Saham BRMS Melonjak 7,6 Persen di Sesi I: Sentimen Kinerja dan Ekspansi Dorong Aksi Borong
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com — Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kembali mencuri perhatian pasar pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Pada pukul 09.30 WIB, saham emiten tambang emas ini menguat 7,61 persen ke level Rp1.060, menjadikannya salah satu saham yang paling aktif diburu investor hari ini.
Volume transaksi mencapai 693,68 juta saham dengan frekuensi lebih dari 42 ribu kali, bernilai total Rp736 miliar. Data Stockbit Sekuritas mencatat bahwa BRMS mencetak net buy Rp117,1 miliar, tertinggi di antara saham-saham lain dalam daftar beli bersih.
Lonjakan minat beli ini tidak terjadi tanpa alasan. Seluruh fondasi fundamental BRMS tengah bergerak searah: kinerja kuartalan yang solid, dorongan harga emas global, serta ekspansi jangka panjang yang berjalan sesuai rencana.
Tren Bullish Semakin Kuat: Resistance Ditembus, Target Baru Terbuka
BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan BRMS bukan sekadar reli sesaat. Dalam analisis teknikalnya, BRMS sudah menembus resistance kuat di 1.025, sebuah sinyal teknikal penting.
“Selama harga bertahan di atas 1.025, BRMS berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area 1.135,” tulis tim analis BRIDS dalam riset yang dirilis hari ini.
Breakout dengan volume besar ini disebut sebagai konfirmasi bahwa pasar melihat potensi pertumbuhan yang masih panjang untuk emiten tambang emas tersebut.
Kinerja 3Q25 Sesuai Ekspektasi: Laba Melonjak 123 Persen YoY
Di balik euforia pasar, BRMS sebenarnya sedang menorehkan performa fundamental yang kuat. Laporan kinerja kuartal III-2025 menunjukkan:
-
Pendapatan: US$62,7 juta, naik 9% qoq dan 33% yoy
-
EBITDA: US$21,6 juta, turun 12% qoq namun naik 42% yoy
-
Margin EBITDA tetap solid: 34%
-
Laba bersih: US$14,9 juta, melonjak 76% qoq dan 123% yoy
Kenaikan laba bersih didorong oleh beban pajak yang lebih rendah serta meningkatnya pendapatan lain. Secara kumulatif, laba bersih Januari–September 2025 mencapai US$37,9 juta, setara 72% dari target tahunan.
“Laba BRMS berhasil melesat 142 persen yoy pada 9M25, mencerminkan peningkatan signifikan dalam efisiensi dan pendapatan,” tulis analis BRI Danareksa, Nashrullah Putra Sulaeman dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
Produksi Emas Naik, Harga Jual Tembus US$3.468/oz
Dari sisi operasional, produksi emas pada 3Q25 mencapai 17,5 ribu oz, naik 2,9 persen qoq. Kenaikan ini terjadi meskipun kegiatan pushback masih berlangsung. Akses ke bijih berkadar lebih tinggi di dasar pit menjadi faktor pendongkrak produksi.
Harga jual emas BRMS juga meningkat tajam:
-
ASP: US$3.468/oz, naik 6% qoq dan 39% yoy
Namun, cash cost naik 48 persen qoq karena aktivitas pengupasan yang lebih intens. Margin tunai berada di US$1.781/oz, turun 17 persen qoq.
Pushback diperkirakan rampung pada pertengahan kuartal I-2026, dengan panduan produksi 2025 tetap di kisaran 68–71 ribu oz.
Ekspansi Besar-Besaran: Pabrik CIL Diperluas, Tambang Bawah Tanah Menyusul
BRMS saat ini tengah menjalankan dua proyek besar yang diyakini akan menggenjot kapasitas dan nilai perusahaan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
1. Pabrik CIL
-
CIL 1 diperluas dari 500 tpd menjadi 2.000 tpd
-
Target operasi: Oktober 2026
-
CIL 2 berkapasitas 4.500 tpd disiapkan untuk memastikan kelancaran produksi selama masa transisi
2. Tambang Bawah Tanah
-
Proyek berjalan sesuai jadwal
-
Progres terowongan: 350 meter
-
Menargetkan bijih berkadar 3,5–4,9 g/t
-
Ditargetkan beroperasi pertengahan 2027
-
Potensi melipatgandakan produksi emas hingga tiga kali lipat pada 2027–2028
Selain itu, BRMS akan memulai program pengeboran besar di Gorontalo untuk sertifikasi JORC pada awal 2027. Jika cadangan baru terkonfirmasi, valuasi perusahaan berpeluang terkerek lebih tinggi.
Analis Kompak Rekomendasikan Buy: Target Hingga Rp1.200
Meningkatnya visibilitas pertumbuhan membuat banyak analis semakin optimistis terhadap arah BRMS.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target Rp1.080.
KB Valbury Sekuritas lebih agresif:
-
Rekomendasi: buy
-
Target harga baru: Rp1.200 (melonjak dari target sebelumnya Rp560)
Target harga tersebut merefleksikan ekspektasi kenaikan laba, proyeksi peningkatan produksi serta ASP yang tetap tinggi seiring tren harga emas global.
Dengan kombinasi kinerja kuat, prospek panjang yang solid, dan minat beli investor yang terus meningkat, BRMS kini menjadi salah satu saham tambang emas yang paling diperhatikan di penghujung 2025. (nsp)
Load more