News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kementerian PKP Siap Relokasi Korban Banjir Jabodetabek, Maruarar: Kerja Sama BNPB

Namun, jika skala bencana tergolong besar dan membutuhkan relokasi massal, maka Kementerian PKP akan turun tangan bersama kementerian lainnya.
Rabu, 5 Maret 2025 - 09:01 WIB
Menteri PKP, Maruarar Sirait
Sumber :
  • tvonenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan kesiapannya untuk membantu relokasi korban banjir di daerah Jabodetabek.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian terkait dalam menangani dampak bencana, termasuk penyediaan hunian bagi warga yang terdampak banjir besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita tentu akan, sama kan kita selalu bekerja dengan BNPB. BNPB itu udah biasa kerja sama kita,” ujar Maruarar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (4/3) malam.

Ia menjelaskan bahwa BNPB memiliki sistem yang sudah teruji dalam menangani bencana. Namun, jika skala bencana tergolong besar dan membutuhkan relokasi massal, maka Kementerian PKP akan turun tangan bersama kementerian lainnya.

“Biasanya kalau jumlahnya tidak terlalu besar BNPB yang tanganin. Tetapi kalau jumlahnya besar kami yang menangani,” jelasnya.

Maruarar juga menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian akan dilakukan jika diperlukan langkah besar dalam relokasi korban banjir.

“Nanti pemerintah daerah kalau memang dibutuhkan besar itu akan koordinasi. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, Menko-nya Pak Pratikno yang nanganin. Nanti ada Menteri Keuangan, ada Menteri Sosial, ada PU, ada kami untuk bisa bekerja sama,” lanjutnya.

Saat ini, BNPB masih melakukan pemetaan wilayah terdampak dan akan memberikan rekomendasi terkait langkah yang perlu diambil.

“BNPB lagi bekerja, sudah diturunkan sana. Nanti biasanya kita akan rapat koordinasi berdasarkan hasil temuan dari BNPB,” ungkap Maruarar.

Ia menegaskan bahwa Kementerian PKP selalu siap untuk memberikan dukungan di daerah-daerah bencana, termasuk dalam hal relokasi perumahan jika memang diperlukan.

“Kami pada dasarnya siap untuk bisa mensupport di daerah-daerah bencana. Tapi saya katakan tadi, kalau jumlahnya tidak besar, perumahan yang dibutuhkan pada umumnya BNPB itu menangani sendiri, karena dia sudah punya sistem yang bagus,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Maruarar, kepala BNPB yang saat ini menjabat adalah sahabatnya dan telah memiliki sistem yang solid dalam menangani bencana.

“Begitu dia butuh yang besar, dia akan bekerja sama dengan kami begitu ya,” pungkasnya. (agr/nba)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Hafal Doa Qunut, Apakah Boleh Diganti Rabbana Atina Fiddunya saat Shalat Subuh?

Belum Hafal Doa Qunut, Apakah Boleh Diganti Rabbana Atina Fiddunya saat Shalat Subuh?

Perdebatan boleh atau tidak ganti doa qunut dengan rabbana atina fiddunya dijawab Buya Yahya.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Paspor yang Tak Diambil Lebih dari 30 Hari di Kantor Imigrasi Bakal Dibatalkan

Paspor yang Tak Diambil Lebih dari 30 Hari di Kantor Imigrasi Bakal Dibatalkan

Kantor Imigrasi Bekasi melayangkan imbauan penting bagi masyarakat yang telah mengajukan permohonan paspor.
Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan paling utama sebelum adzan subuh, pesan Syekh Ali Jaber tentang istighfar di waktu sahur.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.

Trending

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Paspor yang Tak Diambil Lebih dari 30 Hari di Kantor Imigrasi Bakal Dibatalkan

Paspor yang Tak Diambil Lebih dari 30 Hari di Kantor Imigrasi Bakal Dibatalkan

Kantor Imigrasi Bekasi melayangkan imbauan penting bagi masyarakat yang telah mengajukan permohonan paspor.
Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan paling utama sebelum adzan subuh, pesan Syekh Ali Jaber tentang istighfar di waktu sahur.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT