IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Hari Ini Usai Cetak Rekor Tertinggi
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/1), setelah ditutup menguat dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan sebelumnya. Optimisme pelaku pasar tetap terjaga seiring solidnya fundamental ekonomi domestik serta sinyal teknikal yang masih menunjukkan tren positif.
Pada penutupan perdagangan Senin (5/1), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 111,06 poin atau 1,27 persen ke level 8.859,19. Capaian tersebut menjadi all time high pertama IHSG di tahun 2026. Penguatan juga diikuti indeks LQ45 yang naik 0,91 persen ke posisi 859,77.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai tren kenaikan IHSG masih sangat kuat selama indeks mampu bertahan di atas level support terdekat. Dari sisi teknikal, indikator pergerakan masih memberikan sinyal positif bagi kelanjutan reli jangka pendek.
“Indikator MACD menunjukkan sinyal golden cross, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka,” ujar Ivan dalam riset hariannya.
Ivan memproyeksikan IHSG hari ini bergerak dengan level support di 8.714, 8.599, 8.493, dan 8.424. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 8.877, 8.941, hingga 9.052. Selama IHSG bertahan di atas area support tersebut, potensi penguatan dinilai masih dominan.
Senada, Founder WH-Project William Hartanto melihat IHSG saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat secara teknikal. Menurutnya, setelah mencetak all time high, IHSG praktis tidak lagi memiliki resistance kuat dalam jangka pendek.
“Membentuk all time high baru, IHSG tidak punya beban sama sekali. Pola bullish flag juga sudah terkonfirmasi sejak akhir pekan lalu,” jelas William.
Meski demikian, William mengingatkan investor untuk tetap waspada. Berdasarkan pola pergerakan sebelumnya, IHSG kerap bergerak mixed atau terkoreksi tipis setelah mencetak level tertinggi baru. Oleh karena itu, manajemen risiko tetap diperlukan meskipun tren utama masih mengarah naik.
Dari sisi fundamental, penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya didorong oleh data ekonomi domestik yang dinilai stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 surplus sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan dan 2,92 persen secara tahunan, masih dalam kisaran target Bank Indonesia.
Load more