Alexander Ramlie Raup Cuan Rp419 Miliar Usai Jual Saham AMMN, Ini Tujuan Transaksinya
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi korporasi kembali dilakukan jajaran pimpinan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Kali ini, Komisaris AMMN Alexander Ramlie tercatat melepas sebagian kepemilikan sahamnya dengan nilai transaksi ratusan miliar rupiah. Langkah tersebut langsung menyita perhatian pelaku pasar karena dilakukan di tengah pergerakan saham sektor tambang yang masih menjadi sorotan investor.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Alexander Ramlie melakukan transaksi penjualan saham AMMN pada 29 Desember 2025. Dalam aksi tersebut, ia menjual sebanyak 67.645.100 saham dengan harga transaksi di level Rp6.200 per saham.
Dari transaksi itu, Alexander Ramlie tercatat meraup dana sebesar Rp419.399.620.000 atau setara Rp419,39 miliar. Nilai tersebut mencerminkan salah satu transaksi penjualan saham oleh pejabat emiten yang cukup signifikan di penghujung tahun 2025.
Alasan Penjualan Saham AMMN
Alexander Ramlie menegaskan bahwa aksi penjualan saham tersebut bukan dilakukan karena faktor kinerja perusahaan maupun sentimen pasar. Dalam keterbukaan informasi tertanggal Rabu (31/12/2025), ia menjelaskan bahwa tujuan transaksi adalah untuk kepentingan internal kepemilikan saham.
“Tujuan transaksi ini untuk restrukturisasi kepemilikan saham terkait rencana penetapan waris (estate planning),” tulis Alexander Ramlie dalam dokumen resmi yang disampaikan kepada BEI.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa langkah penjualan saham AMMN dilakukan sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang, khususnya terkait pengelolaan aset dan kepemilikan saham keluarga.
Kepemilikan Saham Alexander Ramlie Menyusut
Seiring dengan transaksi tersebut, porsi kepemilikan saham AMMN yang dimiliki Alexander Ramlie mengalami penurunan. Sebelum transaksi, ia tercatat menguasai 253.422.860 saham atau setara 0,349 persen dari total saham beredar.
Setelah penjualan 67,64 juta saham, kepemilikan Alexander Ramlie berkurang menjadi 185.777.760 saham atau sekitar 0,256 persen. Meski berkurang, ia tetap tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu dengan porsi signifikan di Amman Mineral Internasional.
Penurunan kepemilikan ini sekaligus menegaskan bahwa transaksi bersifat parsial, bukan pelepasan kepemilikan secara keseluruhan.
Dampak ke Pasar dan Persepsi Investor
Aksi jual saham oleh jajaran manajemen atau komisaris kerap menjadi perhatian investor karena sering dikaitkan dengan prospek perusahaan ke depan. Namun, dalam kasus Alexander Ramlie, penjelasan resmi mengenai tujuan estate planning menjadi faktor penting yang meredam spekulasi negatif.
Pelaku pasar umumnya menilai transaksi dengan tujuan restrukturisasi kepemilikan sebagai langkah administratif dan personal, bukan cerminan dari penurunan kepercayaan terhadap kinerja emiten. Terlebih, Amman Mineral Internasional merupakan salah satu perusahaan tambang besar dengan fundamental yang masih menjadi daya tarik investor.
AMMN dan Perhatian Investor
PT Amman Mineral Internasional Tbk dikenal sebagai emiten sektor pertambangan yang memiliki eksposur kuat terhadap komoditas mineral strategis. Pergerakan saham AMMN dalam beberapa waktu terakhir kerap masuk radar investor institusi maupun ritel.
Transaksi yang dilakukan Alexander Ramlie ini pun menjadi catatan penting bagi pasar, terutama karena nilainya yang mencapai ratusan miliar rupiah dan dilakukan oleh figur kunci di internal perusahaan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa aksi tersebut akan memengaruhi kebijakan operasional maupun arah bisnis Amman Mineral Internasional ke depan.
Penjualan saham AMMN oleh Komisaris Alexander Ramlie senilai Rp419,39 miliar menjadi salah satu aksi korporasi yang mencuri perhatian di akhir 2025. Meski kepemilikan sahamnya menyusut, transaksi ini dilakukan dalam rangka restrukturisasi kepemilikan untuk keperluan perencanaan waris, bukan karena faktor kinerja perusahaan.
Bagi investor, keterbukaan informasi ini memberikan kejelasan bahwa aksi tersebut bersifat personal dan administratif. Dengan transparansi yang disampaikan ke BEI, pasar memiliki dasar yang kuat untuk menilai bahwa langkah Alexander Ramlie tidak mengubah prospek fundamental PT Amman Mineral Internasional Tbk. (nsp)
Load more