News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Postur RAPBN 2026 Era Purbaya: Belanja Naik, Defisit Melebar ke 2,68% PDB

Dalam perubahan RAPBN 2026 yang disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI), pemerintah memutuskan menaikkan anggaran belanja.
Kamis, 18 September 2025 - 18:51 WIB
Banggar DPR RI, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan perwakilan Bappenas saat Rapat Kerja (Raker) di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/09/2025).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah akhirnya penyesuaian postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang semula disusun pada masa Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati.

Revisi ini menggambarkan arah kebijakan fiskal baru di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perubahan yang disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Kamis (18/9/2025), pemerintah memutuskan menaikkan anggaran belanja.

Revisi ini otomatis berdampak pada pelebaran target defisit anggaran dari 2,48% menjadi 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Rapat turut dihadiri Menkeu Purbaya, Gubernur BI Perry Warjiyo, perwakilan Bappenas, dan Kementerian Hukum. Ketua Banggar DPR Said Abdullah menegaskan, “Persentase defisit terhadap PDB yang awalnya 2,48%, kini menjadi penyesuaiannya 2,68% atau ada kenaikan 0,2%.”

Dalam rincian revisi, belanja negara naik dari Rp3.786,5 triliun menjadi Rp3.842,7 triliun, atau bertambah Rp56,2 triliun.

Kenaikan paling besar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang naik Rp43 triliun, dari Rp650 triliun menjadi Rp693 triliun.

Di sisi lain, pendapatan negara juga mengalami penyesuaian. Dari rancangan awal Rp3.147,7 triliun, naik menjadi Rp3.153,6 triliun atau bertambah Rp5,9 triliun.

Peningkatan paling besar berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang naik Rp4,2 triliun menjadi Rp459,2 triliun.

Namun, tambahan pendapatan ini jauh lebih kecil dibanding tambahan belanja, sehingga defisit anggaran ikut melebar.

Dari sebelumnya Rp638,8 triliun, kini defisit ditetapkan Rp689,1 triliun, bertambah Rp50,3 triliun.

Usai memaparkan perubahan postur RAPBN 2026, Said Abdullah menanyakan persetujuan peserta rapat.

"Apakah yang kami sampaikan terhadap postur terbaru ini dalam forum ini dapat disetujui?" tanyanya. Pertanyaan itu dijawab serentak dengan “Setuju” oleh anggota Banggar, pemerintah, hingga perwakilan bank sentral.

Berikut postur lengkap RAPBN 2026 revisi Purbaya:

Pendapatan negara dari Rp3.147,7 triliun menjadi Rp3.152,6 triliun

  • Penerimaan pajak (tetap): Rp2.357,7 triliun.
  • Kepabeanan dan cukai (naik): dari Rp334,3 triliun menjadi Rp336 triliun.
  • Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) (naik): dari Rp455 triliun menjadi Rp459,2 triliun.
  • Belanja negara (naik): dari Rp3.786,5 triliun menjadi Rp3.842,7 triliun.

Belanja Kementerian atau Lembaga (K/L) (naik): dari Rp1.498,3 triliun menjadi Rp1.510,5 triliun.

  • Belanja Non K/L (naik): dari Rp1.638,2 triliun menjadi Rp1.639,2 triliun.
  • Transfer ke Daerah (naik): dari Rp650 triliun menjadi Rp 693 triliun.

Keseimbangan primer (naik): dari defisit Rp39,4 triliun menjadi Rp89,7 triliun.

Defisit anggaran (naik): dari Rp638,8 triliun menjadi Rp689,1 triliun.

Pembiayaan anggaran dari Rp638,8 triliun menjadi Rp689,1 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan postur RAPBN 2026 ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan fiskal di tengah kebutuhan belanja yang terus meningkat, terutama untuk penguatan transfer ke daerah. 

Namun, dengan defisit yang melebar, konsistensi menjaga stabilitas ekonomi makro tentunya akan menjadi tantangan besar ke depan. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengungkapkan bahwa China dan Dubai Uni Emirat Arab (UEA) diduga menjadi negara utama tujuan para sindikat dalam penyelundupan puluhan kilogram emas ilegal dari Indonesia.
504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu ditutup secara permanen setelah dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi yang dilaporkan dinas kesehatan.
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

Berikut 10 quotes Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 penuh semangat dan motivasi, menarik untuk dibagikan ke media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Thread, dan lainnya.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Hukumnya Haram? Begini Penjelasan MUI agar Tidak Salah Paham

Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Hukumnya Haram? Begini Penjelasan MUI agar Tidak Salah Paham

Menjelang lomba agustusan 2026, muncul kabar di media sosial soal biaya pendaftaran lomba agustusan hukumnya haram. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Trending

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Rumah pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni jadi lokasi penggeledahan
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan  ESDM

Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan ESDM

Penyuplai para sindikat penyelundupan ekspor emas ke luar negeri diduga perusahaan penambangan emas tanpa izin (PETI)
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT