GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Revisi UU Sisdiknas Definisikan Ulang Alokasi Anggaran Pendidikan 20 Persen, Komisi X DPR: Supaya Transparan dan Tepat Guna

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa revisi UU Sisdiknas akan merumuskan ulang alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN/APBD.
Minggu, 10 Agustus 2025 - 15:38 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) akan memuat definisi baru terkait alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN/APBD.

Ketua Komisi X DPR RI sekaligus anggota MPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa aturan tersebut akan menjadi bagian penting dalam revisi UU Sisdiknas yang sudah berusia lebih dari dua dekade.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembaruan regulasi ini diharapkan mampu memperjelas peruntukan anggaran pendidikan agar tepat sasaran.

“Hal ini akan dibahas dalam revisi UU Sisdiknas. Komisi X akan menindaklanjuti dalam bentuk revisi UU Sisdiknas, yang memang sudah berusia lebih dari dua dekade. Salah satunya mengatur tentang anggaran ini,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (10/8/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Hetifah saat berbicara dalam diskusi bertajuk “Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Hetifah menilai, jika anggaran pendidikan kedinasan diambil dari porsi 20 persen anggaran pendidikan dan tidak dipisahkan, maka kualitas pendidikan dasar, menengah, dan tinggi akan terganggu.

“Kami juga ingin memastikan bahwa distribusi 20 persen anggaran pendidikan ini transparan dan sesuai peruntukannya, tepat guna, tepat sasaran, dan juga tepat waktu,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dana pendidikan 20 persen tersebut saat ini tersebar di puluhan kementerian dan lembaga.

“Sekarang kementerian apa yang benar-benar mengurus pendidikan? Ternyata bukan hanya Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, bukan hanya Kementerian Pendidikan Tinggi,” ucap Hetifah.

“Jadi ada puluhan kementerian lembaga yang ternyata menggunakan dana pendidikan ini, bahkan juga ada pendidikan-pendidikan kedinasan," lanjutnya.

Senada, anggota MPR RI Melchias Markus Mekeng menilai anggaran pendidikan 20 persen seharusnya tidak digunakan untuk pendidikan kedinasan, melainkan sepenuhnya untuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memaparkan, pada tahun 2025 anggaran pendidikan mencapai Rp724 triliun, dengan porsi Rp91,4 triliun untuk 64 juta peserta didik di pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Sementara itu, anggaran pendidikan kedinasan mencapai Rp104 triliun untuk 13 ribu peserta.

"Apa ini adil? 64 juta orang, hanya dikasih Rp91,4 triliun, (sedangkan) 13 ribu orang, anggaran kedinasan Rp104 triliun,” katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Serunya Berburu Takjil Khas dan Tradisional di Kawasan Pasar Kotagede Yogyakarta

Serunya Berburu Takjil Khas dan Tradisional di Kawasan Pasar Kotagede Yogyakarta

Suasana menjelang waktu berbuka puasa Ramadan di Kota Yogyakarta selalu menyuguhkan kemeriahan tersendiri setiap tahunnya. Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah kawasan bersejarah Pasar Legi Kotagede.
Top 5 Pemain Lokal Termahal ISL 2025-2026, Nomor 3 Penghangat Bangku Cadangan di Timnas Indonesia

Top 5 Pemain Lokal Termahal ISL 2025-2026, Nomor 3 Penghangat Bangku Cadangan di Timnas Indonesia

Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt awal 2026, ada lima nama pemain Indonesia dengan banderol tertinggi musim ini. Nomor 3 kerap jadi pelapis di Timnas.
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Naik 2026: Tidak Lebih Mahal dari Rokok, Warga Miskin Aman

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Naik 2026: Tidak Lebih Mahal dari Rokok, Warga Miskin Aman

Ia menyebut peserta dari golongan tersebut tetap ditanggung pemerintah melalui skema bantuan iuran.
Menaker: Kewajiban Pemberian THR Selambat-lambatnya H-7 Lebaran

Menaker: Kewajiban Pemberian THR Selambat-lambatnya H-7 Lebaran

Menaker Yassierli mengatakan kewajiban pemberian THR Lebaran dari perusahaan ke pekerja mengacu pada regulasi lama.
Real Madrid Ketiban Sial Jelang Duel Hidup-Mati Kontra Benfica,  Kylian Mbappe Dipastikan Absen

Real Madrid Ketiban Sial Jelang Duel Hidup-Mati Kontra Benfica, Kylian Mbappe Dipastikan Absen

Real Madrid harus kehilangan salah satu pemain pentingnya pada pertandingan melawan Benfica. Kylian Mbappe dipastikan absen akibat cedera.
Buntut Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Maluku, Bripda Masias Siahaya Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Buntut Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Maluku, Bripda Masias Siahaya Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Jhonny menuturkan, saat ini berkas perkara masih dalam tahap penelitian oleh Jaksa Penuntut Umum.

Trending

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan dugaan komentar pedas Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol Sony Sonjaya terhadap Ketua BEM UGM
Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Deretan pemain keturunan Eropa siap dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Generasi emas ini diyakini bisa membawa Garuda ke Asia dan Piala Dunia..
Ketua BEM UGM Ditanya Kenapa Bersurat ke UNICEF Bukan ke DPR soal MBG dan Anak SD Bunuh Diri di NTT, Jawabannya: Ada Kemampatan di Bangsa Kita, Kanal Perubahan Buntu

Ketua BEM UGM Ditanya Kenapa Bersurat ke UNICEF Bukan ke DPR soal MBG dan Anak SD Bunuh Diri di NTT, Jawabannya: Ada Kemampatan di Bangsa Kita, Kanal Perubahan Buntu

Ketika Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ditanya kenapa memilih bersurat ke UNICEF ketimbang ke DPR soal MBG dan anak SD bunuh diri di NTT, dia menjawab karena ada kemampatan. 
Publik Soroti Menu MBG Ramadan, BGN Bocorkan Anggarannya: Setiap Laporan akan Ditindaklanjuti

Publik Soroti Menu MBG Ramadan, BGN Bocorkan Anggarannya: Setiap Laporan akan Ditindaklanjuti

Baru-baru ini mencuat kabar terkait sebagian publik soroti menu makan bergizi gratis (MBG). Sontak, hal ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara.
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Sentul, di mana Megawati Hangestri dan hingga Yolla Yuliana akan menjalani laga terakhirnya di babak reguler sebelum tampil di babak final four.
Padahal Belum Dinaturalisasi, Winger Muda Australia Ini Sudah Sebut-Sebut soal Suporter Timnas Indonesia

Padahal Belum Dinaturalisasi, Winger Muda Australia Ini Sudah Sebut-Sebut soal Suporter Timnas Indonesia

Padahal belum dinaturalisasi, winger muda Australia ini sudah sebut-sebut soal atmosfer suporter Timnas Indonesia di lapangan. Ada apa?
Mengenal Kai Boham, Eks Bek Garuda yang Pernah ‘Hilang’ di Thailand Kini Berpeluang Dipanggil Lagi usai Gabung Liga Gibraltar

Mengenal Kai Boham, Eks Bek Garuda yang Pernah ‘Hilang’ di Thailand Kini Berpeluang Dipanggil Lagi usai Gabung Liga Gibraltar

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan kabar kebangkitan salah satu pemain keturunan yang pernah mencetak gol untuk Garuda Muda. Mengenal sosok Kai Boham.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT