News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bea Masuk Kuartal I-2025 Lebih Rendah Karena RI Setop Impor Beras Hingga Beri Insentif Kendaraan EV

Turunnya bea masuk ini dikarenakan RI tidak melakukan impor beras, dan adanya insentif kendaraan listrik
Rabu, 7 Mei 2025 - 17:56 WIB
Produk otomotif Indonesia kini bebas bea masuk ke Filipina
Sumber :
  • ANTARA FOTO

Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, penerimaan bea masuk pada kuartal I-2025 sebesar Rp 11,3 triliun.

Jumlah itu turun sebesar 5,8 persen secara year on year (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Turunnya bea masuk ini dikarenakan RI tidak melakukan impor beras, dan adanya insentif kendaraan bermotor listrik.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta. Adapun untuk penerimaan bea masuk pada kuartal I-2024, tercatat sebesar 11,8 triliun.

"Kita bisa melihat alhamdulillah sudah mencapai Rp 11,3 triliun, tetapi angka Rp 11,3 truliun ini kalau kita lihat ini kontraksi 5,9 persen dibandingkan kuartal I-2024," ujar Askolani Rabu, (7/5/2025).

Askolani menjelaskan, negatifnya penerimaan bea masuk ini disebabkan oleh dua hal. Pertama pemerintah tidak lagi memberikan kuota impor beras kepada Bulog.

"2024 kita masih melakukan impor yang dilakukan oleh Bulog, tapi di 2025 ini kuota itu tidak diberikan lagi. Sehingga kemudian dari sisi kepabeanan tidak ada bea masuk dari kegiatan tidak melakukan importasi baru di 2025 itu satu," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian kedua, turunnya penerimaan bea masuk disebabkan oleh insentif yang diberikan pemerintah untuk kendaraan bermotor Electric Vehicle (EV).

"Kebijakan dari pemerintah untuk yang EV ini mendapatkan insentif bea masuk sehingga kemudian tarifnya 0. Walaupun volumenya banyak tapi kemudian oleh tarif bea masuknya 0, kemudian ini menyebabkan bea masuk kita di 2025 ini lebih kecil dari kendaraan bermotor dibandingkan di tahun 2024," imbuhnya.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat di kawasan Bandung Raya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur mengadakan layanan penghapusan tato tanpa biaya.
KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK memeriksa Kepala Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras Kemensos 2020.
Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rosan mengungkap koordinasi antarmanajemen BRI dan BSI telah dilakukan agar rekening massal tersebut dapat segera dibuka dan menjangkau masyarakat secara luas.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Mengenal Amar Brkic, Wonderkid Timnas Indonesia Jebolan Akademi Jerman, Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung?

Mengenal Amar Brkic, Wonderkid Timnas Indonesia Jebolan Akademi Jerman, Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung?

Persib tengah dikaitkan dengan pemain muda Timnas Indonesia, Amar Brkic. Berikut profil eks pemain Liga Jerman yang disebut selangkah lagi gabung Maung Bandung.
Kebakaran di Depok Hari Ini, Babinsa Korem 051 Wijayakarta Ikut Bantu Padamkan Api

Kebakaran di Depok Hari Ini, Babinsa Korem 051 Wijayakarta Ikut Bantu Padamkan Api

Kobaran api kembali mengancam keselamatan warga di tengah padatnya permukiman. Kebakaran terjadi di lahan kosong yang berada di Jalan Juanda Raya, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT