GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gerakan Muliakan Yatim Targetkan Kebaikan untuk 10.000 Anak Indonesia Hingga Palestina

Dompet Dhuafa kembali menunjukkan komitmennya dalam memuliakan anak yatim melalui program kampanye yang bertajuk “Muliakan Yatim Bantu 10.000 Anak Raih Cita”.
Sabtu, 2 Agustus 2025 - 14:55 WIB
Etika Setiawanti sebagai Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa mengajak seluruh pihak untuk mendukung gerakan Muliakan Yatim Dompet Dhuafa.
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Sosial menyatakan sebanyak empat juta anak yatim di Indonesia membutuhkan perhatian serius.

Selain membutuhkan bantuan secara fisik, mereka juga membutuhkan dukungan psikis dan kasih sayang. Sebagai lembaga filantropi yang aktif mendukung kemanusiaan, Dompet Dhuafa kembali menunjukkan komitmennya dalam memuliakan anak yatim melalui kampanye yang bertajuk “Muliakan Yatim Bantu 10.000 Anak Raih Cita”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini diperkenalkan dalam konferensi pers yang diadakan di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa pada Senin (14/7/2025).

Gelaran ini turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini, Direktur Mobilisasi Dompet Dhuafa Etika Setiawanti, Psikolog Anak Seto Mulyadi, GM Gramedia Regional D. Elizabeth Driemirda, serta GM Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa Ahmad Faqih. Dompet Dhuafa juga mengundang awak media, jurnalis dan blogger.

Melalui program Muliakan Yatim yang sedang berjalan sejak Juni – September 2025 ini, Dompet Dhuafa menargetkan menjangkau 10.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia, termasuk ke Palestina yang kini tengah berada dalam kondisi memprihatinkan.

Dalam pernyataannya, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini menyoroti kerentanan yang terjadi kepada anak yatim akibat kurangnya pengasuhan dari sosok ayah. Sehingga memerlukan adanya dukungan dari berbagai pihak.

“Memuliakan Yatim di mana kita memberikan perhatian yang besar dan banyak karena mereka juga yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini,” kata Ahmad Juwaini.

Ahmad Faqih Syarafaddin, General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa menyampaikan berbagai program yang telah digulirkan diantaranya Beasiswa pendidikan dari jenjang SD hingga SLTA, termasuk Beasiswa Yatim Reguler dan Beasiswa YES (Yatim Ekselensia Scholarship) untuk persiapan kuliah, bantuan hidup (karitas) berupa pemenuhan kebutuhan harian dan sekolah, bantuan permodalan usaha bagi anak-anak yatim lulusan SLTA agar bisa mandiri secara ekonomi.

Bagi yang tidak melanjutkan kuliah, Dompet Dhuafa menyediakan pelatihan keterampilan kerja melalui Institut Kemandirian, yang mencakup pelatihan mekanik, teknisi elektronik, dan keterampilan lainnya.

Selain itu, ada program Edutrip yang memberikan kesempatan kepada anak-anak yatim untuk berekreasi dan menyegarkan pikiran, serta Program Orang Tua Asuh, di mana donatur dapat mendukung kehidupan sehari-hari satu anak yatim secara langsung.

Dompet Dhuafa juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim di Palestina. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 39.000 anak yatim di Palestina terdampak, dan Dompet Dhuafa bekerja sama dengan NGO lokal untuk menyalurkan bantuan hidup dan program tahfidz Al-Qur’an.

Di kesempatan yang sama Direktur Mobilisasi Dompet Dhuafa Republika, Etika Setiawanti menjelaskan, ia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam kampanye Muliakan Anak Yatim.

“Bisa mendukung campaign ini dengan berdonasi atau berkolaborasi melalui kanal yang kami sediakan, dan berkolaborasi secara partnership dengan Dompet Dhuafa baik melalui donasi, zakat, infak. Setelah pandemi COVID-19, jumlah anak yatim meningkat signifikan, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mereka,” kata Etika.

Dalam kesempatan itu juga diumumkan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi fokus utama dalam program Muliakan Yatim, Dompet Dhuafa dalam hal ini juga bekerjasama dengan Gramedia. Sebelumnya, Gramedia juga telah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam program Wakaf Al-Qur’an. Kegiatan Belanja Bareng Yatim menjadi salah satu bentuk dukungan Dompet Dhuafa terhadap kebutuhan anak-anak yatim. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak langsung ke Gramedia untuk memilih perlengkapan sekolah dan buku bacaan yang mereka inginkan.

“Kegiatan ini akan kami lanjutkan untuk kegiatan berikutnya agar anak-anak Indonesia mendapatkan akses untuk literasi lebih baik,” imbuh Elizabeth.

Psikolog Anak Seto Mulyadi menekankan pentingnya peran semua pihak dalam melindungi dan mendukung anak-anak yatim.

“Anak-anak yatim membutuhkan cinta, apresiasi, dan lingkungan kondusif untuk berkembang. Semua anak cerdas, dengan dukungan tepat, mereka bisa meraih potensi terbaiknya. Kami memberikan apresiasi luar biasa kepada Dompet Dhuafa atas konsistensinya membantu anak-anak yatim,” kata pria yang akrab disapa Kak Seto.

Upaya Dompet Dhuafa dengan program unggulannya, mendapat respon positif dari salah satu penerima manfaat yakni Farizki, yang merupakan siswa Smart Ekselensia Indonesia. Menurutnya program Muliakan 10.000 anak yatim ini membuatnya termotivasi untuk meraih cita ini.

Selain itu, banyak dari mereka yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh sertifikasi keterampilan, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris. Kebutuhan ini menjadi penting karena tidak sedikit dari mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, namun terhambat oleh syarat sertifikasi kemampuan bahasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk berdonasi masyarakat dapat melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/sedekahyatim  Siapa pun bisa turut berkontribusi dalam memuliakan masa depan anak-anak yatim. Bersama, kita juga bisa berkontribusi melalui Investasi Akhirat, Muliakan Yatim di Bulan Muharram.

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari. 
Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.
Pesan Haru Kurniawan Dwi Yulianto Pada Mathew Baker Cs Usai Buat Timnas Indonesia U-17 Tersingkir di Piala Asia U-17

Pesan Haru Kurniawan Dwi Yulianto Pada Mathew Baker Cs Usai Buat Timnas Indonesia U-17 Tersingkir di Piala Asia U-17

Kekalahan Timnas Indonesia U-17 atas Jepang di Lapangan A Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Selasa (12/5/2026) menutup perjuangan Kurniawan Dwi Yulianto di Piala Asia U-17. 
Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Usai Gagal Antarkan Timnas Indonesia U-17 ke Perempat Final Piala Asia: Mohon Maaf Atas Kegagalan Ini

Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Usai Gagal Antarkan Timnas Indonesia U-17 ke Perempat Final Piala Asia: Mohon Maaf Atas Kegagalan Ini

Kegagalan ke babak perempat final Piala Asia U-17 2026 ini memastikan Timnas Indonesia U-17 gagal kembali tampil di Piala Dunia U-17 untuk tiga edisi beruntun. 
Puluhan Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, LPSK Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Sanksi Pesantren

Puluhan Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, LPSK Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Sanksi Pesantren

Sebuah pondok pesantren di Tlogowungu, Kabupaten Pati, kini berada di bawah pengawasan ketat setelah munculnya dugaan skandal kekerasan seksual yang melibatkan santriwati. 
Kasus Chromebook Jadi Sorotan, Pengamat Sebut Tim Khusus Nadiem Langgar Hierarki Negara

Kasus Chromebook Jadi Sorotan, Pengamat Sebut Tim Khusus Nadiem Langgar Hierarki Negara

Pengamat kebijakan publik, Yanuar Winarko, menilai keberadaan tim khusus eksternal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merupakan bentuk maladministrasi yang serius.

Trending

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT