GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral PHK Massal Gudang Garam, Kondisi Keuangan Pabrik Rokok GGRM Jatuh Mengenaskan

Menukil laporan keuangan semester I-2025, kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang dikabar melakukan PHK besar-besaran memang sedang tertekan.
Minggu, 7 September 2025 - 17:07 WIB
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi trending topik di X setelah dikabarkan melakukan PHK massal.
Sumber :
  • GGRM

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar burut soal pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengguncang diperbincangkan publik.

Isu ini jadi sorotan luas setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan suasana haru para karyawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa video yang beredar memperlihatkan pekerja berseragam merah dan biru dengan logo PT Gudang Garam yang tampak dikumpulkan di sebuah aula saat kabar PHK massal diumumkan.

Sontak, Gudang Garam pun langsung menjadi trending topik teratas di X dalam dua hari ini terakhir.

Sejumlah video yang beredar memperlihatkan tangis pecah karyawan yang saling berpelukan hingga berjabat tangan seakan berpamitan.

Namun, pihak manajemen pabrik rokok yang bermarkas di Kediri, Jawa Timur, itu sampai saat ini belum menyampaikan tanggapan resmi ke publik.

Kondisi Keuangan Gudang Garam (GGRM)

Berdasarkan keterbukaan informasi terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), GGRM dijadwalkan akan menggelar public expose pada 11 September 2025.

Menukil laporan keuangan semester I-2025, memang memperlihatkan kinerja perusahaan tengah tertekan.

Gudang Garam tercatat hanya membukukan laba bersih Rp117,1 miliar, anjlok 87,3% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp925,5 miliar.

Pendapatan perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu pun tergerus. Hingga Juni 2025, perusahaan mencatat Rp44,3 triliun, turun 11,4% dibanding Rp50,01 triliun pada Juni 2024.

Biaya pokok pendapatan memang menyusut jadi Rp40,5 triliun, tetapi laba kotor ikut merosot dari Rp5,06 triliun menjadi Rp3,7 triliun.

Laba usaha juga jatuh signifikan menjadi Rp513,7 miliar, padahal pada semester I-2024 masih mencapai Rp1,61 triliun.

Tekanan makin besar karena pendapatan lain berkurang menjadi Rp148,7 miliar, sementara beban usaha hanya turun 5% menjadi Rp3,4 triliun.

Beban lainnya justru meningkat menjadi Rp2,3 miliar, ditambah rugi kurs Rp1,7 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih membukukan laba kurs Rp39,3 miliar.

Kondisi ini menandakan GGRM menghadapi tantangan berat di tengah ketatnya industri rokok nasional.

Publik pun kini menunggu penjelasan resmi manajemen terkait kabar PHK massal sekaligus strategi perusahaan menghadapi tekanan kinerja yang kian menurun.

Respons KSPI

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, turut angkat bicara terkait kabar PHK massal di GGRM.

Iqbal menyebut pihaknya akan memverifikasi informasi tersebut. Namun, ia menilai jika benar terjadi, kondisi itu menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada menurunnya produksi industri rokok.

Menurutnya, ada beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi kondisi tersebut.

Pasokan tembakau yang terbatas, kurangnya inovasi produk rokok untuk menyesuaikan tren pasar, serta tingginya beban cukai, dinilai memperparah daya saing perusahaan.

"Ditambah pajak cukai rokok makin mahal," ujarnya lagi.

Iqbal mengingatkan bahwa gelombang PHK di sektor industri rokok berpotensi meluas.

Ia memperkirakan, selain ribuan pekerja langsung di PT Gudang Garam, ada puluhan ribu pekerja lain yang ikut terdampak, termasuk buruh tembakau, logistik, sopir, pedagang kecil, hingga pemilik kontrakan.

"Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan," katanya pula.

Karena itu, ia mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera turun tangan memberikan solusi nyata atas dinamika tersebut.

Iqbal menekankan agar penanganan kasus ini tidak sekadar janji manis seperti yang terjadi dalam kasus PHK massal di Sritex, mengingat pekerja bahkan disebut masih belum mendapatkan hak tunjangan hari raya (THR).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski menyoroti pentingnya menyelamatkan industri rokok nasional agar tidak menelan korban PHK lebih banyak, Iqbal menegaskan bahwa kampanye kesehatan tetap harus dijaga.

"Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam PHK, sambil tetap dijaga kampanye kesehatan," ujarnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa Indonesia resmi masuk dalam proses awal bidding Piala Dunia Futsal 2028 untuk menjadi tuan rumah ajang futsal dunia yang berada di bawah naungan FIFA.
Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri di mulut dengan cepat mengubah sisa gula menjadi asam yang dapat merusak enamel gigi. Tingginya
KPK Pastikan Masih Kejar Harun Masiku

KPK Pastikan Masih Kejar Harun Masiku

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih melakukan pengejaran terhadap buron kasus suap pergantian antar waktu, Harun Masiku.

Trending

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT