News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Shock Therapy Prabowo ke Luhut, Presiden Desak Ketua DEN Kebut Proyek GovTech: Ini Menyangkut Game Changer

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku mendapatkan shock therapy dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan agar GovTech siap.
Kamis, 9 Januari 2025 - 19:17 WIB
Potret Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto.
Sumber :
  • tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto meminta layanan digital pemerintah atau government technology (govtech) untuk dikebut dan dapat terintegrasi pada Agustus 2025.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/1/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luhut bahkan mengakui pihaknya mendapatkan shock therapy dari Presiden agar target tersebut tidak meleset.

“Presiden kemarin memberikan shock therapy kepada Dewan. Dia mau program itu sudah jalan di Agustus, dan kami harus kerja sesuai waktu untuk membuktikan ini, karena ini menyangkut game changer untuk Indonesia,” kata Luhut.

Govtech yang dimaksud terdiri dari empat pilar. Pilar pertama terkait dengan optimalisasi penerimaan negara, baik pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Sistem digital dalam pilar ini, yaitu Coretax untuk pajak dan Simbara untuk PNBP melalui mineral dan batu bara.

Khusus untuk Coretax, yang telah diimplementasikan pada awal bulan ini, diyakini mampu mengoptimalkan penerimaan negara melalui pencatatan dan verifikasi transaksi secara realtime, yang mendukung kepatuhan wajib pajak.

tvonenews

Pilar kedua menyoal efisiensi belanja negara, yakni lewat sistem e-catalogue versi 6.0. Sistem ini hadir dengan fitur baru seperti pengawasan real-time, integrasi lintas kementerian dan lembaga, analisis kebutuhan otomatis, serta evaluasi vendor berbasis data untuk memastikan belanja negara tepat sasaran dan bebas dari pemborosan.

E-catalogue 6.0 disebut mampu memastikan proses pengadaan barang dan jasa lebih transparan dan efisien. Selain itu, sistem e-catalogue versi 6.0 yang diintegrasikan dengan data lintas sektor pemerintah akan membantu mengurangi potensi pemborosan anggaran, meningkatkan kualitas pengadaan, serta memastikan efisiensi dalam belanja negara.

Pilar ketiga terkait dengan pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan, SIM, paspor, pendidikan, dan kesehatan. Sistem digital pada bidang ini dirancang untuk mengurangi birokrasi berlebih dan memberikan pengalaman yang lebih mudah serta cepat bagi masyarakat.

Adapun pilar terakhir menyangkut kemudahan berusaha lewat sistem Online Single Submission (OSS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyempurnaan OSS dapat mempercepat proses perizinan usaha dan meningkatkan daya saing investasi di Indonesia. Sistem OSS yang lebih terintegrasi ini akan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) dan menarik lebih banyak investasi langsung.

“Digitalisasi bukan hanya solusi untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan,” ujar Ketua DEN itu pula. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sukses Bawa Norwegia Sampai Babak perempat Final, Erling Haaland Bilang Piala Dunia 2026 Benar-benar Mengubah Hidupnya

Sukses Bawa Norwegia Sampai Babak perempat Final, Erling Haaland Bilang Piala Dunia 2026 Benar-benar Mengubah Hidupnya

Erling Haaland mengaku Piala Dunia 2026 meninggalkan kesan yang cukup mendalam untuk dirinya meski langkah Norwegia harus terhenti di babak perempat final.
Gus Yahya Balas Cak Imin soal Ganti Ketum PBNU, Singgung soal Jabatan Ketum PKB: Beliau Kurang Mengerti NU, Pengurus Saja Belum Pernah

Gus Yahya Balas Cak Imin soal Ganti Ketum PBNU, Singgung soal Jabatan Ketum PKB: Beliau Kurang Mengerti NU, Pengurus Saja Belum Pernah

Gus Yahya memberi balasan menohok kepada Cak Imin mengenai pergantian Ketum PBNU. Sebelumnya, Cak Imin sempat menyebut PBNU kepemimpinan Gus Yahya adalah yang paling mundur.
Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin

Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin

Gus Yahya blak-blakan mengaku ingin maju lagi jadi Ketum PBNU meski terdapat berbagai dinamika internal. Ia merasa perlu menyelesaikan agenda yang telah dibangun.
Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak

Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak

Hasil babak pertama semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua tim kandidat juara, Spanyol vs Prancis Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu 16 Juli.
Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Sidang perdana gugatan hak asuh yang diajukan Ruben Onsu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/7/2026).
Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Gus Miftah disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Trending

31 Saksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung oleh Taufik Hidayat Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung

31 Saksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung oleh Taufik Hidayat Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung

Sebanyak 31 saksi diperiksa dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat.
Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Hadapi Prancis untuk Perebutkan Satu Tiket ke Partai Puncak

Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Hadapi Prancis untuk Perebutkan Satu Tiket ke Partai Puncak

Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026, Rabu 15 Juli, akan menyajikan duel dua tim kandidat juara, Spanyol Vs Prancis di AT&T Stadium, Amerika Serikat.
Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Sidang perdana gugatan hak asuh yang diajukan Ruben Onsu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/7/2026).
Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Didier Deschamps kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan kekuatan terbaik melawan Spanyol.
Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kembali menjadi perhatian, usai namanya disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi DJKA.
Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Gus Miftah disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Resmi Jadi Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Bertekad Mengalahkan Red Sparks Musim Depan

Resmi Jadi Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Bertekad Mengalahkan Red Sparks Musim Depan

Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, resmi kembali ke negeri ginseng untuk memperkuat Hyundai Hillstate pada Liga Voli Korea musim depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT