News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat: Dasar Mafia! Harga Beras Melonjak Rp5.000 di Tengah Stok Melimpah, Produsen Besar manipulasi Harga

Saat stok nasional mencapai 4,2 juta ton yang seharusnya menciptakan stabilitas harga, kasus beras dijual hingga Rp17.000/kg masih ditemukan. Padahal harga wajar produsen hanya Rp12.000/kilogram.
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 01:34 WIB
Ilustrasi beras.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Pangan sekaligus Koordinasi Aliansi Masyarakat Penyelamat Pertanian Indonesia (AMPPI) Debi Syahputra, mengecam keras praktik manipulasi harga beras yang dilakukan produsen besar.

Di tengah stok cadangan beras nasional yang mencapai 4,2 juta ton, yang seharusnya membuat harga stabil, beras justru dijual seharga Rp17.000/kg, meskipun kualitasnya rendah dengan kadar beras patah 30–59%. Seharusnya harga hanya Rp12.000/kg. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan persoalan stok atau produksi. Ini murni ulah mafia pangan yang menahan pasokan dan mengatur pasar demi keuntungan pribadi. Dasar mafia!” kata Debi, Jumat (15/8/2025).

Menurut Debi, para pendukung produsen besar justru gencar bersuara di media sosial, podcast, dan berbagai forum, mempersoalkan istilah beras oplosan, menuding HPP gabah terlalu tinggi, hingga membangun narasi bahwa Bulog menyerap habis gabah di lapangan.

“Loh faktanya, Bulog hanya menyerap 8% sementara swasta 92%. Inilah pendukung mafia yang menyerang balik karena gagal meraih keuntungan sebesar-besarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, klaim sejumlah pengamat bahwa pangsa pasar beras premium hanya 5% juga tidak benar, karena data BPS menyebut porsinya mencapai 39,75%. Temuan Kementan menunjukkan beras yang dijual itu layak disebut beras biasa karena kadar patahnya 30–59%, jauh di atas standar maksimal 15%.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, harga gabah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat mulai turun, sehingga harga beras seharusnya ikut terkoreksi. Namun produsen besar tetap menjaga harga tinggi dengan membeli gabah di atas harga pasar untuk mematikan penggilingan kecil dan menengah.

Debi mengamini pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa struktur industri penggilingan padi timpang. Produksi padi nasional hanya 65 juta ton gabah kering panen, sementara ada 161.000 penggilingan kecil dengan kapasitas total 116 juta ton per tahun dan banyak yang mati suri. Kondisi ini semakin parah sejak 15–20 tahun terakhir, ketika ribuan penggilingan besar dan sedang masuk dengan kapasitas tambahan 50 juta ton, merebut 40–50% bahan baku dari penggilingan kecil. “Mereka sanggup membeli gabah Rp7.000, sedangkan penggilingan kecil hanya Rp6.500–Rp6.700. Akibatnya ekonomi kecil terganggu, harga beras melonjak, dan rakyat menjadi korban. Ini bukti ketidakadilan ekonomi karena konglomerat menindas pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Begal Mobil yang Gunakan Setrum Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pelaku Begal Mobil yang Gunakan Setrum Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Unit Reserse Kriminal Polsek Denpasar Selatan, Polresta Denpasar menetapkan seorang pria berinisial AF (37), yang merupakan pelaku begal mobil milik seorang dokter.
Menjemput Berkah di Kota Nabi, Timwas DPR Minta Petugas Permudah Langkah Jemaah Menuju Raudah

Menjemput Berkah di Kota Nabi, Timwas DPR Minta Petugas Permudah Langkah Jemaah Menuju Raudah

Gelombang kerinduan umat akan segera bergeser. Mulai 7 Juni 2026 mendatang, hampir seratus ribu jemaah haji Indonesia secara bertahap akan bergerak dari hamparan maktab Mekkah menuju keanggunan Kota Madinah.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste: Garuda Nusantara Jaga Asa Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste: Garuda Nusantara Jaga Asa Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026

Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste, di mana Garuda Nusantara berjuang meraih kemenangan demi lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026.
Dicari Lewat Sayembara Dedi Mulyadi Rp750 Juta, Aman Yani Diduga Sempat Ngontrak di Cikarang Selatan

Dicari Lewat Sayembara Dedi Mulyadi Rp750 Juta, Aman Yani Diduga Sempat Ngontrak di Cikarang Selatan

Dedi Mulyadi tawarkan sayembara Rp750 juta untuk temukan Aman Yani. Saksi ungkap pria mirip Aman Yani sempat ngontrak di Villa Mutiara, Cikarang Selatan.
Terpopuler Kemarin: Pesan Khusus Dedi Mulyadi untuk Ibu-ibu Jabar, hingga Media Vietnam Curiga dengan Nova Arianto

Terpopuler Kemarin: Pesan Khusus Dedi Mulyadi untuk Ibu-ibu Jabar, hingga Media Vietnam Curiga dengan Nova Arianto

Sejumlah berita menarik menjadi perhatian pembaca pada Selasa (2/6/2026). Mulai dari Dedi Mulyadi, Timnas Indonesia asuhan Nova Arianto hingga sosok eks artis.
Jadwal Indonesia Open 2026, Rabu 3 Juni: Raymond/Joaquin Comeback, 10 Wakil Tuan Rumah Beraksi

Jadwal Indonesia Open 2026, Rabu 3 Juni: Raymond/Joaquin Comeback, 10 Wakil Tuan Rumah Beraksi

Jadwal Indonesia Open 2026 hari ini, di mana ada sejumlah wakil tuan rumah akan unjuk gigi termasuk Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Polemik Penahanan 15 Kontainer Muatan Mineral Ilminite, Bea Cukai Pangkal Pinang Angkat Bicara

Polemik Penahanan 15 Kontainer Muatan Mineral Ilminite, Bea Cukai Pangkal Pinang Angkat Bicara

Bea Cukai Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turut merespong polemik terkait permasalahan penahanan dan pembongkaran 15 kontainer bermuatan bahan mineral tambang timah dan ilminite milik PT Putera Mineral Mandiri (PMM).
Rupiah Anjlok, Indonesia Diprediksi Bakal Diserbu Turis Mancanegara

Rupiah Anjlok, Indonesia Diprediksi Bakal Diserbu Turis Mancanegara

Pelemahan nilai tukar rupiah yang dibuka perdagangan level Rp17.885 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/6/2026) ternyata tidak selalu membawa kabar buruk.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT