Diduga Keracunan Massal, Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Buka Puasa
- tvOne - Rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan berbuka puasa pada Kamis malam (5/3).
Para santri yang mengalami gejala mual dan pusing langsung dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan penanganan medis. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ambulans berjajar di halaman rumah sakit, sementara korban mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Salah satu santri yang selamat, Azza Khoirunisa (17), mengungkapkan kejadian bermula tak lama setelah para santri menyantap hidangan buka puasa yang disediakan oleh pihak pondok.
“Beberapa menit setelah berbuka, ada yang mulai merasa mual, pusing, bahkan ada yang sampai tidak sadarkan diri,” ujar Azza saat ditemui di rumah sakit.
Menurutnya, menu berbuka puasa yang disajikan kepada para santri berupa nasi rawon. Selain itu, santri juga menerima paket makanan kering dari program MBG yang berisi roti, susu, kacang, kurma, dan telur asin.
Azza sendiri mengaku tidak ikut menyantap makanan saat kejadian karena sedang mengikuti kegiatan di luar pondok sehingga terlambat saat waktu berbuka tiba.
“Saya belum sempat makan. Waktu kembali ke pondok, teman-teman sudah selesai makan dan banyak yang mulai merasa mual bahkan ada yang pingsan,” tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, santri yang masih dalam kondisi stabil langsung membantu mengevakuasi teman-temannya ke pendopo pondok pesantren. Selanjutnya pihak pondok segera memanggil ambulans untuk membawa para korban ke rumah sakit terdekat.
Azza menyebutkan jumlah santri putri di pondok tersebut sekitar 34 orang, sedangkan santri putra lebih dari 30 orang. Hingga saat ini belum dapat dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab insiden dugaan keracunan tersebut.
Diketahui, paket makanan kering MBG yang diterima para santri berasal dari SPPG Desa Betek. Namun pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah makanan tersebut berkaitan dengan kejadian ini.
Sementara itu, sejumlah pejabat dan aparat tampak berada di lokasi rumah sakit untuk memantau penanganan para korban. Diantaranya petugas kepolisian, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Mojoagung, Kapolsek setempat, serta Kasatreskrim Polres Jombang.
Load more