GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Susul Sritex, Nasib Yamaha dan Sanken Terancam! Menaker Buka Suara Soal Opsi PHK

“Kami dari pemerintah tetap berharap ya PHK itu adalah langkah terakhir.," kata Menaker Yassierli
Senin, 3 Maret 2025 - 15:19 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Sumber :
  • YouTube/Sekretariat Presiden

Jakarta, tvOnenews.com – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia semakin meluas. Setelah PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) mengalami kepailitan dan merumahkan ribuan pekerja, kini giliran perusahaan besar seperti Yamaha dan Sanken yang turut menjadi sorotan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, menegaskan bahwa pemerintah tengah berkomunikasi dengan kedua perusahaan tersebut untuk memastikan langkah PHK dilakukan sesuai prosedur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ya, itu kan case by case ya. Tadi yang saya katakan memang ada beberapa industri kita karena kondisi global, kemudian kesulitan pasar dan seterusnya,” ujar Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/3/2025).

Ia menekankan bahwa PHK seharusnya menjadi opsi terakhir dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

“Kami dari pemerintah tetap berharap ya PHK itu adalah langkah terakhir. Kami sedang berkomunikasi sebenarnya dengan Yamaha dan Sanken,” jelasnya.

Pemerintah saat ini tengah meninjau apakah langkah PHK di perusahaan-perusahaan tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami ingin pastikan bahwa proses menuju PHK-nya itu sudah sesuai dengan aturan atau belum,” kata Yassierli.

Meski ada tren PHK di beberapa sektor industri, Yassierli tetap optimistis bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki titik cerah.

“Tapi yang saya katakan tadi, di lain sisi sebenarnya beberapa industri juga tumbuh di Indonesia. Jadi ini harus balance,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait ancaman PHK massal di berbagai sektor, Yassierli merujuk pada pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang telah lebih dulu memberikan penjelasan.

“Tadi kan sudah disampaikan tadi? Udah disampaikan tadi Pak Mensesneg ya. Makasih ya,” tutupnya.

Dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, ribuan pekerja Yamaha dan Sanken kini menghadapi masa depan yang belum jelas.

Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi konkret agar industri tetap bertahan tanpa harus mengorbankan banyak tenaga kerja.

Sebelumnya, PT Sanken Indonesia dipastikan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran karena pabriknya di Kawasan Industri MM2100 Cikarang, Bekasi, akan ditutup total pada Juni 2025.

Penutupan pabrik PT Sanken Indonesia itu disebabkan karena perusahaan induknya (Sanken Electric) yang berasal dari Jepang memilih untuk fokus ke industri di negara asalnya setelah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1997.

Sementara itu, Pabrik Yamaha yang dikabarkan akan tutup dalam waktu dekat itu adalah PT Yamaha Music Product Asia yang berlokasi di kawasan industri MM2100 Bekasi dan PT Yamaha Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Yamaha Music Product Asia (Bekasi) diperkirakan mempekerjakan sekitar 400-an orang. Sementara, PT Yamaha Indonesia (Jakarta) ada 700 buruh yang menggantungkan nasibnya di sana.

Akibatnya, sebanyak 1.100 pekerja terancam akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat kedua pabrik tersebut tutup. (agr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT