GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dorong Pariwisata Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan, ITTA 2025 Kukuhkan 45 Pelaku Industri

Pada ITTA 2025, ITTA Foundation menganugerahkan sebanyak 45 penghargaan kepada pelaku industri perjalanan dan pariwisata yang dinilai unggul dalam pengembangan pariwisata nasional.
Jumat, 19 Desember 2025 - 16:55 WIB
16th Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) 2025 yang digelar oleh ITTA Foundation.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Para pelaku industri pariwisata dan perjalanan didorong untuk terus berkontribusi aktif dalam memajukan pariwisata Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan. 

Upaya memajukan ini juga didorong melibatkan serta memberdayakan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dorongan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan 16th Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) 2025 yang digelar oleh ITTA Foundation pada 16 Desember 2025 di Artotel Suite Mangkuluhur, Jakarta. 

Ajang ini menjadi penghargaan pariwisata paling bergengsi yang telah memasuki tahun ke-16 penyelenggaraannya.

Pada ITTA 2025, ITTA Foundation menganugerahkan sebanyak 45 penghargaan kepada pelaku industri perjalanan dan pariwisata yang dinilai unggul dalam kualitas layanan, inovasi, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata nasional, termasuk dalam upaya pemberdayaan masyarakat lokal di berbagai daerah.

Presiden ITTA Foundation, Panca R. Sarungu, mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi para pelaku industri yang terus berinovasi di tengah tantangan global.

“Indonesia Travel & Tourism Awards adalah wujud apresiasi terhadap kerja keras, dedikasi, dan inovasi para pelaku industri. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus menciptakan layanan berkualitas, memberdayakan masyarakat lokal, dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Panca.

Proses seleksi pemenang dilakukan secara ketat melalui penilaian pakar industri, survei oleh research partner Binus Business School, serta verifikasi akhir oleh dewan juri independen guna memastikan penghargaan diberikan secara objektif dan terukur.

Mitra Research Partner ITTA Foundation dari Binus Business School,  Dewi Tamara, menuturkan bahwa kerja sama dengan ITTA Foundation telah berlangsung selama 16 tahun, khususnya dalam memastikan validitas metodologi penilaian.

“Validasi metodologi kami lakukan agar pemenang benar-benar mencerminkan kontribusi nyata, termasuk dampaknya terhadap pemberdayaan masyarakat lokal dan penguatan ekonomi daerah,” kata Dewi Tamara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain penghargaan utama, ITTA 2025 juga menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada Prof. Sapta Nirwandar, atas dedikasi dan kontribusi panjangnya dalam pengembangan kebijakan serta promosi pariwisata Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Dalam kesempatan itu, Sapta Nirwandar menyatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pariwisata, termasuk masyarakat lokal yang menjadi fondasi utama pariwisata Indonesia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar 3 Pemain Keturunan Top yang Tak Perlu Dinaturalisasi untuk Bergabung dengan Timnas Indonesia di FIFA Series, John Herdman Tertarik?

Daftar 3 Pemain Keturunan Top yang Tak Perlu Dinaturalisasi untuk Bergabung dengan Timnas Indonesia di FIFA Series, John Herdman Tertarik?

John Herdman bisa langsung memanggil tiga pemain keturunan tanpa naturalisasi untuk FIFA Series 2026. Elkan Baggott, Ezra Walian, dan Cyrus Margono siap perkuat Timnas Indonesia?
Sugiono Temui Sekjen PBB, Prabowo Disiapkan Hadir pada Board of Peace di Washington D.C.

Sugiono Temui Sekjen PBB, Prabowo Disiapkan Hadir pada Board of Peace di Washington D.C.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono bertemu langsung Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, AS bahas arah perdamaian Timur Tengah
Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT