News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dunia Tegang! Negosiasi Dagang AS-China Lanjut Hari Kedua, Nasib Ekonomi Global di Ujung Tanduk

Negosiasi dagang AS-China masuk hari kedua di Inggris, isu tanah jarang memanas, dunia waspada resesi global jika perundingan gagal capai kesepakatan.
Selasa, 10 Juni 2025 - 08:32 WIB
donald trump dan Xi Jinping
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

London, tvOnenews.com – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali mendidih. Setelah sempat mereda lewat kesepakatan sementara di Jenewa, kini dua raksasa ekonomi dunia itu kembali duduk satu meja di Lancaster House, Inggris, untuk menghindari benturan yang bisa mengguncang rantai pasokan global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Melansir dari Reuters, hingga Senin malam (9/6), belum ada tanda-tanda titik temu. Negosiasi resmi diperpanjang hingga hari kedua, dimulai Selasa pukul 10 pagi waktu setempat (16.00 WIB), menurut sumber dari pihak AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang tarif dan tanah jarang jadi fokus utama. Washington menuduh Beijing lamban memenuhi janjinya, terutama soal pengiriman logam tanah jarang (rare earths) — komponen vital untuk mobil listrik, teknologi pertahanan, hingga chip semikonduktor.

Trump Pede, Tapi Dunia Waspada

Meski situasi memanas, Presiden AS Donald Trump tetap optimistis. "Kami baik-baik saja dengan China. China tidak mudah," katanya kepada wartawan di Gedung Putih. Namun Trump menolak memberikan detail lebih lanjut.

Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menegaskan bahwa AS ingin ada "jabat tangan nyata" dari pihak China atas komitmen pengiriman tanah jarang. Hassett menyebut ekspor itu harus dilanjutkan "dalam jumlah besar dan segera".

Dalam negosiasi ini, AS diwakili oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer. China mengirim Wakil Perdana Menteri He Lifeng, Menteri Perdagangan Wang Wentao, serta Kepala Negosiator Li Chenggang.

Kehadiran Lutnick, yang bertanggung jawab atas kontrol ekspor AS, dinilai sebagai sinyal bahwa isu ekspor tanah jarang sangat krusial dalam negosiasi kali ini.

Data Mengejutkan dan Tekanan Politik

Negosiasi ini terjadi saat kedua ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan serius. Ekspor China ke AS anjlok 34,5% pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya — penurunan terbesar sejak awal pandemi COVID-19.

Di sisi lain, ekonomi AS juga goyah. Pertumbuhan PDB kuartal pertama menyusut, dipicu lonjakan impor sebagai akibat dari aksi borong warga AS untuk menghindari lonjakan harga akibat tarif baru.

Sementara itu, pertarungan hukum terkait legalitas tarif Trump juga terus berlanjut di pengadilan AS. Pemerintahan Trump mengajukan banding atas putusan yang menyatakan tarif-tarif tersebut melebihi kewenangan hukum.

Xi Jinping Telepon Trump, Janji Kirim Rare Earths

Sinyal damai sempat muncul pekan lalu saat Presiden China Xi Jinping menelepon Trump. Dalam percakapan pertama sejak Trump kembali menjabat pada Januari, Xi meminta agar AS tidak memperburuk situasi — terutama terkait Taiwan.

Trump mengklaim pembicaraan itu menghasilkan "kesimpulan yang sangat positif", bahkan mengatakan Xi setuju melanjutkan ekspor rare earths. Reuters melaporkan China sudah memberikan izin ekspor sementara kepada pemasok untuk tiga produsen mobil terbesar AS.

Namun pengamat seperti Kelly Ann Shaw, mantan penasihat dagang Gedung Putih, menilai perjanjian ini kemungkinan hanya menghasilkan kompromi terbatas. AS mungkin melonggarkan beberapa pembatasan ekspor terbaru, tapi tetap mempertahankan larangan pada teknologi strategis seperti chip AI dan peralatan semikonduktor.

Sementara Dunia Menunggu...

Pasar sempat menyambut positif kesepakatan Jenewa. Indeks saham AS yang sempat menyentuh level bear market kini mulai pulih. Tapi pakar geopolitik Ian Bremmer mengingatkan bahwa perdamaian sejati masih jauh dari harapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dekoupling ekonomi sedang berjalan. Tekanan AS pada negara-negara lain untuk menjauh dari China juga terus meningkat,” kata Bremmer.

Negosiasi hari ini bisa jadi penentu arah hubungan dagang kedua negara ke depan. Jika gagal, resesi global bisa jadi lebih dekat dari yang diperkirakan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan bakal meninggalkan jabatannya usai Piala Asia 2027. Di tengah rumor yang mengaitkannya ke Timnas Malaysia.
Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Insiden memilukan yang menimpa Bharatu Valdo di lingkungan Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, kini memasuki babak krusial.
Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates

Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates

Pelatih Islam Makhachev, Javier Mendez, mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai Carlos Prates yang dinilai memiliki striking eksplosif dan akurat di kelasnya
The Jakmania Dilarang Away 6 Laga Persija, Shin Tae-yong Beri Reaksi Berkelas

The Jakmania Dilarang Away 6 Laga Persija, Shin Tae-yong Beri Reaksi Berkelas

Shin Tae-yong buka suara soal sanksi larangan away enam laga bagi The Jakmania. Pelatih Persija itu meminta suporter tak mengulangi kericuhan di laga mendatang.
Pemerataan dan Keamanan Pangan Jadi Catatan Penting dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis

Pemerataan dan Keamanan Pangan Jadi Catatan Penting dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI, Aldoni F. Sinaga, memberikan catatan kritis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 
Karya 100 Seniman dari Berbagai Daerah di Indonesia Dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta, Bentuk Dukungan terhadap Seni Kontemporer

Karya 100 Seniman dari Berbagai Daerah di Indonesia Dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta, Bentuk Dukungan terhadap Seni Kontemporer

Pameran seni rupa tahunan Nandur Srawung kembali dilaksanakan tahun ini untuk ketiga belas kalinya. Menghadirkan 100 seniman terpilih dari berbagai daerah.

Trending

Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Insiden memilukan yang menimpa Bharatu Valdo di lingkungan Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, kini memasuki babak krusial.
Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates

Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates

Pelatih Islam Makhachev, Javier Mendez, mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai Carlos Prates yang dinilai memiliki striking eksplosif dan akurat di kelasnya
Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan bakal meninggalkan jabatannya usai Piala Asia 2027. Di tengah rumor yang mengaitkannya ke Timnas Malaysia.
Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Media resmi pemerintahan Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA merilis aktivitas terbaru pemimpinnya, Kim Jong-un untuk menepis rumor meninggal dunia.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT