News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setelah Kena "Fraud" Rp1,28 Triliun, Bank Woori Saudara Akhirnya "Disuntik" Pinjaman 500 Juta Dolar AS

Pasca kasus fraud, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) akhirnya mendapat suntikan pinjaman. Kredit dari induk usahanya sebesar 500 juta dolar AS.
Kamis, 26 Juni 2025 - 16:10 WIB
Bank Woori Saudara (BWS) diduga terjerat skandal fraud Rp1,28 triliun.
Sumber :
  • Bank Woori Saudara (BWS)

Jakarta, tvonenews.com - Menyusul kasus fraud atau kecurangan yang dialami oleh PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA), bank milik Woori Bank ini akhirnya mendapat suntikan pinjaman. Kredit dari induk usahanya asal Korea Selatan ini nilainya mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,104 triliun (Kurs 1 dolar AS = Rp16.208). 

Direktur PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA), Wuryanto dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI, mengungkapkan bahwa kesepakatan Fasilitas Pinjaman Jangka Panjang tersebut telah ditandatangani pada 25 Juni 2025. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perseroan dan Woori Bank telah menyepakati pemberian fasilitas pinjaman jangka panjang dengan keseluruhan nilai pokok tidak melebihi 500 juta dolar AS, yang akan digunakan sebagai kegiatan usaha utama Perseroan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan," jelas Wuryanto, Kamis (26/6/2025). 

Lebih lanjut dijelaskan, fasilitas pinjaman jangka panjang tersebut tidak dijamin oleh harta kekayaan Perseroan, baik berupa benda tetap atau pun benda bergerak milik PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA). 

"Fasilitas pinjaman jangka panjang ini akan memberikan dampak positif untuk memperkuat struktur keuangan Perseroan dalam rangka mendukung strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang," kata Wuryanto. 

Kasus Fraud

Sebelumnya, laporan dari Woori Bank (WBK)  mengungkap bahwa dugaan skandal keuangan tersebut melibatkan nilai transaksi yang mencapai US$78,5 juta atau sekitar Rp1,28 triliun. Berdasarkan informasi yang diungkap WBK, kasus ini bermula dari pengajuan surat kredit atau letter of credit ke SDRA yang menggunakan skema penjaminan pembayaran ekspor. 

Namun demikian, nilai kerugian riil BWS hingga kini masih dalam proses perhitungan karena investigasi belum selesai. SDRA telah menyampaikan laporan resmi kepada OJK dan tengah menjalankan investigasi internal secara mendalam. 

Manajemen Bank Woori Saudara juga telah menonaktifkan individu internal yang dicurigai terlibat, bekerja sama dengan firma hukum, serta berkomunikasi intensif dengan debitur guna menyelesaikan kewajiban pembayaran. Tak hanya itu, bank juga bersiap untuk membawa perkara ini ke ranah hukum jika hasil investigasi mengkonfirmasi adanya tindakan fraud. 

“Perlu kami garis bawahi bahwa angka yang dipublikasikan oleh WBK sebesar US$78,5 juta merupakan nilai dari total exposure, atau merupakan angka keseluruhan dari transaksi antara Bank Woori Saudara dengan nasabah yang bersangkutan yang terkait dengan masalah ini dan bukan nilai kerugian yang pasti,” kata Wuryanto Suyud, dalam keterbukaan informasi di BEI sebelumnya. 

Menurut Wuryanto, publikasi informasi oleh WBK merupakan bentuk transparansi sesuai aturan yang berlaku. Ia menambahkan, hingga saat ini nilai kerugian masih belum dapat dipastikan karena investigasi masih berlangsung. “Saat ini Bank Woori Saudara tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait insiden tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar dia. 

Wuryanto juga menyampaikan bahwa pihak WBK sebagai induk usaha memberikan dukungan penuh kepada Bank Woori Saudara dalam menyelesaikan persoalan ini. Pihak bank menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap aktivitas usaha. Ia memastikan bahwa operasional dan layanan perbankan di seluruh kantor cabang tetap berjalan normal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bank berkomitmen akan terus menjaga kepercayaan nasabah serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Wuryanto. BWS berusaha memastikan bahwa layanan perbankan di seluruh jaringan kantor cabang tetap berjalan normal. Oleh karena itu, pihak bank meminta nasabah agar tidak khawatir karena operasional tidak terdampak oleh kasus ini. 

“Bank Woori Saudara berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap proses bisnisnya. Manajemen Bank juga menjamin bahwa kegiatan operasional dan pelayanan di seluruh kantor cabang BWS tetap berjalan dengan normal,” katanya. (hsb)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemuda Mabuk Rusak Palang Pintu Perlintasan KA di Sleman, Berujung Diringkus Polisi

Pemuda Mabuk Rusak Palang Pintu Perlintasan KA di Sleman, Berujung Diringkus Polisi

Seorang pemuda inisial S (24) harus berurusan dengan polisi setelah diduga merusak palang pintu perlintasan JPL 734 di Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. 
Sokong Pemerataan Akses Pendidikan, Kawendra Tambah Sarana di Ponpes Lumajang

Sokong Pemerataan Akses Pendidikan, Kawendra Tambah Sarana di Ponpes Lumajang

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kawendra Lukistian terus menggenjot peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Genjot Peningkatan Mutu, Legislator Kawendra Tambah Sarana Pendidikan di Jember

Genjot Peningkatan Mutu, Legislator Kawendra Tambah Sarana Pendidikan di Jember

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kawendra Lukistian terus menggenjot peningkatan kualitas pendidikan di pesantren.
LLDikti Wilayah III dan X Lepas Ratusan Mahasiswa Program KKN di Sumbar

LLDikti Wilayah III dan X Lepas Ratusan Mahasiswa Program KKN di Sumbar

Sebanyak 138 mahasiswa dari 37 perguruan tinggi di DKI Jakarta dan Sumatra Barat (Sumbar) resmi dilepas sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026 bertajuk 'Bangkik Basamo Mambangun Nagari' di Universitas Budi Luhur.
Pemerintah Pastikan Belum Ada Komplain dari Negara Tetangga Terkait Asap Karhutla

Pemerintah Pastikan Belum Ada Komplain dari Negara Tetangga Terkait Asap Karhutla

Hingga Senin (10/8) ini, Pemerintah Indonesia menyatakan belum menerima keluhan dari negara-negara tetangga terkait gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Jeff Bezos Sebentar Lagi Jadi Pemilik Liverpool

Jeff Bezos Sebentar Lagi Jadi Pemilik Liverpool

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan untuk membeli sekitar sepertiga saham klub Liga Premier Inggris, Liverpool.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Edisi pertama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday, September-Oktober 2026 mendatang.  
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT