Ketegangan AS-Venezuela Belum Memanaskan Harga Minyak Dunia, Menko Airlangga Ungkap Pemrintah Terus Pantau
- Shutterstock
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia saat ini terus mencermati dinamika eskalasi politik antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa konflik tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap harga minyak impor Indonesia.
Sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/12/2025), Menko Airlangga mengatakan pemerintah terus memantau untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap pasar energi global.
Menurut Airlangga, posisi Venezuela sebagai salah satu produsen minyak dunia berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak internasional. Namun demikian, hingga kini belum terlihat perubahan signifikan.
"Harga minyak kita monitor, kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi," ujar Airlangga.
Ia menjelaskan, harga minyak dunia saat ini masih berada pada level relatif rendah, yakni sekitar 63 dolar AS per barel.
Meski eskalasi politik berpeluang mendorong kenaikan harga minyak global, Airlangga menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif.
Pemerintah akan terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi lintas sektor guna merespons setiap perubahan harga.
Di sisi lain, laporan Reuters menyebutkan ekspor minyak Venezuela terhenti di tengah operasi militer Amerika Serikat di negara tersebut. Informasi itu diperoleh dari empat sumber yang enggan disebutkan identitasnya.
Menurut laporan tersebut, ekspor minyak Venezuela mengalami kelumpuhan setelah kapal-kapal tanker yang terkena sanksi AS belum memperoleh izin keberangkatan.
Kondisi ini terjadi di tengah kebijakan blokade yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap kapal tanker tertentu.
Sejumlah kapal pengangkut minyak mentah yang semula dijadwalkan berlayar ke Amerika Serikat dan Asia dilaporkan belum meninggalkan pelabuhan. Data tersebut diperoleh dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers.
Namun demikian, harga minyak dunia justru melemah pada perdagangan hari ini. Pasalnya pasokan global yang dinilai masih memadai, masih dapat menekan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan suplai akibat gejolak politik AS-Venezuela.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent turun 50 sen atau 0,8% ke level US$60,26 per barel. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah 53 sen atau 0,9% ke US$56,79 per barel pada pukul 07.52 GMT.
Load more