanganan limbah B3 ini bisa semakin murah. Apalagi, saat ini pemerintah sedang giat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kawasan-kawasan industri," kata Sayid.

Berdasarkan data di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setidaknya ada 60 juta ton limbah yang harus ditangani di Indonesia.

"Artinya, peluangnya masih besar sekali yang bisa dilakukan di Indonesia dan dapat mendorong sirkular ekonomi," tuturnya.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi mengatakan bahwa pengolahan limbah B3 ini menggunakan teknologi terbaru dari negaranya. Dia juga menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Jepang di Indonesia akan terus memberikan dukungan upaya penanganan limbah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami telah menerapkan pengolahan limbah sejak sektor industri berkembang pesat di Jepang pada dekade 1960-an. Saya berharap PPLI bisa terus menjalankan pengolahan limbah, termasuk limbah berbahaya," ucap Kenji.(chm/ant)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mensesneg Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, Pangan hingga Hilirisasi Jadi Fokus

Mensesneg Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, Pangan hingga Hilirisasi Jadi Fokus

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tantangan ekonomi global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan di dalam negeri.
Implementasi CX100 Danantara, Teras Kapal BRI Jadi Komitmen Nyata Pelayanan Masyarakat hingga Wilayah Kepulauan

Implementasi CX100 Danantara, Teras Kapal BRI Jadi Komitmen Nyata Pelayanan Masyarakat hingga Wilayah Kepulauan

Teras Kapal BRI jadi bukti bahwa customer experience tidak hanya diwujudkan melalui digitalisasi, tetapi juga lewar kemampuan menghadirkan akses perbankan hingga pulau-pulau.
Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lewat Bioflok dan Urban Farming Terpadu

Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lewat Bioflok dan Urban Farming Terpadu

Sebagai upaya memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Pertamina Patra Niaga tengah menggencarkan program bioflok dan urban farming.
Bahasa Tubuh Sarwendah Jadi Sorotan Pakar Mikro Ekspresi, Katanya Mantan Istri Ruben Onsu Itu Hanya Pura-pura Sedih

Bahasa Tubuh Sarwendah Jadi Sorotan Pakar Mikro Ekspresi, Katanya Mantan Istri Ruben Onsu Itu Hanya Pura-pura Sedih

Pakar mikro ekspresi menilai, bahwa ucapan dengan bahasa tubuh yang diperlihatkan Sarwendah dalam video permintaan maafnya tidak sinkron dan dinilai tak tulus.
Jason Donovan Yusuf Kalahkan Rekornya Sendiri di GBK

Jason Donovan Yusuf Kalahkan Rekornya Sendiri di GBK

Indonesia Short Courae Emerging Series secara resmi telah rampung. Sejumlah rekor nasional (rekornas) pun tercatat berhasil terpecahkan seperti yang dilakukan Jason Donovan Yusuf.
Komentar Denise Chariesta soal Permintaan Maaf Sarwendah, Pilih Berbeda dari yang Lain: Dia itu Single Mom

Komentar Denise Chariesta soal Permintaan Maaf Sarwendah, Pilih Berbeda dari yang Lain: Dia itu Single Mom

Denise Chariesta ikut mengomentari video permintaan maaf mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah Tan soal ucapan kontroversi yang berujung viral di media sosial.

Trending

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya melalui pengacaranya Elza Syarief, bocorkan data puluhan orang yang terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.
Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Setelah dibekuk Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya bocorkan fakta
Usai Dadan Hindaya Pakai Rompi Tahanan, Sejumlah Kebijakan MBG Berubah

Usai Dadan Hindaya Pakai Rompi Tahanan, Sejumlah Kebijakan MBG Berubah

Usai eks Kepala BGN, Dadan Hindayana dibekuk Kejagung hingga mengenakan rompi tahanan. Kini sejumlah kebijakan rogram makan bergizi gratis (MBG) alami perubahan
Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Sebelum pertandingan digelar, media Timur Tengah sudah lebih dulu memberikan peringatan kepada tim nasional mereka soal kekuatan Timnas Indonesia melawan Oman.
Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman soroti debut buruk Tarik Sektioui setelah timnya dihancurkan Timnas Indonesia 0-3 di FIFA Matchday. Bahkan media setempat mengakui kualitas Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT