News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat Budi Arie Disebut Terima Upeti Judi Online hingga 50% di Era Jokowi, Hasan Nasbi Sampaikan Sikap Istana

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyampaikan sikap Istana terkait nama Menkop Budi Arie (eks Menkominfo) dalam pusaran kasus judi online.
Senin, 19 Mei 2025 - 21:45 WIB
Hasan Nasbi
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menanggapi munculnya nama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dalam dakwaan kasus judi online (judol) di persidangan.

Nama Budi Arie disebut-sebut dalam dugaan aliran dana perlindungan terhadap situs judi online oleh sejumlah oknum di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang kini telah berganti menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Isu ini menjadi sorotan tajam publik, terutama karena posisi Budi Arie yang sebelumnya menjabat Menkominfo di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menjawab hal itu, Hasan menegaskan bahwa pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum, tanpa campur tangan pihak istana.

“Biarkan proses hukum berjalan, dan kami yakin proses hukum ini akan membuka semuanya dengan terang-benderang,” kata Hasan Nasbi di Jakarta, Senin (19/5/2025)

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ataupun menyebarkan tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.

“Jadi kita tunggu keputusan pengadilannya sehingga kita tidak mendahului keputusan pengadilan,” lanjut Hasan.

Hasan menegaskan, hingga saat ini belum ada proses hukum apa pun yang menjerat Budi Arie. Ia mengingatkan bahwa hanya pengadilan yang berwenang menentukan seseorang bersalah atau tidak.

“Kami (pemerintah) tidak mengintervensi proses hukum. Makanya saya bilang, yang salah akan kelihatan salah ketika proses hukum ini berjalan. Yang tidak salah juga jangan dipaksakan bersalah. Yang tidak salah juga akan kelihatan tidak bersalah dalam proses hukum,” tegas Hasan.

Sementara itu, Budi Arie sendiri telah memberikan bantahan keras atas narasi yang menyebut dirinya menerima 50 persen uang dari hasil perlindungan situs judi online.

Dalam pernyataan tertulis yang dilansir Antara, ia menilai tudingan tersebut sebagai fitnah yang mencemarkan nama baiknya.

“Itu adalah narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya pribadi. Itu sama sekali tidak benar,” kata Budi Arie.

Ia menduga, munculnya narasi tersebut merupakan bagian dari skenario para terdakwa untuk melibatkan pihak lain, termasuk dirinya, demi kepentingan pembelaan mereka.

"Jadi itu omon-omon mereka saja bahwa Pak Menteri nanti dikasih jatah 50 persen. Saya tidak tahu ada kesepakatan itu. Mereka juga tidak pernah memberi tahu. Apalagi aliran dana. Faktanya tidak ada," ujar Budi.

Nama Budi Arie tercantum dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/5).

Dakwaan itu menyinggung adanya pembagian dana dari aktivitas ilegal situs judol oleh oknum pegawai Kominfo, yang disebut menjanjikan sebagian kepada Budi Arie.

Menanggapi hal itu, Budi menyatakan siap membuktikan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik kejahatan tersebut.

"Intinya, pertama mereka (tersangka) tidak pernah bilang ke saya akan memberi 50 persen. Mereka tidak akan berani bilang, karena akan langsung saya proses hukum," ujarnya.

Ia juga mengaku baru mengetahui adanya praktik ilegal tersebut setelah kasus itu diusut aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketiga, tidak ada aliran dana dari mereka ke saya. Ini yang paling penting. Bagi saya, itu sudah sangat membuktikan," kata Budi.

Budi Arie berharap semua pihak dapat bersikap jernih dalam menanggapi kasus ini. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini secara adil dan profesional. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT