News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekonom Sebut Ada Peluang Penguatan Rupiah Pekan Ini, Berikut Analisisnya

Pergerakan rupiah saat ini berada pada kisaran Rp16.200-Rp16.300-an per dolar AS.
Selasa, 17 Juni 2025 - 18:52 WIB
Ilustrasi rupiah dan dolar AS
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Ekonom dari KB Valbury Sekuritas Fikri Permana menyebut ada peluang rupiah akan menguat dalam beberapa waktu ke depan.

Dia menjelaskan, potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed atau Fed Funds Rate (FFR) akan membuka ruang bagi penguatan (apresiasi) rupiah meski dibayangi oleh meningkatnya tensi geopolitik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seharusnya itu (pemangkasan FFR) juga bisa menjadi salah satu faktor pendorong pada rupiah, dalam artian itu yang bisa mendorong rupiah bisa berada kembali di bawah level Rp16.300-an (per dolar AS) atau mungkin antara Rp16.200-Rp16.300 sampai dua pekan ke depan,” kata dia, mengutip antara Selasa (17/6/2025).

Di tengah konflik Iran-Israel yang berlangsung, Fikri menilai dampak konflik tersebut terhadap nilai tukar rupiah sejauh ini masih terbatas. Pergerakan rupiah saat ini berada pada kisaran Rp16.200-Rp16.300-an per dolar AS.

Sementara itu, keputusan Bank Sentral AS atau The Fed pada bulan ini juga perlu dicermati lebih lanjut. Fikri berharap, The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 17-18 Juni 2025 waktu setempat.

Ia mencatat, Presiden AS Donald Trump belakangan mendesak The Fed untuk segera menurunkan suku bunga. Selain itu, terdapat isu bahwa Ketua The Fed Jerome Powell akan diganti. Jika isu tersebut benar, menurut Fikri, penurunan suku bunga bisa menjadi legacy positif bagi Powell sebagai gubernur bank sentral yang lebih pro-growth.

Fikri menambahkan, inflasi di AS telah menurun dan seharusnya terefleksi pada ekspektasi suku bunga acuan yang lebih rendah. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melemah dan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stagnasi.

“Mungkin ini yang harus dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi mereka di saat risiko inflasi sudah mulai rendah,” kata dia.

Fikri memperkirakan, penurunan suku bunga The Fed akan terjadi sebanyak dua hingga tiga kali pada tahun ini, masing-masing sebesar 25 bps yang dimulai pada Juni 2025 dan berlanjut satu atau dua kali lagi pada paruh kedua tahun ini.

Berbeda dengan Fikri, Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memproyeksikan suku bunga The Fed akan tetap bertahan di kisaran 4,25-4,50 persen pada pertemuan FOMC Juni 2025.

Menurutnya, The Fed masih mengantisipasi dampak kebijakan Trump, terutama dampak kenaikan tarif barang impor terhadap tekanan inflasi AS. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Mei 2025 yang sebesar 2,4 persen yoy dinilai belum cukup kuat untuk menjadi alasan pelonggaran suku bunga.

“Ini yang kemungkinan, kalau saya melihat The Fed masih akan tetap menjaga untuk tetap melakukan kebijakan suku bunga yang stabil di level 4,5 persen,” ujar Myrdal saat dihubungi terpisah.

Pada pekan ini, sejumlah bank sentral berbagai negara akan menetapkan kebijakan moneternya, tidak hanya BI dan The Fed, melainkan juga Bank of England (BoE), People's Bank of China (PBoC), hingga Bank of Japan (BoJ).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait dengan BoJ, Myrdal menilai bahwa seharusnya terdapat ruang kenaikan suku bunga mengingat volatilitas yen Jepang yang tinggi. Namun, BoJ tampaknya akan mengambil langkah aman dengan mempertahankan suku bunga di level 0,5 persen.

“Kelihatannya mereka ambil aman. Mereka juga ingin mendorong supaya ekonomi Jepang itu tetap tumbuh kondusif, sehingga kelihatannya masih akan menjaga suku bunga BoJ di level sekitar 0,5 persen,” kata Myrdal.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenal Kombes Pol Pribadi Sembiring, Dirresnarkoba Polda Sulteng yang Meninggal Dunia

Mengenal Kombes Pol Pribadi Sembiring, Dirresnarkoba Polda Sulteng yang Meninggal Dunia

Berikut profil & rekam jejak perjalanan Kombes Pol Pribadi Sembiring, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tutup usia.
Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah (Gus Abduh), secara tegas mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penyadapan menyusul terungkapnya skandal besar penyad
Kabar Duka, Kombes Pol Pribadi Sembiring Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Meninggal Dunia

Kabar Duka, Kombes Pol Pribadi Sembiring Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Meninggal Dunia

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/11/2026).
Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Liverpool mulai bergerak mencari calon penerus Virgil van Dijk untuk memperkuat lini pertahanan. Bek muda Brighton, Luka Vuskovic, kini masuk daftar teratas.
Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat mengakselerasi dekarbonisasi transportasi nasional melalui penerbitan Dokumen Peta Jalan Penurunan Emisi Gas -
Perempuan di Karawang Tewas Dianiaya Gegara Pacar Cemburu, Pelaku Sempat Buat Skenario Korban Meninggal karena Sakit

Perempuan di Karawang Tewas Dianiaya Gegara Pacar Cemburu, Pelaku Sempat Buat Skenario Korban Meninggal karena Sakit

Pemuda berinisial RHT (20) tega diduga melakukan penganiayaan hingga membuat pacar, AAP (22) meninggal dunia di Karawang. Motifnya diduga akibat cemburu buta.

Trending

Dalam 48 Jam Menlu Iran Kontak 12 Negara Demi Redam Ketegangan dengan AS

Dalam 48 Jam Menlu Iran Kontak 12 Negara Demi Redam Ketegangan dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar maraton diplomasi intensif dengan menghubungi 12 menteri luar negeri di kawasan Timur Tengah dan Mediterania -
Rizky Ridho Ungkap Kronologi Timnas Indonesia Batal Tanding di FIFA Matchday November 2026

Rizky Ridho Ungkap Kronologi Timnas Indonesia Batal Tanding di FIFA Matchday November 2026

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkapkan kronologi Timnas Indonesia batal melakoni laga uji coba dalam FIFA Matchday November 2026.
Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat mengakselerasi dekarbonisasi transportasi nasional melalui penerbitan Dokumen Peta Jalan Penurunan Emisi Gas -
Di Hadapan KDM, Wali Kota Bekasi Ungkap Target Utama di Porprov XV Jawa Barat 2026: Kami Ingin Jadi Juara Umum

Di Hadapan KDM, Wali Kota Bekasi Ungkap Target Utama di Porprov XV Jawa Barat 2026: Kami Ingin Jadi Juara Umum

Kota Bekasi resmi menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. 
Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Liverpool mulai bergerak mencari calon penerus Virgil van Dijk untuk memperkuat lini pertahanan. Bek muda Brighton, Luka Vuskovic, kini masuk daftar teratas.
Presiden Erdogan Serukan Reformasi Total PBB Usai Nilai Arsitektur Global Gagal Total

Presiden Erdogan Serukan Reformasi Total PBB Usai Nilai Arsitektur Global Gagal Total

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik tajam terhadap tatanan geopolitik global saat menyampaikan pidato utama dalam Forum TRT World di Istanb
Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah (Gus Abduh), secara tegas mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penyadapan menyusul terungkapnya skandal besar penyad
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT